KULTUR TEKNIS PEMBUDIDAYAAN PISANG

PENYIAPAN LAHAN
Balitbu 2013. Pada lahan yang baru dibuka sangat diperlukan adanya peta topografi lahan untuk menentukan tata cara penanaman. Pisang dapat ditanam secara monokultur ataupun tumpang sari dengan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi di wilayah setempat. Sebelum pisang ditanam maka bersihkan lahan dari sisa tanaman. Lubang tanaman ukuran 50 x 50 x 50 cm atau 60 x 60 x 40 cm (Sebuwufu, Rubaihayo, dan blomme, 2005).
PENANAMAN
Jarak tanam sesuai dengan jenisnya:
  • Kelompok Pisang Mas 2 x 2 m
  • Kelompok Ambon 3 x 3 m atau 3 x 2 m
  • Kelompok Kepok 3 x 3 m atau 3 x 3,5 m.

 

Lubang tanam diisi pupuk kandang ± 10 kg, kemudian dibiarkan 1-2 minggu baru ditanami. Penanaman pisang monokultur dapat dilakukan dengan barisan tunggal atau barisan ganda. Barisan ganda dapat dilakukan dengan pola segitiga untuk lahan dengan kemiringan kurang dari 15%.

 

Barisan ganda dengan pola segitiga

SAAT TANAM
Sebelum penanaman terlebih dahulu disiapkan ajir pada lahan yang telah selesai diolah dengan jarak tanam yang telah ditentukan. Penentuan waktu tanam erat kaitanya dengan ketersediaan air. Sebaiknya penanaman dilakukan saat awal musim hujan agar tanaman tidak kekeringan saat pertumbuhan awal dan panen dapat dilakukan saat musim kemarau. Apabila lahan pertanaman dilengkapi dengan sarana irigasi, maka penanaman dapat dilakukan setiap saat.

PEMELIHARAAN TANAMAN
Agar pemeliharaan tanaman efektif, sebaiknya dilakukan sesuai dengan pola perkembangan tanaman seperti skema di bawah ini.

 

Pemeliharaan tanaman meliputi pemangkasan, pembuangan anakan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit.

PEMANGKASAN
Pemangkasan daun disarankan untuk daun-daun yang mati/kering dengan tujuan untuk mengurangi penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan dan mencegah goresan daun pada buah. Disarankan setidaknya ada 6-8 daun sahat selama pembungaan untuk mendukung berat buah maksimal. Pemangkasan daun sebaliknya tidak dilakukan setelah pemangkasan bunga jantan. Untuk meningkatkan ukuran buah dapat juga dilakukan dengan mengurangi sisir terbawah pada tandan pisang. Perlakuan itu sebaiknya dilakukan saat memotong bunga jantan. Tanaman pisang yang daunya banyak yang rusak akan menyebabkan berkurangnya bobot tandan buah dan umur simpanya (Nakasone and Paul, 1999).

PEMBUANGAN ANAKAN
Untuk memilih anakan yang sesuai untuk produksi berikutnya adalah dengan jalan mengurangi jumlah anakan. Semakin tinggi dan banyak anakan yang dibiarkan akan mengurangi jumlah produksi/berat dan memperpanjang siklus tanaman berproduksi dari tahun pertama ke tahun berikutnya. Penjarangan anakan dilakukan setiap 4-6 minggu. Anakan yang dipilih atau disisakan adalah anakan yang terletak pada tempat yang terbuka dan berikutnya terletak diseberangnya. Pada pisang williams penjarangan anakan yang dilakukan pada ketinggian anakan 30 cm akan memperpendek siklus tanaman berproduksi dan meningkatkan produksi per pohonnya. Pengaruh tinggi anakan terhadap produksi buah dan siklus hidup dapat terlihat pada grafik di bawah ini.

PEMUPUKAN
Frekuensi pemupukan memegang peranan penting, terutama berkaitan dengan sifat unsur hara dalam tanah. Nitrogen dan Kalium bersifat sangat mobil dalam tanah sehingga pemberian harus lebih sering dibandingkan dengan hara yang tidak mobil seperti Pospor. Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan air setelah dilakukan pemupukan. Lahan yang keperluan airnya bergantung pada hujan, paling lama i minggu setelah pemupukan hendaknya menerima hujan. Apabila tidak, maka pemberian pupuk kurang bermamfaat karena intensitas cahaya yang besar menyebebkan terjadinya penguapan pupuk yang diberikan terutama pupuk nitrogen. Pada tanah-tanah masam ketersediaan hara sangat rendah, karena ketersediaan hara juga dipengaruhi oleh pH tanah. Untuk itu pada tanah-tanah masam perlu diberi kapur agar pH tanah dapat mencapai 5,5-6,0. Pemupukan tanaman pisang dilakukan secara periodik setiap 3 bulan sekali kecuali pupuk organik diberikan 1 kali pada saat tanam, diulang  satu tahun sekali. Dosis pupuk disesuainkan dengan kondisi lahan. Disarankan dilakukan analisa tanah dan daun apabila belum dilakukan dapat memakai analisa BPTP setempat. Apabila belum dilakukan analisa hara ataupun daun dapat dipakai pedoman umum kebutuhan hara tanaman pisang untuk satu siklus tanaman yaitu N 125-150 g/tanaman, 220 g/tahun, P₂O₅ 20-30 g/tanaman,45 g/tahun, K₂O 250-400 g/tanaman, 580 g/tahun dan Mg 30-60 g/tanaman, 70 g/tahun (subakti dan Suprijanto, 1996).
Hara dalam tanah akan terserap oleh buah pada waktu buah dipanen. Martin - Prevel (1990) mengemukakan bahwa pada pengusahaan pisang " Cavendish" dengan jumlah 2400 tan/ha dan produksinya 50 ton/Ha/tahun akan menyerap hara dalam tanah sejumlah 189 kg N/Ha; 29 kg P/Ha; 778 K/Ha dan 101 kg Ca/ha. Hara dalam tanah tersebut selain diserap oleh buah juga diserap oleh tanaman yang tersisa dalam tanaman yang dipanen. Kebutuhan kritis hara tanaman pada saat tanaman berbunga. Penundaan pemupukan berakibat penurunan hasil sampai 50%. Pemupukan dengan pupuk granular sebaiknya diberikan 3-4 kali setahun, dan ditingkatkan pada waktu hujan lebat. Dikarenakan akar tanaman pisang yang menyebar maka disarankan pemberian pupuk disekitar anakan.
ivan@2013