JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keragaman Dan Produksi Salak Indonesia

Penulis : Tri Budiyanti

Buah salak mengandung vitamin dan mineral yang sangat bermanfaat bagi kesehatan. Setiap 100 g buah salak mengandung 77 kalori, 0.5 g protein, 20.9 g karbohidrat, 28 mg kalsium, 18 mg fosfor, 4.2 mg besi, 0.04 mg vitamin B, dan 2 mg vitamin C Buah salak juga merupakan sumber anti oksidan yang tinggi karena kandungan polifenolnya (14,9 mg GAE/g) dan potensi antioksidan [72,9 mol setara troloks (TE)/g]. Rasa daging buahnya manis, sedikit asam dan segar membuat buah ini disukai konsumen. Selain dimakan sebagai buah segar, juga dapat diolah menjadi manisan, asinan, dodol, keripik dan lainnya, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang relatif lama.Salak merupakan komoditas ekspor yang menjadi andalan pendapatan negara di sektor pertanian. Indonesia merupakan pusat asal dan penyebaran salak di dunia.

Menurut  Zumaidar and Miftahuddin 2018, dalam genus Salacca di dunia berdasarkan nama yang berlaku ada 23 spesies yaitu S. acehensis S. affinis, S. bakeriana, S. clemensiana,.S. dolicholepis,  S. dransfieldiana, S. glabrescens, S. graciliflora,S. griffithii, S. lophospatha,  S. magnifica,  S. minuta,  S. multiflora, S. ramosiana, S. rupicola, S. secunda, S. sumatrana, S. vermicularis, S. zalacca, S. wallichiana, Salacca flabellata, S. sarawakensis dan S. stolonifer. Sebaran jenis salak terkonsentrasi di tiga wilayah yaitu Kalimantan, Semenanjung Malaya dan Sumatera. Salacca wallichiana adalah salak yang paling banyak dibudidayakan populer di Thailand, sedangkan S. zalacca merupakan jenis  yang paling populer di Indonesia khususnya di Pulau Jawa. Spesies ini juga dibudidayakan di Thailand, Malaysia, dan telah diperkenalkan ke New Guinea, Filipina, Queensland(Australia), Pulau Ponape (Kepulauan Carolina), dan Pulau Fiji.

S. zalacca  memiliki lebih dari 20 kultivar di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Jenis salak yang dibudidayakan secara luas di Indonesia tersebut terdapat tiga jenis yang menarik perhatian, yaitu salak Bali dengan ciri khusus berdaging buah tebal dan salak Pondoh yang citarasa daging buahnya manis tanpa sepet dan salak Sidempuan merah mempunyai keunggulan daging buah tebal, warna daging merah, rasa manis dan segar karena kadar air yang tinggi. Jenis salak Bali terdiri dari lima varietas yaitu salak Bali Gondok, salak Bali Putih, salak Bali Kelapa, salak Bali Nangka, salak Bali Gula Pasir, sedangkan salak Pondoh terdiri dari salak Pondoh Hitam, dan salak Pondoh Kuning. Selain itu ada juga jenis salak lokal yang diberi nama menurut daerah asalnya misalnya salak Suwaru, salak Enrekang, salak Condet dan salak Kersikan dan lain-lain.

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melakukan penelitian kegiatan persilangan-persilangan dengan menggunakan tetua salak Pondoh, Bali, Sidempuan, dan salak Jawa. Dari hasil persilangan tersebut telah diperoleh ± 25 populasi hibrida dan 4 populasi salak unggul local. Sampai saat ini, calon VUB yang telah dilepas menjadi VUB dengan SK. Mentan adalah Sari Intan 48, Sari Intan 541, dan Sari Intan 295 dan sudah berkembang di wilayah Kab.Bintan Kep. Riau.

salaca1

Gambar 1. Keragaman Salacca zalaca yang dibudidayakan di Indonesia

Produksi salak nasional mulai tahun 2012 sampai 2021  mengalami fluktuasi, walaupun cenderung meningkat yaitu mencapai 1,2 juta ton ditahun 2020. Konsumsi per kapita salak di Indonesia pada tahun 2021 yaitu 1,6 kg sehingga angka produksi dan kebutuhan dalam negeri maupun ekspor, salak masih surplus.  Untuk itu upaya meningkatkan ekspor salak masih masih dapat dilakukan. Permintaan ekspor salak antara lain dari  Singapura, Hongkong dan Malaysia , Cina, Jepang, Belanda dan Amerika Serikat.

salaca2

Sumber :  Statista Research Department, 2022
Gambar 2. Produksi salak di Indonesia tahun 2012 sampai 2021

Berdasarkan data dari Badan Pusat Sttatistik 2021 terlihat bahwa daerah sentra produksi salak menyebar hamper diseluruh wilayah Indonesia. Lima daerah yang mempunyai produksi salak tertinggi yaitu Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, Bali dan Sulawesi Utara.

salaca3

Gambar 3. Peta sentra produksi salak di Indonesia tahun 2020

Penulis : Tri Budiyanti

Pin It

Comments powered by CComment