JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Beberapa Cara Mudah Mengecambahkan Benih Pepaya

(Penulis : Tri Budiyanti)

Kegagalan perkecambahan benih  sering menjadi hambatan dalam budidaya pepaya. Faktor yang menyebabkan  benih pepaya tidak tumbuh  antara lain yaitu  teknik mengecambahkan  yang tidak teliti, viabilitas benih yang rendah dan factor lingkungan misalnya suhu dan kelembaban. Selain itu benih pepaya bersifat dorman yang artinya mengalami masa istirahat atau tidak dapat segera berkecambah. Dormansi pada benih pepaya  disebabkan oleh pengeringan selama penyimpanan. Benih yang dorman perlu dirangsang dengan perlakuan khusus untuk dapat berkecambah. Perlakuan heat shock pada suhu 35-40 oC  selama 4 jam kemudian ke air suhu 26 oC sebelum dikecambahkan dapat mematahkan dormansi pada biji pepaya. Perendaman air selain untuk pematahan dormansi  juga diperlukan untuk melunakkan kulit benih agar air dapat masuk kedalam biji. Air diperlukan untuk mengaktifkan beberapa hormon pertumbuhan pada benih, sehigga benih dapat tumbuh dan pengembangan embrio dan endosperm.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengecambahkan  biji pepaya. Berikut ini dapat dilihat beberapa cara mudah mengecambahkan biji dan persentase benih yang berkecambah.

  1. Perendaman benih
    Perendaman benih dilakukan dengan menggunakan air hangat (40-55 oC),setelah direndam benih ditiriskan.
  2. Perlakuan Teknik Perkecambahan
  1. Dibungkus tissue lembab dalam wadah petridish,
    Benih yang sudah direndam dibungkus menggunakan tissue dan semprot menggunakan air agar terjaga kelembaban benih. Masukan benih yang sudah dibungkus tadi ke dalam petridis dan tutup rapat. Letakkan di tempat dengan suhu ruang 26-31 0C.
  2. Dibungkus tissue lembab dalam wadah Botol Tertutup,
    Menyiapkan kertas tisu selanjutnya benih di bungkus menggunakan tisu tersebut dan semprot menggunakan air agar terjaga kelembaban benih. Masukkan benih yang sudah dibungkus tadi ke dalam Botol Kultur Jaringan dan tutup rapat menggunakan plastik dan diikat dengan karet. Letakkan di tempat yang terkena cahaya langsung, tetapi jangan terlalu terik sinarnya, Selanjutnya dijaga kelembaban benih dengan cara disemprot menggunakan air setiap hari.
  3. Disemai Dengan Pasir,
    Menyiapkan wadah sterofoam lalu disi dengan media. Media yang digunakan adalah pasir. Selanjutnya setiap sterofoam pasir diisi tidak terlalu penuh selanjutnya benih disemai. Letakkan di tempat yang terkena cahaya langsung, tetapi jangan terlalu terik sinarnya, Selanjutnya dijaga kelembaban benih dengan cara disemprot menggunakan air  setiap hari.
  4. Penimbunan benih terbungkus kain dengan pasir,
    Menyiapkan wadah untuk penguburan. Wadah yang digunakan adalah pot tanaman yang berisi media pasir. Selanjutnya siap kan kain basah/lembab dan bungkus benih menggunakan kain tersebut dan diikat sesuai dengan pengulangan masing-masing, Selanjutnya dijaga kelembaban benih dengan cara disemprot menggunakan air setiap hari.

kcmbh1

a. Benih dibungkus tissue disimpan pada petridish pada suhu ruang (Pagi 27,5 0C ; Siang 29,5 0C)
b. Benih dibungkus tisue disimpan pada botol tertutup screen house (Pagi 29 0C ; Siang 30,5 0C)
c. Benih disemai pada media pasir di screen house (Pagi 29 0C ; Siang 30,5 0C)
d. Benih dibungkus kain dan dikubur di pasir

kcmbh2

Grafik 1. Jumlah benih berkecambah harian benih papaya

Pada gambar grafik 1, terlihat benih  mulai berkecambah pada hari ke-7, tetapi pada hari ke-12 hari setelah semai (HSS) menunjukkan bahwa cara perkecambahan dengan penimbunan benih terbungkus kain dengan pasir memiliki jumlah benih berkecambah tertinggi dibanding cara lain. Cara perkecambahan dalam wadah petridish dan  botol tertutup menghasilkan jumlah benih berkecambah yang lebih rendah dibanding cara lainnya.

Penulis : Tri Budiyanti

Pin It

Comments powered by CComment