JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PERSILANGAN ANTAR GALUR SEMANGKA KOLEKSI BALAI PENELITIAN TANAMAN BUAH TROPIKA

Makful dan Kuswandi

Semangka (Citrullus lanatus Thumb.) banyak ditanam di wilayah tropis dan subtropis, tersebar di Asia Tenggara, Afrika, Karibia dan bagian selatan Amerika Serikat merupakan tanaman ekonomis tinggi (Sultana, RS & Bari 2003). Adanya serat di dalam buah semangka dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan menurunkan kolesterol, mencegah sembelit, menjaga fungsi saluran pencernaan, wasir dan penyakit divertikular (Sharma et al. 2005). Semangka juga  mengandung lycopene pada daging buah, yang dipercaya mampu mengurangi resiko kanker (Naz et al. 2014).

Kesuksesan dalam program pemuliaan semangka hibrida di Indonesia sampai saat ini masih sangat terbatas. Kendala yang dihadapi dalam program pemuliaan semangka antara lain kurangnya sumber daya genetik dan cekaman lingkungan seperti kelembaban tinggi, curah hujan tinggi, dan serangan hama dan penyakit yang menyebabkan gagal panen. Hal ini menyebabkan ketergantungan yang sangat tinggi terhadap varietas komersil yang dirilis oleh perusahaan benih asing (Bahari et al. 2012).

Pemuliaan pada tanaman menyerbuk silang seperti semangka memiliki beberapa kelebihan dibandingkan varietas bersari bebas, seperti dalam peningkatan yang mengarah ke heterosis, dan stabilitas hasil yang lebih baik.  Program pemuliaan semangka pada awalnya bertujuan untuk mendapatkan varietas berdaya hasil tinggi (Gusmini & Wehner 2005). Selanjutnya juga diarahkan kepada perakitan varietas tahan cekaman abiotik (Karipcin, et al. 2008; Yoshimura 2008; Wakindiki & Kirambia 2011) dan biotik (Cralll et al. 1994; Hopkins & Levi 2008).

Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika sampai saat ini telah memiliki delapan galur semangka yang telah stabil secara genetik. Kedelapan galur terdiri dari empat nomor dengan warna daging merah dan empat nomor dengan warna daging kuning. Kedelapan galur ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai tetua dalam mendapatkan varietas unggul baru, baik hibrida maupun varietas bersari bebas. Penelitian ini merupakan tahapan evaluasi dari hibrida silang tunggal yang dihasilkan dari kombinasi persilangan berbagai galur inbred yang dilakukan oleh tim pemulia semangka Balitbu Tropika.  Penelitian bertujuan untuk mengetahui keragaan hibrida semangka koleksi Balitbu Tropika dan untuk mengevaluasi keunggulan masing-masing hibrida.

METODE PENELITIAN

Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika pada bulan April sampai dengan Juli 2016. Materi yang digunakan terdiri dari 19 kombinasi persilangan, yaitu BT1 x BT3, BT1 x BT4, BT1 x SGP, BT3 x BT1, BT3 x BT5, BT3 x BT6, BT4 x BT2, BT4 x BT4P, BT4 x BT6, BT4 x BT4P, BT4P x BT4, BT4P x BT1, BT4P x BT5, BT5 x BT4, BT5 x BT1, BT5 x BT3, BT5 x BT4, BT6 x SGP, dan SGP x BT6.  Kesembilan belas hasil silangan berasal dari empat galur dengan warna daging kuning dan empat galur dengan warna daging merah. Masing-masing hibrida ditanam di dalam bedengan berukuran 16 x 6 m, dengan jumlah 30 tanaman per bedengan.

Peubah yang diamati terdiri dari bobot buah, warna kulit buah, warna daging buah, warna biji dan total padatan terlarut (TSS). Seleksi hibrida didasarkan kepada karakter yang disukai petani seperti bobot buah berkisar antara 4-6 kg, warna daging merah atau kuning dan rasa manis. Percobaan merupakan percobaan deskriptif. Data hasil pengamatan ditampilkan dalam bentuk rataan dan gambar.

HASIL DAN PEMBAHASAN 

Hibrida hasil persilangan galur koleksi Balitbu Tropika berjumlah 19 hasil silangan. Nomor silangan yang memiliki bobot buah tertinggi adalah BT4 X BT4P dan BT5 x BT3 dengan rerata bobot per buah mencapai 7,7 kg, sedangkan bobot buah paling ringan dimiliki oleh BT3 x BT6, yaitu 1,9 kg (Tabel 2). Konsumen memiliki preferensi yang berbeda terhadap bobot buah semangka, petani lebih menyukai buah berukuran 4-6 kg karena akan menghasilkan produksi yang tinggi, sementara konsumen buah untuk konsumsi rumah tangga lebih menyukai buah berukuran kecil dengan bobot maksimal 3 kg per buah, karena satu buah langsung habis dikonsumsi satu keluarga tanpa harus disimpan jika bersisa.

Tabel 1. Karakter tetua semangka Balitbu Tropika sebagai materi persilangan

Tabel 2. Karakter kualitatif hasil persilangan semangka Balitbu Tropika

Warna kulit semangka hasil persilangan koleksi Balitbu Tropika ada tiga, yaitu hijau muda berlorek, hijau muda polos, dan hijau gelap polos. Buah semangka dengan warna hijau muda berlorek merupakan buah semangka pada umumnya yang biasa ditemukan di pasaran. Semangka dengan warna kulit buah hijau tua polos biasanya identik dengan karakter berkulit tebal, tekstur kulit buah lentur, sehingga tahan pecah dan tahan simpan.  Sedangkan semangka dengan warna kulit buah hijau muda polos diduga akibat terjadinya penggabungan dua karakter resesif pada saat pembentukan warna kulit. Warna kulit buah hijau muda polos biasanya akan tertutupi oleh warna kulit buah hijau tua polos dan hijau muda berlorek (Gambar 1.A. warna lebih dominan dari warna gambar 1.B. lebih dominan dari warna gambar 1.C.). Hasil silangan yang memiliki warna kulit buah hijau muda polos adalah BT4 x BT2. (Gambar 1).

                                                                                                    A                                             B                                                 C

Gambar 1. Keragaan warna kulit buah semangka koleksi Balitbu Tropika

Seperti diketahui, warna daging buah semangka biasanya berwarna merah atau kuning. Hasil persilangan semangka terkait ekspresi warna daging buah lebih dipengaruhi oleh tetua betina. Warna daging buah merah kuning bisa terjadi ketika tanaman betina dengan merah diserbuki bunga jantan dari tanaman yang warna daging buahnya kuning atau sebaliknya. Hasil silangan yang memiliki ekspresi warna daging buah mozaik merah kuning adalah BT4 x BT4 P dan BT4P x BT4 (Gambar 2.C.).

         Gambar 2. Keragaan warna daging buah semangka Balitbu Tropika

TSS atau total padatan terlarut biasanya berhubungan dengan kemanisan, walaupun sebenarnya kemanisan pada buah juga dipengaruhi oleh total asam. Hasil silangan yang memiliki rata-rata TSS paling tinggi adalah BT5 X BT4 yaitu 11,4 °briks, sedangkan rata-rata TSS paling rendah terdapat pada BT4P x BT1, yaitu 7,2 °briks. Buah semangka yang diminati petani dan konsumen kalangan menengah ke bawah biasanya memiliki bobot buah 4-5 kg dan rasa manis  (TSS ≥ 10 °briks (Tabel 2).

KESIMPULAN

Hibrida yang dihasilkan berjumlah 19 nomor silangan. Hibrida tersebut memiliki keragaman dalam ukuran, warna kulit buah, warna daging buah dan kemanisan. Hibrida yang memiliki keunggulan berupa rasa manis dan bobot diatas 4,5 kg adalah BT1xSGP, BT4 x BT2, BT4 x BT4P dan BT6 x SGP.

Narasumber: Makful dan Kuswandi