JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
#gruemenu.grue

POTENSI PENGEMBANGAN USAHATANI NANAS DI SUMATERA SELATAN

POTENSI PENGEMBANGAN USAHATANI NANAS DI SUMATERA SELATAN

NLP. Sri Ratmini dan Yenni
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan
Jln. Kol. H. Barlian No. 83 Km 6
Palembang

Sumatera Selatanterkenal dengan produksi buah-buahan. Nanas biasanya ditanam di kebun-kebun rakyat dan pekarangan rumah. Nanas masih dibudidayakan secara tradisional dengan cara menanam nanas pada lajur-lajur kebun. Nanas tersedia sepanjang tahun tak dipengaruhi oleh musim hujan maupun musim kemarau. Perkebunan nanas di Palembang luasnya mencapai 4.670 ha dengan total produksinya 513.858 ton yang tersebar diseluruh kabupaten di Sumsel. Pada tahun 1970, Palembang merupakan produsen terbesar buah nanas di Indonesia. Hasil panen yang melimpah membuat nanas tidak hanya di jual di Sumatera namun penjualannya hingga ke pulau Jawa. Keunggulan Nanas dari Sumatera Selatan adalah rasa buahnya sangat manis, mempunyai bobot yang lebih berat yaitu 1204 gr, kandungan vitamin C 42,53 mg/100gr dan kandungan sari buah 60,58% dibandingkan dengan nanas lainnya. Kendala yang dihadapi dalam usahatani nanas saat ini adalah budidaya karet menjadi favorit petani di Palembang sehingga nanas hanya dijadikan sebagai tanaman sela/pendamping tanaman karet sehingga hasil panen nanas menurun drastis. Produksi nanas dapat ditingkatkan dengan memperbaiki teknologi budaya dan perbaikan kelembagaan.
Kata kunci: potensi; usahatani; dan nanas

Abstract. NLP. Sri Ratmini and Yenni. 2010. The development potential of pineapple farming in South Sumatra. South Sumatra is known for its fruits such as pineapple. Pineapples are usually planted in field and yard. It’s traditionally cultivated by planting on field’s lanes. Pineapples are an annual fruit which not influenced by the dry and rainy season. In Palembang, pineapple plantation reached 4670 ha with total production is 513,858 tons of which are scattered throughout the district in South Sumatra. In 1970, Palembang is the largest producer of pineapple in Indonesia. Abundant harvests make pineapple not only sold in Sumatra, but also Java. The superiority of South Sumatra Pineapple are sweet flavor, heavier weight (1204 grams), Pineapples have content of 42.53 mg/100gr vitamin C and 60.58% more fruit juice compared to the other. In Palembang, pineapple farming has a constraint that is competitive with rubber plant which preferred by farmers. Therefore pineapple is only used as plant sidelines/companion crop of rubber so that it’s crop has dropped dramatically. Pineapple production can be enhanced by improving institutional improvement and cultivation technology.
Keywords: Potential; Farming; Pineapple
Pin It