JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
#gruemenu.grue

Improvement of Commercial Mango Varieties Through Crosses

Arumanis 143 and Gedong Gincu are mango varieties to meet domestic and export markets. In addition to the two varieties superior varieties to meet the export market going forward are Ken Layung and Garifta. One of the Marif Garifta, one of which is the Red Garifta was released by the Tropics of Balitbu in 2009. This Garifta Mango by the Directorate General of Horticulture has been developed in eleven provinces in Indonesia. The problem that arises is that the commercial mangoes are not resistant to high rainfall so that if flowering and fruiting occur during the rainy season, many flowers and fruit fall out, therefore it is necessary to improve the character of these varieties. One way that can be done to improve the character is through crosses. The research aims to obtain progeny from commercial mango crossing with 3 varieties of mango that are tolerant of high rainfall. The study was conducted at KP. Cukurgondang, Pasuruan, East Java. The elders used were 4 commercial mango varieties, namely: (1) Arumanis 143, (2) Gedong Gincu, (3) Ken Layung, and (4) Red Garifta, and 3 mango varieties that are tolerant of high rainfall, namely: ( 5) Durih, (6) Bangalora, and (7) Malgova. The results showed that from the results of crossing obtained 19 progeny with the percentage of successful crossing of 0.21%.
This study aims to obtain progeny from commercial mango crossbreeding (Arumanis 143, Gedong Gincu, Ken Layung, and Red Garifta) with 3 varieties of mango that are tolerant of high rainfall.
The number of flowers crossed is not the same for each parent (Table 2). This happens because there are elders who do not flower at all even though the parent plant has been stimulated by ZPT or female elders to flower but the height of the tree is not reached so it is not possible to pass through crosses.
Number of finished fruit (1 week and 4 weeks old)
The number of fruit that became 1 week after crossing was still relatively high, namely 52.08%, 35.08%, 49.32%, and 51.16% in Arumanis 143 female elders, Gedong Gincu, Ken Layung and Garifta respectively Red, while in the reciprocal, namely female Durih 59.23% and Bangalora 55.40%. The high fruitet age of 1 week is due to the absence of rain during the crossing. At the age of 4 weeks after the crossing of the fruit which has fallen drastically to 3.21%, 3.90%, 4.07 and 1.27% for female elders Arumanis 143, Gedong Gincu, Ken Layung and Garifta Merah. This happens because at the age of 15 days after the crossing occurs endosperm degeneration so that the fruit will fall (Iyer and Schnell, 2009). Differences in the number of ovaries also occur between a combination of elders.
In crossing with Durih female parents, the highest percentage of ovaries both at 1 week and 4 weeks after crossing (59.23% and 8.46%) compared to other female parents. Gedong Gincu female elders produced the lowest possible ovaries at 1 week (35.08%) while at 4 weeks after crossing the Red Garifta female elders produced the lowest possible ovaries (1.27%). Differences in the results of this cross are suspected to be different incompatibilities between the crossed elders.

 

Left: Emaskulasi discard male and ugly flowers
Right: wrapping

Left: Disposing of stamens that are still left behind
Right: Crossing the male pollen (selected vareietas)

Fulltext...

Source: Proceedings of Non-Functional Functional Technical Tenu
         Yogyakarta 4-6 July 2018

Kuning Gading, Rambutan Non Komersil Berdaging Tebal

Unik, mungkin itulah kata yang tepat untuk menggambarkan rambutan yang satu ini. Rambutan koleksi plasma nutfah Balitbu Tropika di Kebun Percobaan Aripan ini benar-benar unik. Warna kulitnya yang kuning begitu menggoda setiap orang yang melihatnya. Sepintas orang akan menganggap aksesi rambutan yang satu ini memiliki karakter yang mirip dengan Rapiah, bahkan lebih unggul karena memiliki ukuran buah yang lebih besar dan daging buah lebih tebal.

Musim panen aneka komoditas buah-buahan di Balitbu Tropika sebentar lagi akan segera tiba. Diperkirakan sekitar pertengahan Januari sampai Februari buah rambutan akan melimpah di pasaran. Pada saat itu rambutan Kuning Gading juga akan matang di pohon. Sangat disayangkan buahnya tidak diminati konsumen. Cita rasa daging buahnya yang sedikit asam membuat orang enggan untuk memakannya. Walaupun demikian bukan berarti rambutan ini tidak bermanfaat. Daging buahnya yang tebal sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai produk olahan berbahan dasar rambutan. Tentu saja dengan menambahkan gula terlebih dahulu.

Rambutan Kuning Gading memiliki performa mirip varietas Lebak Bulus. Bentuk buahnya agak oval dengan rambut yang panjang dan lebat. Buahnya agak susah dipetik dari tangkainya menggunakan tangan. Panen sebaiknya dilakukan menggunakan gunting panen. Pertumbuhan pohonnya sangat vigor dengan daun yang rimbun dan buah yang sangat lebat. Jumlah buah rambutan Kuning Gading dapat mencapai 25-30 buah dalam satu tandan. Kulit buahnya agak tahan terhadap serangan penyakit embun jelaga sehingga tampilan buah menjadi tampak menarik.

Nofiarli,  salah seorang peneliti Pasca Panen di Balitbu Tropika sedang mendaftarkan paten produk olahan berbahan dasar rambutan Kuning Gading. Diharapkan produk ini dapat meningkatkan nilai tambah rambutan non komersil yang terbuang percuma saat panen raya tiba.

Sumber : Kuswandi

Semangka Black Saga Siap Mengikuti Kesuksesan Serif Saga Agrihorti

Semangka Black Saga Siap Mengikuti Kesuksesan Serif Saga Agrihorti

Semangka varietas Serif Saga Agrihorti merupakan varietas semangka bersari bebas yang telah dirilis Kementerian Pertanian. Varietas yang dirilis pada tahun 2015 silam ini, cukup diminati oleh masyarakat. Disamping rasanya yang sangat manis (TSS mencapai 17°Brix), dan warna daging merah menyala seperti warna kulit biji Saga, semangka Serif Saga Agrihorti adalah VUB semangka yang sangat berpihak kepada petani. VUB ini merupakan varietas bersari bebas/komposit yang benihnya dapat diproduksi sendiri oleh petani untuk penanaman pada musim tanam berikutnya. Dengan menanam VUB ini secara terisolasi minimal pada jarak 500 m dari varietas lain akan dapat dijaga kemurnian varietasnya. Benih yang dihasilkan dari penanaman terisolasi ini dapat dimanfaatkan lagi untuk ditanam pada generasi berikutnya.

Mengikuti kesuksesan semangka Serif Saga Agrihorti, saat ini tim peneliti semangka Balitbu Tropika sedang melakukan serangkaian pengujian, yang meliputi evaluasi galur-galur semangka bersari bebas, yang akan dilanjutkan dengan uji observasi calon VUB semangka bersari bebas, dan terakhir uji keunggulan dan kebenaran varietas yang akan dibarengi dengan penyusunan naskah pendaftaran varietas.

Setidaknya ada 4 galur unggul yang akan diuji, dan salah satu galur yang akan didaftarkan tahun depan adalah galur yang dikode dengan nama BT3 (Balitbu Tropika 3). Galur ini rencananya akan dirilis dengan nama Black Saga. Alasan pemberian nama Black Saga, karena warna kulit buahnya yang berwarna gelap, dan diidentikkan dengan warna hitam (Black), sedangkan Saga karena warna daging buahnya mirip warna kulit biji Saga (Adenanthera pavonina). Disamping itu, pemberian nama Saga juga dimaksudkan untuk mengikuti kesuksesan Serif Saga. Untuk menjelaskan kepada petani bahwa varietas yang akan dirilis ini memiliki warna daging dan rasa yang sangat manis seperti semangka Serif Saga, dengan tampilan warna kulit buah yang berbeda (Gambar 1).

Gambar 1. Keragaan buah semangka Balitbu Tropika a) Black Saga b) Serif Saga Agrihorti.

Semoga proses pendaftaran varietas semangka bersari bebas Black Saga berjalan dengan lancar, dan dapat segera dimanfaatkan oleh petani semangka di seluruh Indonesia.

Narasumber: Kuswandi, SP, MSi

 

Penyakit Darah

Penyakit darah pada pisang disebabkan oleh bakteri patogen tanaman yang disebut Ralstonia solanacearum ras 2, P. celebensis, atau Banana Blood Disease (BDB).

Gejala penyakit

1. Gejala luar

Terjadinya penguningan daun pada daun yang telah membuka penuh (Gambar 1).  Pada tanaman dewasa, pangkal daun ini akan patah sehingga daun akan menggantung di sekitar batang. Pada anakan akan menunjukkan gejala layu, meskipun infeksinya tidak selalu sistemik. Seringkali tanaman sakit dapat menghasilkan anakan yang sehat. Pada tanaman pisang yang sudah menghasilkan buah jika jantung pisangnya masih ada akan tampak mengering dan mengkerut serta menghitam (Gambar 2)

 

2. Gejala dalam

Jika batang dipotong akan tampak pada pembuluh vaskularnya adanya nekrosis yang berwarna merah ke coklatan. Selain itu juga dari bagian yang dipotong akan keluar lendir bakteri yang berwarna putih sampai coklat kemerahan atau kehitaman. Jika dilihat dari luar, buah pisang yang terserang penyakit darah seringkali tampak sehat, namun jika dipotong buah pisang yang sakit akan busuk dan berisi lendir bakteri yang berwarna kuning kemerahan ataupun merah kehitaman

         

Gejala penyakit Darah. Tampak daun yang menguning patah.

Buah terinfeksi melalui jantung pada pisang Kepok

Perubahan warna daging buah dan pembusukan pada buah pisang Kepok muda 

Perubahan warna daging buah dan pembusukan pada buah pisang Kepok muda 

Cara Penyebaran Penyakit Darah

Penyakit darah dapat tersebar melalui beberapa perantara, yaitu:

  • Dari satu tempat ke tempat lainnya oleh manusia melalui bahan tanaman ataupun buah yang diperoleh dari tanaman yang terinfeksi.
  • Melalui serangga penyerbuk yang singgah pada bunga sakit dan kemudian singgah lagi pada bunga sehat
  • Penyebarannya dapat pula terjadi karena melalui bibit yang sakit, melalui alat-alat pertanian, aliran air, dan alat-alat transportasi.

Respon tanaman terhadap penyakit:

Penyakit darah terutama menyerang pisang kepok dan kadangkala ditemukan juga menyerang pisang siem.

Cara pengendalian penyakit sebagai berikut:

Preventif:

  1. Selalu gunakan bibit tanaman pisang yang bebas penyakit tanaman (semua pisang rentan) dengan tujuan menjaga keluar masuknya penyakit ke daerah baru.
  2. Cegah serangga penular/pembawa penyakit dengan cara bungkus segera jantung pisang segera setelah keluar dengan kantong plastik, kertas ataupun bahan lain dengan tujuan untuk mengurangi penularan penyakit dalam dan di antara lokasi yang ditularkan oleh serangga pengunjung bunga. Jangan tunggu sampai mekar baru dibungkus.
  3. Potong sesegera mungkin jantung pisang begitu sisir buah terakhir sudah selesai keluar.

Kuratif:

Eradikasi tanaman dengan cara segera hancurkan dan musnahkan tanaman sakit dan tanaman pisang yang ada disekilingnya, selanjutnya selalu amati dan perhatikan jikalau sisa-sisa tanaman sakit yang telah dihancurkan tersebut tumbuh kembali.

 

 

Naskah : Sahlan

Editor : Tim Web