JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
#gruemenu.grue

Topworking Pada Tanaman Mangga Muda

Topworking Pada Tanaman Mangga Muda

Teknologi topworking pada tanaman mangga telah membantu dalam mengatasi perbaikan varietas, pengkayaan plasma nutfah, penggantian varietas lama, dimana dengan teknologi ini bisa  memperpendek masa juvenil. Berikut adalah aplikasi teknologi topworking pada tanaman mangga yang masih berumur relatif muda, kurang lebih berumur 8 tahun. Perbedaan yang utama adalah pemangakasan pohonnya dimana kalau memanfaatkan tanaman yang sudah berumur diatas 15 tahun perlakuannya adalah

Teknologi Pembuahan Mangga Di Luar Musim (Off - Season)

Teknologi Pembuahan Mangga Di Luar Musim (Off - Season)

Tanaman mangga mempunyai sifat berbuah  ‘musiman’ rata-rata sekali dalam setahun (annual bearing). Di Indonesia khususnya di  Pulau Jawa musim buah mangga (terutama Arumanis dan Gedong Gincu) jatuh pada bulan Oktober- Desember. Pada saat musim buah raya (on-season), harga buah mangga menjadi sangat murah, misalnya Arumanis yang biasanya Rp. 10.000/kg  turun  menjadi  Rp. 2.000/kg. Untuk mengatasi permasalan tersebut,perlu pengaturan pembuahan mangga agar tanaman dapat panen di luar musim (off-season). Keuntungan dari pengaturan pembuahan mangga di luar musim antara lain harga buah mangga di luar musim lebih tinggi dibanding pada musim raya sehingga akan menguntungkan petani (keuntungan ekonomi). Selain itu buah akan tersedia dalam waktu yang panjang, sehingga membantu pemenuhan gizi masyarakat dan pengurangan impor buah.

INA-03, Kandidat Kultivar Unggul Pisang Tahan Layu Fusarium (Tr-4)

INA-03, Kandidat Kultivar Unggul Pisang Tahan Layu Fusarium (Tr-4)

Penyakit layu Fusarium adalah masalah utama dalam budidaya tanaman pisang selain layu bakteri (penyakit darah), BBTV dan sigatoka. Penyakit ini sangat sulit ditanggulangi karena keberadaannya dalam tanah bisa bertahan puluhan tahun tanpa mengurangi daya virulensinya. Berbagai teknik pengendalian telah dilakukan baik pengendalian secara kimiawi, kultur praktis maupun hayati, namun belum menunjukkan hasil yang maksimal. Meskipun demikian peluang yang dapat dikembangkan adalah penggunaan kultivar tahan, karena lebih mudah, murah dan yang penting ramah lingkungan.

Dukungan UPBS Balitbu Tropika Dalam Pengembangan Durian Tambago Sungai Tarab

Balitbu Tropika 2017. Pada tahun 2014, Balitbu Tropika bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, telah melakukan eksplorasi dan seleksi durian yang ada di Tanah Datar. Dari kegiatan tersebut ditemukan beberapa durian unggul, salah satunya yaitu durian dari daerah Jorong Kumango Selatan, Nagari Kumango, Kecamatan Sungai Tarab milik Kuri Kusie (almarhum) yang diberi nama Durian Tambago Sungai Tarab. Durian ini mempunyai keunggulan warna daging kuning cerah, daging cukup tebal, rasa manis hingga sangat manis dengan sedikit rasa pahit, aroma sedang, produksi tinggi (820–1.220 kg/pohon/tahun) dan cocok ditanam di daerah dataran menengah. Durian Tambago Sungai Tarab ini telah didaftarkan pada tahun 2015, sehingga untuk percepatan pengembangannya perlu dukungan benih dalam jumlah besar.

Pemerintah daerah Kabupaten Tanah Datar pada tahun 2017 akan memperbanyak 1.000 benih durian Tambago Sungai Tarab. Perbanyakan akan dilakukan oleh penangkar-penangkar yang ada di Tanah Datar dan Balitbu Tropika mengambil peran dalam bimbingan teknis pada saat perbanyakan. Rencana benih yang dihasilkan akan digunakan untuk pembentukan kebun produksi durian di wilayah Tanah Datar.

Gambar 1. Tanaman dan buah durian Tambago Sungai Tarab

Perbanyakan benih dalam jumlah yang besar tentu tidak bisa hanya mengandalkan Pohon Induk Tunggal (PIT). Terobosan yang dilakukan untuk percepatan produksi benih durian Tembago Sungai Tarab  dilakukan dengan pembuatan  Benih Dasar/Benih Pokok dalam jumlah yang memadai. Tujuannya yaitu agar produksi benih oleh penangkar akan berjalan dengan cepat dan jumlah yang banyak. Unit Pengelola Benih Sumber (UPBS) Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika memberikan dukungan terhadap produksi benih durian Tembago Sungai Tarab. Dalam pelaksanaan perbanyakan benih dasar/benih pokok, setiap tahapannya  selalu diawasi oleh pengawas benih dari BPSB Sumatera Barat  mulai dari pengambilan entres, perbanyakan hingga penyalurannya. Tahun 2016, UPBS telah memperbanyak 150 batang benih dasar/benih pokok dan akan  ditambah lagi sejumlah 300 batang pada tahun 2017.

Untuk tahap awal, benih tersebut telah disalurkan kepada pengelola PIT Durian Tembago Sungai Tarab yaitu Sarin sejumlah 15 benih, yang diharapkan nanti menjadi pohon induk sebagai bahan perbanyakan berikutnya. Sarin sebagai pengelola PIT sangat berkeinginan agar dapat meproduksi benih durian tersebut, namun pengetahuan dan keterampilan produksi menjadi kendala. Untuk tahap awal Sukarmin selaku teknisi Balitbu Tropika, memberikan pelatihan singkat kepada  Sarin mengenai cara perbanyakan benih durian dengan teknik sambung pucuk.

Gambar 2. benih Durian Tambago Sungai Tarab(kiri). Sosialisasi cara perbanyakan benih durian dengan teknik sambung pucuk (kanan)

Sumber: Farihul Ihsan & NLP Indriyani
Editing: Tim Website
25 Januari 2017