JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SELEKSI DINI HIBRIDA F1 MANGGA PRODUKTIF DAN BEWARNA MERAH BERDASARKAN AKTIFITAS ENZIM ESTERASE DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN

Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

 

Abstrak
Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno
. 2012. Seleksi Dini Hibrida F1 Mangga Produktif dan Bewarna Merah Berdasarkan Aktifitas Enzim Esterase dan Kandungan Antosianin. Arumanis 143 merupakan varietas mangga unggul nasional yang memiliki kualitas buah cukup baik dan sudah dikenal dipasar, tetapi tingkat produktivitas nya masih rendah dan kulit buah tetap bewarna hijau walaupun sudah masak. Persilangan antara mangga Arumanis dengan varietas yang lebih produktif dan bewarna merah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki produktifitas dan mengubah warna menjadi merah. Penelitian dilakukan mulai dari Januari sampai dengan Desember 2006 di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian untuk menyeleksi secara dini karakter produktif dan warna merah pada kulit buah terhadap 19 semaian hibrida F1 hasil persilangan antara induk Arumanis 143 dengan mangga-mangga Cukurgondang melalui analisis aktifitas enzim esterase dan kandungan antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 semaian hibrida F1 ada empat semaian yang produktifitasnya lebih rendah dan 15 semaian yang produktifitasnya lebih tinggi dari tetua induk Arumanis 143. Dari 15 semaian ada lima semaian yang sangat produktif karena aktifitas enzim esterase nya lebih tinggi daripada standar (tetua paling produktif yaitu Keith), sehingga nomor 25, 33, 35, 47, dan 50. Hasil kandungan antosianin menunjukkan bahwa hampir seluruh semaian hibrida F1 memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dari induk arumanis 143, tetapi yang memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dari standar (Apel dan Khirsapati Maldah) ada empat semaian, yaitu hibrida dari persilangan nomor 20, 25, 44, dan 48. Keempat semaian tersebut selanjutnya dikategorikan sebagai kandidat varietas mangga Arumanis yang kulit buahnya berpotensi bewarna merah. Khusus semaian hibrida F1 dari persilangan no 25 selaian lebih produktif juga kulit buahnya berpotensi bewarna merah.

Katakunci: Mangga; Hibrida; Seleksi; Enzim esterase; Antosianin.

Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno. 2012. Seleksi Dini Hibrida F1 Mangga Produktif dan Bewarna Merah Berdasarkan Aktifitas Enzim Esterase dan Kandungan Antosianin. J. Hortikultura. 22(3) : 217223.

12 Nopember 2015


 

ANALISIS KERAGAMAN GENETIK MANGGIS MENGGUNAKAN TEKNIK  AMPLIFIED FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISM (AFLP)

MAKFUL, S PURNOMO, SUNYOTO
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jl. Raya Solok-Aripan Km.8, Solok 27301
BPTP Jawa Timur Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301

Abstrak.
Makful, S Purnomo, Sunyoto. 2010. Analisis Keragaman Genetik Manggis Menggunakan Teknik Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP).
Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2004 sampai dengan Desember 2005 di Laboratorium Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Buah dan Laboratorium Bioteknologi Balai Penelitian Tanaman Perkebunan. Penelitian bertujuan mengetahui keragaman genetik manggis berdasarkan analisis molekuler dengan teknik AFLP menggunakan lima pasang primer. Analisis keragaman menggunakan program NTSys. Hasil amplifikasi amplified fragment length plymorphism (AFLP) terhadap sembilan sampel genom manggis menunjukkan adanya keragaman yang tinggi. Dengan metode unweighted pair-group with arithme average (UPGMA) pada koefisien jarak genetik 60% menghasilkan satu kelompok genom. Pada nilai koefisien kesamaan genetik 70%, aksesi manggis dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok 1 terdiri atas sampel 8-( Garcinia sp. manggis hutan-1), 13-(G. mundar), 17-(Garcinia sp. manggis hutan-asam), kelompok 2 mencakup sampel 19-(G. mangostana Pasarminggu-2), 20-( G. mangostana Pasarminggu-1), 22-(G. mangostana Jayanti-2), dan kelompok 3 terdiri atas sampel 25-(G. malaccensis-Jambi), 26-( G. malaccensis Bukit Kawang Medan PK 1), dan 27-(G. malaccensis Bukit Lang PK 2). Informasi variabilitas genetik diharapkan dapat mendukung program pemuliaan manggis.

Katakunci: Garcinia sp; Amplified fragment length plymorphism (AFLP); Keragaman genetik

Makful, S Purnomo, Sunyoto. 2010. Analisis Keragaman Genetik Manggis Menggunakan Teknik Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP). J. Hortikultura. 20(4) : 313 – 320.

12 Nopermber 2015