JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

ANALISIS KERAGAMAN GENETIK MANGGIS MENGGUNAKAN TEKNIK  AMPLIFIED FRAGMENT LENGTH POLYMORPHISM (AFLP)

MAKFUL, S PURNOMO, SUNYOTO
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jl. Raya Solok-Aripan Km.8, Solok 27301
BPTP Jawa Timur Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301

Abstrak.
Makful, S Purnomo, Sunyoto. 2010. Analisis Keragaman Genetik Manggis Menggunakan Teknik Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP).
Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret 2004 sampai dengan Desember 2005 di Laboratorium Pemuliaan Balai Penelitian Tanaman Buah dan Laboratorium Bioteknologi Balai Penelitian Tanaman Perkebunan. Penelitian bertujuan mengetahui keragaman genetik manggis berdasarkan analisis molekuler dengan teknik AFLP menggunakan lima pasang primer. Analisis keragaman menggunakan program NTSys. Hasil amplifikasi amplified fragment length plymorphism (AFLP) terhadap sembilan sampel genom manggis menunjukkan adanya keragaman yang tinggi. Dengan metode unweighted pair-group with arithme average (UPGMA) pada koefisien jarak genetik 60% menghasilkan satu kelompok genom. Pada nilai koefisien kesamaan genetik 70%, aksesi manggis dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok yaitu kelompok 1 terdiri atas sampel 8-( Garcinia sp. manggis hutan-1), 13-(G. mundar), 17-(Garcinia sp. manggis hutan-asam), kelompok 2 mencakup sampel 19-(G. mangostana Pasarminggu-2), 20-( G. mangostana Pasarminggu-1), 22-(G. mangostana Jayanti-2), dan kelompok 3 terdiri atas sampel 25-(G. malaccensis-Jambi), 26-( G. malaccensis Bukit Kawang Medan PK 1), dan 27-(G. malaccensis Bukit Lang PK 2). Informasi variabilitas genetik diharapkan dapat mendukung program pemuliaan manggis.

Katakunci: Garcinia sp; Amplified fragment length plymorphism (AFLP); Keragaman genetik

Makful, S Purnomo, Sunyoto. 2010. Analisis Keragaman Genetik Manggis Menggunakan Teknik Amplified Fragment Length Polymorphism (AFLP). J. Hortikultura. 20(4) : 313 – 320.

12 Nopermber 2015


 

PENENTUAN INDEKS KEBUTUHAN HARA MAKRO PADA TANAMAN MANGGA DENGAN METODE DIAGNOSIS AND RECOMENDATION INTEGRATED SYSTEM

Juliati, S
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km.8, Solok 27301

Abstrak.
Juliati, S. 2010. Penentuan Indeks Kebutuhan Hara Makro pada Tanaman Mangga dengan Metode Diagnosis and Recomendation Integrated System.
Mangga merupakan komoditas buah yang memiliki nilai strategis untuk peningkatan ekspor dan pengembangan agroindustri buah-buahan di Indonesia. Pemupukan pada tanaman mangga selama ini didasarkan pada pengalaman dan kebiasaan petani, belum mengacu pada kebutuhan tanaman. Diagnosis and Recommendation Integrated System (DRIS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk  mendiagnosis kebutuhan hara tanaman dengan memperhatikan perbandingan sepasang hara yang terkandung dalam jaringan tanaman. Untuk efesiensi pemupukan, metode ini dinilai lebih baik dibanding beberapa metode lainnya. Tujuan penilitian ini ialah mendapatkan indeks hara dan nilai keseimbangan hara makro (N,P,K, Ca, dan Mg) pada tanaman mangga. Penelitian dilaksanakan di perkebunan mangga Arumanis umur 10 tahun milik PT Trigatra Rajasa, Situbondo, Jawa timur mulai Januari 2004 hungga Desember 2005. Pemilihan lokasi sampel didasarkan atas perbedaan kedalaman solum, yakni solum dangkal (<75 cm), solum sedang (75-150 cm), dan solum dalam (>150 cm). Penetapan sampel dilakukan secara purposive random sampling sebanyak 12 tanaman untuk masing-masing kriteria kedalam solum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hara P merupakan hara dominan yang dibutuhkan tanaman, diikuti oleh hara Mg dan N untuk solum sedang dan dalam, sedangkan untuk solum dangkal diperlukan hara P diikuti hara N. Sementara hara K dan Ca terdapat dalam jumlah yang cukup untuk semua lokasi. Rasio N/P untuk solum dalam ( 6,85) dan solum sedang ( 6,90) berada pada kisaran seimbang/normal (nilai N/P seimbang: 6,29-6,92), sementara untuk solum dangkal ( 6,07 ) berada pada kisaran kekahatan ringan berada pada kisaran kekahatan ringan (nilai N/P : 5,99-6,29). Rasio nilai N/K (solum dalam=3,23, solum sedang = 3,38, dan solum dangkal = 3,02), berada pada kisaran normal/cukup (nilai N/K seimbang : 3,09-3,33). Demikian juga rasio K/P (solum dalam = 2,15, solum sedang = 2,06, dan solum dangkal = 2,03), berada pada kisaran normal/cukup 9kisaran K/P seimbang: 2,04-2,12). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa unsur P merupakan unsur paling dominan yang dibutuhkan tanaman mangga di lokasi tersebut, menyusul unsur N dan K. Terdapat hubungan antara nisbah hara N/P, N/K, dan K/P terhadap pertumbuhan, produksi, dan produktifitas tanaman, di mana bila masing-masing nisbah hara tersebut berada dalam kisaran seimbang, maka pertumbuhan dan produksi tanaman juga menjadi lebih baik. Model DRIS dapat direkomendasikan untuk membantu pengeloaan pemberian hara yanf efisien sesuai kebutuhan tanaman.

Katakunci: Mangifera indica; Model DRIS; Indeks hara; Rasio keseimbangan hara.

Juliati, S. 2010. Penentuan Indeks Kebutuhan Hara Makro pada Tanaman Mangga dengan Metode Diagnosis and Recomendation Integrated System. J. Hortikultura 20(2):120-129.

12 Nopember 2015