JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

UJI STABILITAS LIMA GENOTIP PEPAYA DI TIGA LOKASI
( STABILITY TEST OF FIVE PAPAYA GENOTYPES ON THREE LOCATIONS)
SUNYOTO, BUDIYANTI T, NOFLINDAWATI, FATRIA D

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km.8, Solok 27301

Abstrak.
Sunyoto, Budiyanti T, Noflindawati, Fatria D. 2013. Uji Stabilitas Lima Genotip Pepaya di Tiga Lokasi ( Stability Test of Five Papaya Genotypes on Three Locations).
Pengujian interaksi antara genotip dengan lingkungan (GxE) serta analisis stabilitas hasil suatu genotip merupakan tahap penting dalam program pemuliaan tanaman untuk mendapatkan calon varietas unggul baru. Penelitian bertujuan menguji stabilitas dan adaptasi empat genotip pepaya dan satu pembanding. Penelitian dilakukan di tiga lokasi yaitu, KP. Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Lubuk Alung, Sumatera Barat, dan KP. Subang, Jawa Barat, mulai Bulan Maret sampai Desember 2010 menggunakan rancangan acak kelompok. Perlakuan terdiri atas lima genotip pepaya, yaitu Merah Delima, BT-2, Carmina, Carmida, dan California dengan enam ulangan. Peubah yang diamati ialah persentase tanaman sempurna dan betina, tinggi bunga pertama, ruas letak bunga pertama, tinggi buah pertama, bobot buah, jumlah buah/pohon, produksi buah/pohon, dan padatan terlarut total (PTT) (Brix). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase tanaman berbunga sempurna dan berbunga betina pada genotip Merah Delima, BT-2, Carmina,dan Carmida mempunyai nilai koefisien regresi (<1, berarti tahan terhadap perubahan lingkungan. Pengujian terhadap tinggi bunga pertama dan ruas letak bunga pertama memperlihatkan bahwa BT-2 dan California mempunyai koefisien regresi (<1 (tidak responsif terhadap perubahan lingkungan). Interaksi varietas (genotip) dengan lokasi (lingkungan) terjadi pada karakter persentase tanaman berbunga sempurna, persentase tanaman berbunga betina, ruas letak bunga pertama, tinggi bunga pertama, bobot buah, produksi/pohon, dan PPT. Produksi/pohon Merah Delima dan Carmida mempunyai nilai koefisien regresi (dan genotip memiliki rerata hasil diatas rerata umum yang berarti genotip tersebut beradaptasi baik terhadap semua lingkungan. Kedua genotip tersebut sangat potensial untuk dikembangkan di beberapa lingkungan karena beradaptasi baik pada tiga kondisi lingkungan dengan hasil di atas rerata. Oleh karena itu dapat direkomendasikan menjadi VUB yang dapat dikembangkan di lahan petani.

Katakunci: Pepaya; Stabilitas; Adaptabilitas; Pertumbuhan; Hasil

Sunyoto, Budiyanti T, Noflindawati, Fatria D. 2013. Uji Stabilitas Lima Genotip Pepaya di Tiga Lokasi ( Stability Test of Five Papaya Genotypes on Three Locations). J. Hortikultura. 23(2): 129-136.

12 Nopember 2015


 

SELEKSI DINI HIBRIDA F1 MANGGA PRODUKTIF DAN BEWARNA MERAH BERDASARKAN AKTIFITAS ENZIM ESTERASE DAN KANDUNGAN ANTOSIANIN

Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

 

Abstrak
Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno
. 2012. Seleksi Dini Hibrida F1 Mangga Produktif dan Bewarna Merah Berdasarkan Aktifitas Enzim Esterase dan Kandungan Antosianin. Arumanis 143 merupakan varietas mangga unggul nasional yang memiliki kualitas buah cukup baik dan sudah dikenal dipasar, tetapi tingkat produktivitas nya masih rendah dan kulit buah tetap bewarna hijau walaupun sudah masak. Persilangan antara mangga Arumanis dengan varietas yang lebih produktif dan bewarna merah merupakan salah satu cara untuk memperbaiki produktifitas dan mengubah warna menjadi merah. Penelitian dilakukan mulai dari Januari sampai dengan Desember 2006 di Laboratorium Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Pasca Panen Pertanian untuk menyeleksi secara dini karakter produktif dan warna merah pada kulit buah terhadap 19 semaian hibrida F1 hasil persilangan antara induk Arumanis 143 dengan mangga-mangga Cukurgondang melalui analisis aktifitas enzim esterase dan kandungan antosianin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 19 semaian hibrida F1 ada empat semaian yang produktifitasnya lebih rendah dan 15 semaian yang produktifitasnya lebih tinggi dari tetua induk Arumanis 143. Dari 15 semaian ada lima semaian yang sangat produktif karena aktifitas enzim esterase nya lebih tinggi daripada standar (tetua paling produktif yaitu Keith), sehingga nomor 25, 33, 35, 47, dan 50. Hasil kandungan antosianin menunjukkan bahwa hampir seluruh semaian hibrida F1 memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dari induk arumanis 143, tetapi yang memiliki kandungan antosianin lebih tinggi dari standar (Apel dan Khirsapati Maldah) ada empat semaian, yaitu hibrida dari persilangan nomor 20, 25, 44, dan 48. Keempat semaian tersebut selanjutnya dikategorikan sebagai kandidat varietas mangga Arumanis yang kulit buahnya berpotensi bewarna merah. Khusus semaian hibrida F1 dari persilangan no 25 selaian lebih produktif juga kulit buahnya berpotensi bewarna merah.

Katakunci: Mangga; Hibrida; Seleksi; Enzim esterase; Antosianin.

Jawal, M, Anwarudin Syah, Sukartini, Sunarwati, Rebin, Sutrisno. 2012. Seleksi Dini Hibrida F1 Mangga Produktif dan Bewarna Merah Berdasarkan Aktifitas Enzim Esterase dan Kandungan Antosianin. J. Hortikultura. 22(3) : 217223.

12 Nopember 2015