JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

KERAGAMAN GENETIK PLASMA NUTFAH RAMBUTAN DI INDONESIA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI (GENETIC VARIATION OF RAMBUTAN GERMPLASM IN INDONESIA BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS)

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jln. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301

Abstrak

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB. 2014. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi (Genetic Variation of Rambutan Germplasm in Indonesia Based on Morphological Characters). Rambutan merupakan tanaman menyerbuk silang sehingga secara alami memiliki keragaman tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari kemiripan genetik dan pengelompokan aksesi plasma nutfah rambutan (Nephelium lappaceum) dan kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) di Indonesia berdasarkan karakteristik morfologi. Penelitian dilakukan di (1) Kebun Percobaan (KP) Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (2) KP Subang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (3) KP Cipaku Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, dan (4) Kabupaten Limapuluh Kota (Sumatera Barat), pada bulan Juni 2013 sampai Februari 2014. Karakterisasi sifat morfologi dilakukan terhadap 29 aksesi rambutan dan empat aksesi kapulasan mengacu pada descriptor for rambutan yang diterbitkan IPGRI. Perhitungan koefisien ketidakmiripan antaraksesi dilakukan dengan metode Gower. Analisis nominal logistic biplot dilakukan untuk melihat sifat penciri dari suatu kumpulan aksesi. Analisis keragaman genetik dapat membedakan kelompok rambutan dan kapulasan dengan koefisien ketidakmiripan rerata sekitar 55%. Berdasarkan kerapatan tandan, rambutan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu aksesi yang memiliki tandan sangat jarang, jarang, sedang, rapat, dan sangat rapat. Aksesi dengan tandan rapat sampai sangat rapat antara lain aksesi Gendut Kair, Tangkue, dan Aceh Gendut, sedangkan semua aksesi kapulasan memiliki tandan yang sangat jarang. Berdasarkan ketebalan kulit buah, semua aksesi rambutan memiliki ketebalan kulit sedang sampai tebal, sedangkan aksesi Sibabat diketahui memiliki kulit yang sangat tebal.

Kata kunci : Nephelium lappaceum; Keragaman genetik; Karakteristik morfologi

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB. 2014. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi (Genetic Variation of Rambutan Germplasm in Indonesia Based on Morphological Characters). J. Hort. 24(4):289-298.

18 Nopember 2015


 

MORFOGENESIS EKSPLAN KEPING BIJI DARI TIGA KLON MANGGIS ( GARCINIA MANGOSTANA L.) PADA TIGA JENIS MEDIA DASAR [MORPHOGENESIS OF SEED SLICE EXPLANTS OF THREE DIFFERENT CLONES OF MANGOESTEEN (GARCINIA MANGOSTANA L.) ON THREE BASAL MEDIA]

Joni, YZ, Efendi D, Roostika I
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Joni, YZ, Efendi D, Roostika I. 2014. Morfogenesis Eksplan Keping Biji dari Tiga Klon Manggis ( Garcinia mangostana L.) Pada Tiga Jenis Media Dasar [Morphogenesis of Seed Slice Explants of Three Different Clones of Mangoesteen (Garcinia mangostana L.) On Three Basal Media]. Sistem regenerasi manggis secara in vitro merupakan metode alternatif yang mendukung upaya produksi benih secara masal dari pemuliaan tanaman manggis secara bioteknologi. Dalam kultur in vitro, jenis klon dan media dasar sangat menentukan pertumbuhan biakan manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respons in vitro (morfogenesis) tiga klon manggis yang dikulturkan pada tiga jenis media dasar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) dari bulan Januari sampai Agustus 2013. Percobaan disusun secara faktorial dalam lingkungan rancangan acak lengkap. Faktor pertama yaitu eksplan yang berasal dari tiga klon manggis (Leuwiliang, Wanayasa, dan Puspahiang). Faktor kedua adalah tiga jenis media dasar (MS, WPM, dan B5). Setiap media diperkaya dengan gula 30 g/L, phytagel 2,5 g/L, glutamin 300 mg/l, dan 6-benzyldenine (BA) 5 mg/l. Setiap perlakuan terdiri atas 25 ulangan ( botol). Dalam setiap botol terdapat tiga irisan melintang biji manggis yang berasal dari satu biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis klon dengan jenis media dasar untuk peubah jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun/tunas, dan jumlah daun total. Terdapat interaksi antara jenis klon dengan jenis media dasar, yaitu untuk peubah jumlah nodul. Menariknya, penggunaan media MS menyebabkab jumlah tunas, jumlah daun total, dan jumlah nodul yang terbanyak. Tinggi tunas tertinggi diperoleh dari penggunaan media WPM dan B5. Selain itu, morfogenesis klon Wayanasa dan Puspahiang lebih baik daripada klon Leuwiliang.

Katakunci: Garcinia mangostana L; Morfogenesis; Media dasar; Klon

Joni, YZ, Efendi D, Roostika I. 2014. Morfogenesis Eksplan Keping Biji dari Tiga Klon Manggis ( Garcinia mangostana L.) Pada Tiga Jenis Media Dasar [Morphogenesis of Seed Slice Explants of Three Different Clones of Mangoesteen (Garcinia mangostana L.) On Three Basal Media]. J. Hortikultura. 24(2):94-101.

18 Nopember 2015