JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Publikasi

Hendri, Sahlan, dan Makful
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
 Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301

Kontribusi benih melon pada budidaya melon sekitar 32-47%. Impor benih ini pada tahun 1998 hampir mencapai 65 M rupiah. Investasi yang hilang oleh hilangnya devisa per varietas mencapai 6,5 M rupiah. Agar tidak kehilangan devisa dan tidak tergantung impor benih, maka industri benih domestik perlu didorong agar mampu produksi benih melon sendiri. Untuk itu perlu disiapkan teknologi pembentukan hibrida yang efektif dan efisien. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melakukan serangkaian kegiatan pemuliaan melon untuk menghasilkan varietas unggul baru. Sampai saat ini telah diperoleh 2 kandidat hibrida melon. Kandidat-kandidat tersebut harus diuji stabilitas, daya hasil dan daya adaptasinya di beberapa lokasi tanam, sebelum dilepas sebagai varietas baru. Berdasarkan data dari lokasi Banyuwangi, KP. Sumani dan KP. Subang dapat disimpulkan rerata berat buah calon hibrida 86H di atas pembanding, rerata berat buah calon hibrida 78M masih di bawah pembanding. Rerata padatan terlarut dua calon varietas di atas pembanding. Daya adaptasi calon varietas 86H tergolong baik untuk lokasi Banyuwangi, KP. Sumani dan KP. Subang, sedangkan calon varietas 78M beradaptasi baik untuk lokasi Banyuwangi dan KP. Sumani serta kurang baik untuk lokasi KP. Subang.
Kata kunci: Uji adaptasi; Calon varietas; Melon

ABSTRACT. Hendri, Sahlan, and Makful. 2010. Multi locations test of the two superior candidates of melon with flesh greenish white and orange in colour, sweet taste (≥ 14 ° Brix), fragrant, and yellow/green skin. Contribution of the melon seeds in cultivation is around 32-47%. In 1998, import value of these seeds almost reached IDR 65 M. As a result, the Indonesian foreign exchange underwent a loss of US$ 6.5 M for each variety. To avoid the income loss and the dependence upon imported seeds, the domestic seed industry should be encouraged to produce melon seeds itself. Hence, the efficient and effective technology of hybridization has to be available. Indonesian Tropical Research Institute has conducted a series of melon breeding activities to produce new varieties. To date, it has been obtained two candidates of hybrid melon. These candidates should be tested first for their stability, yield and adaptability at some locations of Banyuwangi, Sumani and Subang before they were released as new varieties. Based on data obtained from those locations the fruit weight average of hybrid 86 H and hybrid 78 M was higher and lower than that of tester varieties, respectively. The average of soluble solid of the two candidates was higher than that of tester varieties. The hybrid 86 H could adapt well in all tested locations whilst the hybrid 78 H could adapt well only in Banyuwangi and Sumani.
Keywords: Adapted test; Variety candidate; Melon
 

PRODUKSI BENIH SUMBER NENAS

Nenas merupakan salah satu komoditas yang perlu dikembangkan karena memiliki nilai gizi dan ekonomis tinggi serta mempunyai peluang pasar cukup cerah. Sampai saat ini, sebagian besar nenas yang ditanam petani berasal dari benih campuran, baik ukuran, jenis benih (tunas mahkota, slip, anakan) maupun kultivarnya, sehingga menyulitkan dalam penanganan budidaya maupun panennya. Oleh karena itu benih yang berkualitas, baik dari segi kemurnian benih, kesehatan, dan keunggulan menjadi suatu kebutuhan yang sangat penting dalam budidaya nenas.


Info lengkap :
Full Text klik disini