JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

ANALISIS DIVERSITAS DAN PATERNITAS PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN ARUMANIS 143 X MANGGA MERAH MENGGUNAKAN MARKA MIKROSATELIT (ANALYSIS OF DIVERSITY AND PATERNITY OF F1 PROGENY FROM CROSSING ARUMANIS 143 X RED MANGOES USING MICROSATELLITE MARKERS)

Santoso PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301, Sumatera Barat

Abstrak.
Santoso
PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A. 2014. Analisis Diversitas dan Paternitas Progeni F1 Hasil Persilangan Arumanis 143 x Mangga Merah Menggunakan Marka Mikrosatelit (Analysis of Diversity and Paternity of F1 Progeny from Crossing Arumanis 143 x Red Mangoes Using Microsatellite Markers). Preferensi pasar terhadap mangga (Mangifera indica L.) yang bergeser dari buah berkulit hijau ke buah berkulit merah, telah mendorong dilakukannya program pemuliaan untuk merakit varietas yang sesuai. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melaksanakan kegiatan persilangan Arumanis 143 x mangga merah dan telah menghasilkan 63 progeni F1 . Penelitian ini bertujuan menganalisis diversitas dan paternitas tetua dan progeni menggunakan marka mikrosatelit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Genetika Tumbuhan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung dari bulan Mei 2009 sampai April 2010. Enam pasang primer berlabel 6-FAM dirancang dan disintesis untuk mengamplifikasi daerah mikrosatelit pada genom mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokus yang digunakan memiliki tingkat informasi yang tinggi dan sesuai untuk studi keragaman mangga. Persilangan tetua berjarak genetik jauh menghasilkan progeni dengan keragaman yang tinggi antarprogeni maupun dengan tetua. Persilangan antara pasangan tetua yang berjarak genetik dekat menghasilkan progeni yang memiliki kedekatan jarak genetik terhadap salah satu tetua. Persilangan tetua resiprokal menghasilkan progeni yang memiliki jarak genetik berdekatan. Populasi tetua mangga menunjukkan tingkat heterozigositas yang tinggi sehingga secara umum progeni F1 hasil persilangan memiliki keragaman yang tinggi dan berpotensi menghasilkan varietas baru dari penggabungan karakter unggul Arumanis 143 dan mangga merah.

Kata kunci: Mangifera indica; Progeni F1 ; Arumanis 143; Mangga merah; Mikrosatelit

Santoso PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A. 2014. Analisis Diversitas dan Paternitas Progeni F1 Hasil Persilangan Arumanis 143 x Mangga Merah Menggunakan Marka Mikrosatelit (Analysis of Diversity and Paternity of F1 Progeny from Crossing Arumanis 143 x Red Mangoes Using Microsatellite Markers). J. Hort. 24(3):210-219.

18 Nopember 2015


 

KERAGAMAN GENETIK PLASMA NUTFAH RAMBUTAN DI INDONESIA BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI (GENETIC VARIATION OF RAMBUTAN GERMPLASM IN INDONESIA BASED ON MORPHOLOGICAL CHARACTERS)

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jln. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301

Abstrak

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB. 2014. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi (Genetic Variation of Rambutan Germplasm in Indonesia Based on Morphological Characters). Rambutan merupakan tanaman menyerbuk silang sehingga secara alami memiliki keragaman tinggi. Penelitian bertujuan mempelajari kemiripan genetik dan pengelompokan aksesi plasma nutfah rambutan (Nephelium lappaceum) dan kapulasan (Nephelium ramboutan-ake) di Indonesia berdasarkan karakteristik morfologi. Penelitian dilakukan di (1) Kebun Percobaan (KP) Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (2) KP Subang Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, (3) KP Cipaku Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Barat, dan (4) Kabupaten Limapuluh Kota (Sumatera Barat), pada bulan Juni 2013 sampai Februari 2014. Karakterisasi sifat morfologi dilakukan terhadap 29 aksesi rambutan dan empat aksesi kapulasan mengacu pada descriptor for rambutan yang diterbitkan IPGRI. Perhitungan koefisien ketidakmiripan antaraksesi dilakukan dengan metode Gower. Analisis nominal logistic biplot dilakukan untuk melihat sifat penciri dari suatu kumpulan aksesi. Analisis keragaman genetik dapat membedakan kelompok rambutan dan kapulasan dengan koefisien ketidakmiripan rerata sekitar 55%. Berdasarkan kerapatan tandan, rambutan dapat dikelompokkan menjadi lima kelompok, yaitu aksesi yang memiliki tandan sangat jarang, jarang, sedang, rapat, dan sangat rapat. Aksesi dengan tandan rapat sampai sangat rapat antara lain aksesi Gendut Kair, Tangkue, dan Aceh Gendut, sedangkan semua aksesi kapulasan memiliki tandan yang sangat jarang. Berdasarkan ketebalan kulit buah, semua aksesi rambutan memiliki ketebalan kulit sedang sampai tebal, sedangkan aksesi Sibabat diketahui memiliki kulit yang sangat tebal.

Kata kunci : Nephelium lappaceum; Keragaman genetik; Karakteristik morfologi

Kuswandi, Sobir, dan Suwarno WB. 2014. Keragaman Genetik Plasma Nutfah Rambutan di Indonesia Berdasarkan Karakter Morfologi (Genetic Variation of Rambutan Germplasm in Indonesia Based on Morphological Characters). J. Hort. 24(4):289-298.

18 Nopember 2015