JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

MORFOGENESIS EKSPLAN KEPING BIJI DARI TIGA KLON MANGGIS ( GARCINIA MANGOSTANA L.) PADA TIGA JENIS MEDIA DASAR [MORPHOGENESIS OF SEED SLICE EXPLANTS OF THREE DIFFERENT CLONES OF MANGOESTEEN (GARCINIA MANGOSTANA L.) ON THREE BASAL MEDIA]

Joni, YZ, Efendi D, Roostika I
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak.
Joni, YZ, Efendi D, Roostika I. 2014. Morfogenesis Eksplan Keping Biji dari Tiga Klon Manggis ( Garcinia mangostana L.) Pada Tiga Jenis Media Dasar [Morphogenesis of Seed Slice Explants of Three Different Clones of Mangoesteen (Garcinia mangostana L.) On Three Basal Media].
Sistem regenerasi manggis secara in vitro merupakan metode alternatif yang mendukung upaya produksi benih secara masal dari pemuliaan tanaman manggis secara bioteknologi. Dalam kultur in vitro, jenis klon dan media dasar sangat menentukan pertumbuhan biakan manggis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari respons in vitro (morfogenesis) tiga klon manggis yang dikulturkan pada tiga jenis media dasar. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan, Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumberdaya Genetik Pertanian (BB Biogen) dari bulan Januari sampai Agustus 2013. Percobaan disusun secara faktorial dalam lingkungan rancangan acak lengkap. Faktor pertama yaitu eksplan yang berasal dari tiga klon manggis (Leuwiliang, Wanayasa, dan Puspahiang). Faktor kedua adalah tiga jenis media dasar (MS, WPM, dan B5). Setiap media diperkaya dengan gula 30 g/L, phytagel 2,5 g/L, glutamin 300 mg/l, dan 6-benzyldenine (BA) 5 mg/l. Setiap perlakuan terdiri atas 25 ulangan ( botol). Dalam setiap botol terdapat tiga irisan melintang biji manggis yang berasal dari satu biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara jenis klon dengan jenis media dasar untuk peubah jumlah tunas, tinggi tanaman, jumlah daun/tunas, dan jumlah daun total. Terdapat interaksi antara jenis klon dengan jenis media dasar, yaitu untuk peubah jumlah nodul. Menariknya, penggunaan media MS menyebabkab jumlah tunas, jumlah daun total, dan jumlah nodul yang terbanyak. Tinggi tunas tertinggi diperoleh dari penggunaan media WPM dan B5. Selain itu, morfogenesis klon Wayanasa dan Puspahiang lebih baik daripada klon Leuwiliang.

Kata kunci: Garcinia mangostana L; Morfogenesis; Media dasar; Klon

Joni, YZ, Efendi D, Roostika I. 2014. Morfogenesis Eksplan Keping Biji dari Tiga Klon Manggis ( Garcinia mangostana L.) Pada Tiga Jenis Media Dasar [Morphogenesis of Seed Slice Explants of Three Different Clones of Mangoesteen (Garcinia mangostana L.) On Three Basal Media]. J. Hortikultura. 24(2):94-101.

18 Nopember 2015


ANALISIS DIVERSITAS DAN PATERNITAS PROGENI F1 HASIL PERSILANGAN ARUMANIS 143 X MANGGA MERAH MENGGUNAKAN MARKA MIKROSATELIT (ANALYSIS OF DIVERSITY AND PATERNITY OF F1 PROGENY FROM CROSSING ARUMANIS 143 X RED MANGOES USING MICROSATELLITE MARKERS)

Santoso PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301, Sumatera Barat

Abstrak.
Santoso
PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A. 2014. Analisis Diversitas dan Paternitas Progeni F1 Hasil Persilangan Arumanis 143 x Mangga Merah Menggunakan Marka Mikrosatelit (Analysis of Diversity and Paternity of F1 Progeny from Crossing Arumanis 143 x Red Mangoes Using Microsatellite Markers). Preferensi pasar terhadap mangga (Mangifera indica L.) yang bergeser dari buah berkulit hijau ke buah berkulit merah, telah mendorong dilakukannya program pemuliaan untuk merakit varietas yang sesuai. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melaksanakan kegiatan persilangan Arumanis 143 x mangga merah dan telah menghasilkan 63 progeni F1 . Penelitian ini bertujuan menganalisis diversitas dan paternitas tetua dan progeni menggunakan marka mikrosatelit. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Genetika Tumbuhan, Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung dari bulan Mei 2009 sampai April 2010. Enam pasang primer berlabel 6-FAM dirancang dan disintesis untuk mengamplifikasi daerah mikrosatelit pada genom mangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokus yang digunakan memiliki tingkat informasi yang tinggi dan sesuai untuk studi keragaman mangga. Persilangan tetua berjarak genetik jauh menghasilkan progeni dengan keragaman yang tinggi antarprogeni maupun dengan tetua. Persilangan antara pasangan tetua yang berjarak genetik dekat menghasilkan progeni yang memiliki kedekatan jarak genetik terhadap salah satu tetua. Persilangan tetua resiprokal menghasilkan progeni yang memiliki jarak genetik berdekatan. Populasi tetua mangga menunjukkan tingkat heterozigositas yang tinggi sehingga secara umum progeni F1 hasil persilangan memiliki keragaman yang tinggi dan berpotensi menghasilkan varietas baru dari penggabungan karakter unggul Arumanis 143 dan mangga merah.

Kata kunci: Mangifera indica; Progeni F1 ; Arumanis 143; Mangga merah; Mikrosatelit

Santoso PJ, Djamas, Rebin, dan Pancoro A. 2014. Analisis Diversitas dan Paternitas Progeni F1 Hasil Persilangan Arumanis 143 x Mangga Merah Menggunakan Marka Mikrosatelit (Analysis of Diversity and Paternity of F1 Progeny from Crossing Arumanis 143 x Red Mangoes Using Microsatellite Markers). J. Hort. 24(3):210-219.

18 Nopember 2015