JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KONSENTRASI INOKULUM FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE VCG 01213/16 DENGAN PERKEMBANGAN PENYAKIT LAYU PADA KULTIVAR PISANG RENTAN

Riska, Jumjunidang, dan Hermanto, C
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak

Riska, Jumjunidang, dan Hermanto, C. 2012. Hubungan antara Tingkat Konsentrasi Inokulum Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16 dengan Perkembangan Penyakit Layu pada Kultivar Pisang Rentan. Peran konsentrasi inokulum awal patogen Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) terhadap insedensi penyakit layu pada pisang perlu diteliti, mengingat patogen ini persisten di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi inokulum Foc VCG 01213/16 dengan laju perkembangan penyakit layu pada pisang. Bahan yang digunakan ialah kultivar pisang rentan (Kilita). Penelitian dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika pada bulan Mei sampai dengan September 2009. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok, perlakuan terdiri atas lima taraf konsentrasi inokulum Foc yaitu 0;;;dansel konidia/ ml dengan lima ulangan, masing-masing plot berisi lima tanaman. Analisis regresi dan korelasi digunakan untuk mengetahui hubungan antara konsentrasi inokulum dengan perkembangan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua taraf konsentrasi inokulum Foc VCG 01213/16 dapat menyebabkan 100% tanaman terserang. Perbedaan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap masa inkuibasi, intensitas, dan perkembangan penyakit pada pisang Kilita. Makin tinggi konsentrasi inokulum, maka makin cepat masa inkuibasi penyakit serta makin tinggi intensitas dan perkembangan penyakit. Terdapat korelasi negatif antara masa inkubasi dengan intensitas penyakit pada daun dan bonggol pisang. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat direkomendasikan bahwa pengendalian Foc harus diarahkan pada upaya penurunan konsentrasi inokulum awal di dalam tanah sampai pada tingkat serendah mungkin.

Katakunci: Fusarium oxysporum f.sp. cubense; Pisang; Konsentrasi inokulum

Riska, Jumjunidang, dan Hermanto, C. 2012. Hubungan antara Tingkat Konsentrasi Inokulum Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16 dengan Perkembangan Penyakit Layu pada Kultivar Pisang Rentan. J. Hortikultura. 22(2) : 156164.

21 Oktober 2015


 

PENYAKIT LAYU FUSARIUM PADA TANAMAN PISANG DI PROVINSI NAD: SEBARAN DAN IDENTIFIKASI ISOLAT BERDASARKAN ANALISIS VEGETATIVE COMPATIBILITY GROUP

Jumjunidang, Edison, Riska, Hermanto C
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak

Jumjunidang, Edison, Riska, Hermanto C. 2012. Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang di Provinsi NAD: Sebaran dan Identifikasi Isolat Berdasarkan Analisis Vegetative Compatibility Group. Penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) merupakan penyakit paling berbahaya pada tanaman pisang. Untuk mendapatkan teknik pengendalian yang tepat, maka informasi tentang distribusi dan karakter biologi patogen tersebut perlu diketahui. Penelitian ini bertujuan mengetahui distribusi penyakit layu Fusarium di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) dan varietas pisang yang diserangnya serta mengidentifikasi isolat Foc berdasarkan analisis vegetative compatibility group (VCG). Survei dan pengumpulan sampel tanaman pisang terserang penyakit dilakukan pada bulan Januari 2007 dan Juli 2008. Isolasi dan pemurnian isolat dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman, Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika Solok pada bulan Februari 2007 dan Agustus 2008. Analisis VCG dilakukan di Departemen of Primary Industry, Plant Pathology Section, Indooroopilli Australia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit layu Fusarium ditemukan di semua lokasi pengamatan di Provinsi NAD pada empat varietas pisang, yaitu barangan (AAA), Raja (AAB), Kepok (ABB/BBB), dan siem (ABB). Dari 50 isolat Foc yang dikoleksi terkelompok kedalam dua VCG,37 isolat (74%) termasuk dalam VCG 01213/16 (Tropical Race 4), ditemukan pada tiga varietas (Barangan, Kepok, dan Raja), sembilan isolat masuk VCG 01218 (Ras VCGs 01213/16 (TR4) paling dominan ditemukan di Provinsi NAD, baik dari jumlah, sebaran lokasi, maupun ragam varietas yang diserangnya. Data ini menginformasikan bahwa pengembangan tanaman pisang di Provinsi NAD harus dilakukan secara selektif serta mempertimbangkan langkah-langkah preventif dan pengendalian yang tepat.

Katakunci: Pisang; Penyakit layu; Distribusi; Vegetative compatibility group; Fusarium oxysporum f.sp. cubense;NAD

Jumjunidang, Edison, Riska, Hermanto C. 2012. Penyakit Layu Fusarium Pada Tanaman Pisang di Provinsi NAD: Sebaran dan Identifikasi Isolat Berdasarkan Analisis Vegetative Compatibility Group. J. Hortikultura. 22(2) : 165172.

21 Oktober 2015