JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
PENGARUH TEKANAN DAN SUHU PENYIMPANAN TERHADAP
 PERUBAHAN FISIK BUAH MANGGA GEDONG (Mangifera indica. L)

Masbaitubun, H. dan F. Djufry
BPTP Papua Jl. Yahim Sentani, Jayapura-Papua
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan fisik buah mangga gedong (Mangifera indica. L) akibat berbagai efek tekanan dan suhu penyimpanan. Buah mangga gedong gincu yang digunakan berumur antara 93-107 hari dengan berat antara 230–250 gram/buah. Sebelum uji vibrasi terlebih dahulu mangga dikemas dalam suatu wadah/box dengan susunan acak. Digetarkan dengan frekwensi 150/menit selama 24 jam sebelum dilakukan penyimpanan dalam berbagai variasi suhu. Pengamatan dilakukan dengan interval waktu setiap 3 jam. Hasil menunjukkan perlakuan simulasi goncangan selama 24 jam belum mengakibatkan kerusakan fisik buah yakni belum mengalami memar. Suhu 250C merupakan kondisi penyimpanan terbaik dengan masa simpan 20 hari buah tersebut mulai mengalami pembusukan.
Kata kunci: Tekanan; Suhu penyimpanan; Perubahan fisik; Mangga gedong

ABSTRACT. Masbaitubun, H. and F. Djufry. 2010. The objective of this study was to determine the physical changes of Mangifera indica var. Gedong due to various effects of pressure and storage temperature. Gedong gincu fruits used were between 93-107 days old with weight of 230-250 g/fruit. Before vibration test, mangoes are packed first in a container/box with a random arrangement. It was vibrated with a frequency 150/minute for 24 hours prior to storage in several levels of temperature. Observations were carried out at intervals of every 3 hours. The results showed that the simulation of shock treatment for 24 hours has not resulted in a physical damage bruising on fruits. The temperature of 250C is the best storage condition in which the shelf life of fruits could reach 20 days.
Keywords: Pressure, Temperature of storage, Physical change, Gedong mango
PENGARUH SISTEM IRIGASI DAN APLIKASI PEMUPUKAN TERHADAP PRODUKSI MANGGIS
(Garcinia mangostana L.)

Liferdi L, Affandi, T. Purnama, dan L. Octriana
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301

Penelitian ini bertujuan untuk Mendapatkan teknik pengairan dan pemberian pupuk yang sesuai untuk tanaman manggis dalam upaya meningkatkan produksi. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana yang merupakan kombinasi dari sistem irigasi (irigasi tetes, sprinkler dan Tanpa pengairan) dan teknik pemberian pupuk (fertigasi, alur dan tugal). Percobaan ini terdiri 9 kombinasi perlakuan dengan 4 ulangan. Volume air yang diberikan yaitu 50 liter/tanaman/hari di Cileungsi dan 20 liter/tanaman/hari di Tajur. Jika kondisi tanah basah atau hujan tidak dilakukan penyiraman. Pupuk yang digunakan adalah pupuk majemuk NPK Mutiara (16:16:16) diberikan secara periodik (setiap 15 hari sekali) dengan dosis 500 gram/tanaman untuk tanaman seedling dan 250 gram/tanaman untuk tanaman grafting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlakuan irigasi tetes dan sprinkler serta teknik pemberian pupuk secara alur mampu menurunkan persentase bunga rontok dan meningkatkan fruitset baik pada tanaman asal seedling maupun grafting.
Kata kunci : Irigasi, Hara, Produksi, Manggis

ABSTRACT. Liferdi L, Affandi, T. Purnama, and L. Octriana. 2010. Indonesia is one of the most prominent mangosteen exporter countries in the international market. The value of Indonesian mangosteen for export was 34,4 percent from total of national fruit export and averagely only 9,62 percent from national production. The objective of the research was to obtain suitable irrigation and fertilization technique for mangosteen trees to increase production and quality of mangosteen fruit. The result showed that application of drip and sprinkler irrigation including grooved fertilization system decreased percentage of flower drop dan increase fruit set. Treatment of sprinkler irrigation and fertigation was increase thrips population on mangosteen agroecosystem and affected on increase the percentage and intensity of mangosteen fruit scarr.
Keywords : Irigation; Nutrient; Production; Mangosteens