JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
RESPON KETAHANAN PISANG VARIETAS KETAN 01 DAN BARANGAN DI LAHAN ENDEMIS
Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16 (TR4)

Jumjunidang dan Riska
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
 Jln.Raya Solok - Aripan Km. 8 Solok Sumatera Barat (27301)

Penyakit layu yang disebabkan oleh cendawan Fusarium oxysporum f. sp. cubense (Foc) merupakan salah satu penyakit berbahaya pada tanaman pisang. Penggunaan varietas tahan diharapkan dapat menjadi alternatif pemecahan masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pisang varietas Ketan 01 dan Barangan yang ditanam di lahan endemis Fusarium oxysporum f.sp. cubense VCG 01213/16 (TR4). Penelitian dilakukan di laboratorium penyakit dan Kebun Percobaan Aripan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbutro) Solok, dari bulan Maret 2008 sampai bulan September 2009. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas 10 tanaman. Perlakuan adalah 2 varietas pisang: A) Ketan 01 dan B) Barangan. Blok perlakuan merupakan lahan yang terinfestasi berat oleh Foc VCG 01213/16 (TR4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisang varietas Ketan 01 tahan terhadap Foc VCG 01213/16 (TR4). Terlihat bahwa sampai 18 bulan setelah tanam, pisang varietas Ketan 01 persentase serangan Foc VCG 01213/16 (TR4) adalah 0%, sementara pada varietas Barangan persentase serangan Foc mencapai 100%. Pada pisang varietas Barangan penyakit mulai menyerang umur 5 bulan setelah tanam dan meningkat tajam sampai tanaman berumur 10 bulan. Rerataan propagul Fo pada rizosfir pisang varietas Ketan 01 dan Barangan menunjukkan peningkatan dari saat sebelum tanam, 12 dan 18 bulan setelah tanam, namun tidak berbeda nyata antar varietas pisang. Kata kunci: Varietas; Pisang; F. oxysporum f. sp. cubense; Ketahanan; Lahan endemis

ABSTRACT. Jumjunidang and Riska. 2010. Response of Resistance of banana Ketan 01 and Barangan varieties in Fu sariu m ox ysporu m f.sp. cu ben se VCG 01213/16 (TR4) endemic land. Fusarium wilt caused by Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) is one of destructives diseases of banana. Alternative technigue to control of disease is planting banana in Foc endemic land is by using resistant variety. The objective of this study is to know response of Ketan 01 and Barangan variety were planted in Foc endemic area. This Research was conducted at Plant Protection Laboratorium and Field experiment Aripan Indonesian Tropical Fruits Research Institute (ITFRI) in March 2008 to September 2009. The design used was Randomized Block Design (RBD) with second treatments and fifth replications. Treatments consist of 2 banana varieties are A) Ketan 01, B) Barangan. The result showed that Ketan 01 including resistant variety to Foc VCG 01213/16 (TR4) which looks after 18 months is not attacked by the disease, while 100% Barangan attacked by Foc with disease progression begins 5 months after planting. Fo propagules in rizosphere Ketan 01 and Barangan variety increased since before planting, 12 and 18 month after planting but this is not significantly different between banana variety.
Keywords: Variety; Banana; F. oxysporum f. sp. cubense; Resistance; Endemic land
PENGARUH TEKNIK PERBANYAKAN DAN PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH
TERHADAP KEBERHASILAN PERBANYAKAN TANAMAN SUKUN

Susiloadi, A. dan Kasirin
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km. 8, Solok 27301

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan teknik perbanyakan dan pemberian ZPT yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan perbanyakan tanaman sukun. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Aripan BALITBU TROPIKA Solok, mulai bulan Mei sampai Desember 2009. Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor. Petak utama (Main plot) adalah Teknik perbanyakan yaitu stek batang dan perundukan. Sedangkan anak petak (Sub plot) adalah jenis ZPT yaitu IBA (5000 ppm), GrowTone (Campuran Asam asetik naftalen 3,0 %+ Naftalen asetik amid 0,75%), Air kelapa, Limbah bawang merah dan tanpa pemberian ZPT (kontrol). Masing- masing perlakuan terdiri dari 25 tanaman dan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik perbanyakan sukun dengan stek batang memberikan pertumbuhan tanaman (persentase tanaman hidup, jumlah akar dan berat kering akar) yang lebih tinggi dibandingkan dengan teknik perundukan. Teknik perbanyakan perundukan pada tanaman sukun tidak menunjukkan adanya pertumbuhan akar namun memberikan pertumbuhan tanaman yang lebih tinggi terhadap panjang tunas, jumlah daun, diameter batang dan berat kering tunas. Pemberian bawang merah dan air kelapa dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman (persentase tanaman hidup, panjang tunas, jumlah daun, diameter batang, jumlah akar, panjang akar, berat kering tunas dan akar) yang lebih tinggi dibandingkan pemberian ZPT lainnya.
Kata kunci : Sukun; Stek batang; Perundukan; ZPT; Pertumbuhan

ABSTRACT. Susiloadi, A. and Kasirin. 2010. Influence of propagation techniques and Substance growth regulator (PGR) to the successful propagation of breadfruit plants. This study aims to obtain propagation techniques and the provision of appropriate plant growth regulator to increase the success of propagation of breadfruit plants. Research conducted at the experimental Aripan Solok, from May to December 2009. Research using plot design Divided (Split Plot Design) with 2 factors. The main plot (Main plot) is the propagation of stem cuttings and layering . While the subplot (Sub-plot) is a type of plant growth regulator IBA (5000 ppm), GrowTone (Mixed Acid asetik 3.0% + naphthalene naphthalene asetik Amid 0.75%), coconut water, Wastes onion and without giving plant growth regulator (control) . Each treatment consisted of 25 plants and was repeated 3 times. The results showed that the propagation technique breadfruit with stem cuttings provide plant growth (percentage of live plants, number of roots and root dry weight) higher than layering technique. Propagation techniques layering on breadfruit plants showed that there are no growth rate of root but provides a higher plant growth on shoot length, leaf number, stem diameter and shoot dry weight. Giving red onions and coconut milk can enhance plant growth (percentage of live plants, shoot length, leaf number, stem diameter, number of roots, root length, dry weight of shoots and roots) is higher than the provision of other plant growth regulator.
Keywords: Breadfruit; Stem cuttings; Layering; ZPT; Growth