JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

UJI VIRULENSI ISOLAT FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE DALAM VEGETATIVE COMPATIBILITY GROUP COMPLEX 0124 PADA TANAMAN PISANG (VIRULENCE TEST OF FUSARIUM OXYSPORUM F.SP. CUBENSE ISOLATES IN VEGETATIVE COMPATIBILITY COMPLEX 0124 ON BANANA)

Hermanto C, Jumjunidang, Yanda RP, dan Nasir N
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak

Hermanto C, Jumjunidang, Yanda RP, dan Nasir, N. 2013. Uji Virulensi Isolat Fusarium oxysporum f.sp. cubense Dalam Vegetative Compatibility Group Complex 0124 Pada Tanaman Pisang (Virulence Test of Fusarium oxysporum f.sp. cubense Isolates In Vegetative Compatibility Complex 0124 On Banana). Patogen Fusarium oxysporum f.sp. cubense (Foc) ras 1 dilaporkan tidak patogenik terhadap pisang kelompok Cavendish, namun beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa ras 1 pada kondisi tertentu juga dapat menyerang pisang kelompok Cavendish. Sedikit laporan tentang variasi virulensi Foc ras 1 dalam VCG complex 0124 terhadap pisang Ambon Kuning (AAA/Gros Michel) dan Ambon Hijau (AAA/Cav.subgroup). Tujuan penelitian ini ialah mengetahui variasi virulensi isolat Foc dalam VCG complex 0124; F1=0124/5 (WJP 02), F2-0124/5/8 (WJG 03), F3=0124/5/8 (WJG 09), F4=0124/5 (Indo 119), dan F5=0124/5/20 (02020114B) dan faktor kedua ialah dua varietas pisang yaitu: V1= varietas Ambon Hijau (AAA/Cav.subgroup) dan V2=varietas Ambon Kuning (AAA/Gros Michel). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua isolat Foc dalam VCG complex 0124 yang diuji dapat menyerang pisang Ambon Kuning dan Ambon Hijau dengan persentase serangan yang sangat tinggi yaitu 96,67-98,33%. Perlakuan tunggal jenis isolat terhadap peubah masa inkuibasi menunjukkan bahwa isolat 0124/5/8 (WJG 03) masa inkuibasinya paling panjang yaitu 26,57 hari dan berbeda nyata dengan isolat lainnya. Masa inkuibasi penyakit oleh semua isolat yang diuji pada Ambon Kuning lebih panjang (24,27 hari) dan berbeda nyata dengan ambon hijau (16,42 hari). Semua isolat Foc yang diuji sangat virulen pada pisang Ambon Kuning (AAA/Gros Michel) dan Ambon Hijau ((AAA/Cav.subgroup) dengan indeks keparahan penyakit pada daun dan bonggol berkisar antara 4,72-5,22 dan 5,03-5,14. Hasil penelitian ini mendorong kajian lebih lanjut tentang biologi dan virulensi patogen dalam rangka memperoleh teknik pengendalian yang tepat.

Katakunci: Pisang; Fusarium oxysporum f.sp. cubense; Virulensi; VCG complex 0124

Hermanto C, Jumjunidang, Yanda RP, dan Nasir, N. 2013. Uji Virulensi Isolat Fusarium oxysporum f.sp. cubense Dalam Vegetative Compatibility Group Complex 0124 Pada Tanaman Pisang (Virulence Test of Fusarium oxysporum f.sp. cubense Isolates In Vegetative Compatibility Complex 0124 On Banana). J. Hortikultura. 23(4) : 372378.

29 Oktober 2015


 

PENGEMBANGAN MARKA SNAP BERBASIS RESISTANCE GENE ANALOGUE PADA TANAMAN PISANG (MUSA SPP.) (DEVELOPMENT OF SNAP MARKER BASED ON RESISTANCE GENE ANALOGUE GENIMIC SEQUENCES IN BANANA (MUSA SPP.))

Sutanto A, Hermanto C, Sukma D dan Sudarsono
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak

Sutanto A, Hermanto C, Sukma D dan Sudarsono. 2013. Pengembangan Marka SNAP Berbasis Resistance Gene Analogue Pada Tanaman Pisang (Musa spp.) (Development of SNAP Marker Based On Resistance Gene Analogue Genimic Sequences in Banana (Musa spp.)) Pengembangan kultivar pisang tahan penyakit secara konvensional menghadapi kendala utama, yaitu lamanya waktu yang diperlukan untuk seleksi dan evaluasi tanaman hasil hasil persilangan. Oleh karena itu dilakukan pendekatan bioteknologi melaui pengembangan marka molekuler untuk mempercepat capaian program pemuliaan. Tujuan penelitian ialah mengembangkan marka SNAP untuk seleksi tanaman pisang terhadap penyakit berdasrkan substitusi basa nukleotida atau single nucleotide polymorphism (SNP) pada fragmen resistance gene analogue (RGA) asal tanaman pisang (MNBS). Kegiatan penelitian dilaksanakan di Laboratorium Biologi Molekular Tanaman, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, mulai bulan Juli sampai November 2012. Penelitian menggunakan sembilan sekuen MNBS yang terdeposit pada bank data NCBI untuk mendisain primer SNAP yang diperlukan. Dari 30 posisi SNP yang ada pada fragmen MNBS, terdapat 19 posisi SNP yang menyebabkan perubahan asam amino yang disandikan. Delapan posisi SNP diantaranya dapat digunaka untuk pengembangan marka SNAP. Dengan menggunakan perangkat lunak WebSNAPER, primer SNAP berhasil didisain dari delapan posisi SNP. Namun satu posisi SNP menghasilkan seperangkat primer yang tidak layak pakai. Dari 64 alternatif primer SNAP yang dihasilkan berhasil dipilih 14 pasang primer SNAP. Sepuluh dari 14 pasang primer terpilih, dihasilkan dari posisi SNP1, SNP2, SNP4,SNP5, dan SNP6. Sepuluh pasang primer SNAP terpilih juga telah diuji dan berhasil mengamplifikasi marka SNAP menggunakan DNA genom pisang cv. Klutuk Wulung dan Barangan. Sepuluh pasang primer SNAP tersebut berpotensi untuk digunakan sebagai marka ketahanan terhadap penyakit pada tanaman pisang secara umum.

Katakunci: Marka molekuler; SNP; SNAP; Ketahanan penyakit; Musa spp.

Sutanto A, Hermanto C, Sukma D dan Sudarsono. 2013. Pengembangan Marka SNAP Berbasis Resistance Gene Analogue Pada Tanaman Pisang (Musa spp.) (Development of SNAP Marker Based On Resistance Gene Analogue Genimic Sequences in Banana (Musa spp.)). J. Hortikultura. 23(4) : 300309.

29 Oktober 2015