JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

PENENTUAN INDEKS KEBUTUHAN HARA MAKRO PADA TANAMAN MANGGA DENGAN METODE DIAGNOSIS AND RECOMENDATION INTEGRATED SYSTEM

Juliati, S
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
Jl. Raya Solok-Aripan Km.8, Solok 27301

Abstrak.
Juliati, S. 2010. Penentuan Indeks Kebutuhan Hara Makro pada Tanaman Mangga dengan Metode Diagnosis and Recomendation Integrated System.
Mangga merupakan komoditas buah yang memiliki nilai strategis untuk peningkatan ekspor dan pengembangan agroindustri buah-buahan di Indonesia. Pemupukan pada tanaman mangga selama ini didasarkan pada pengalaman dan kebiasaan petani, belum mengacu pada kebutuhan tanaman. Diagnosis and Recommendation Integrated System (DRIS) merupakan salah satu metode yang digunakan untuk  mendiagnosis kebutuhan hara tanaman dengan memperhatikan perbandingan sepasang hara yang terkandung dalam jaringan tanaman. Untuk efesiensi pemupukan, metode ini dinilai lebih baik dibanding beberapa metode lainnya. Tujuan penilitian ini ialah mendapatkan indeks hara dan nilai keseimbangan hara makro (N,P,K, Ca, dan Mg) pada tanaman mangga. Penelitian dilaksanakan di perkebunan mangga Arumanis umur 10 tahun milik PT Trigatra Rajasa, Situbondo, Jawa timur mulai Januari 2004 hungga Desember 2005. Pemilihan lokasi sampel didasarkan atas perbedaan kedalaman solum, yakni solum dangkal (<75 cm), solum sedang (75-150 cm), dan solum dalam (>150 cm). Penetapan sampel dilakukan secara purposive random sampling sebanyak 12 tanaman untuk masing-masing kriteria kedalam solum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hara P merupakan hara dominan yang dibutuhkan tanaman, diikuti oleh hara Mg dan N untuk solum sedang dan dalam, sedangkan untuk solum dangkal diperlukan hara P diikuti hara N. Sementara hara K dan Ca terdapat dalam jumlah yang cukup untuk semua lokasi. Rasio N/P untuk solum dalam ( 6,85) dan solum sedang ( 6,90) berada pada kisaran seimbang/normal (nilai N/P seimbang: 6,29-6,92), sementara untuk solum dangkal ( 6,07 ) berada pada kisaran kekahatan ringan berada pada kisaran kekahatan ringan (nilai N/P : 5,99-6,29). Rasio nilai N/K (solum dalam=3,23, solum sedang = 3,38, dan solum dangkal = 3,02), berada pada kisaran normal/cukup (nilai N/K seimbang : 3,09-3,33). Demikian juga rasio K/P (solum dalam = 2,15, solum sedang = 2,06, dan solum dangkal = 2,03), berada pada kisaran normal/cukup 9kisaran K/P seimbang: 2,04-2,12). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa unsur P merupakan unsur paling dominan yang dibutuhkan tanaman mangga di lokasi tersebut, menyusul unsur N dan K. Terdapat hubungan antara nisbah hara N/P, N/K, dan K/P terhadap pertumbuhan, produksi, dan produktifitas tanaman, di mana bila masing-masing nisbah hara tersebut berada dalam kisaran seimbang, maka pertumbuhan dan produksi tanaman juga menjadi lebih baik. Model DRIS dapat direkomendasikan untuk membantu pengeloaan pemberian hara yanf efisien sesuai kebutuhan tanaman.

Katakunci: Mangifera indica; Model DRIS; Indeks hara; Rasio keseimbangan hara.

Juliati, S. 2010. Penentuan Indeks Kebutuhan Hara Makro pada Tanaman Mangga dengan Metode Diagnosis and Recomendation Integrated System. J. Hortikultura 20(2):120-129.

12 Nopember 2015


 

UJI DAYA GABUNG DAN TIPE AKSI GEN PADA BUAH PEPAYA

Sukartini, T Budiyanti
Balai Penelitian Tanaman Buah
Jl. Raya Solok – Aripan Km. 8, Solok 27301, Indonesia

Abstrak.
Sukartini, T Budiyanti. 2009. Uji Daya Gabung dan Tipe Aksi Gen pada Buah Pepaya.
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui daya gabung umum dan daya gabung khusus, efek daya gabung umum, dan tipe aksi gen pada karakter berat buah, rasio panjang/diameter buah, rasio panjang/diameter buah, tebal daging buah, dan nilai padatan total terlarut (PTT) buah pepaya. Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Sumani Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok pada bulan Januari sampai Desember 2002. Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak kelompok, dengan 2 hibrida  sebagai perlakuan dan ulangan sebanyak 7 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karakter berat buah, tebal daging buah, dan nilai PPT, penampilan hibrida pepaya dapat diramalkan berdasarkan daya gabung umum. Tipe aksi gen yang mempengaruhi karakter erat buah adalah aditif dan dominan lebih. Sedangkan pada karakter tebal daging buah dan nilai PPT dipengaruhi oleh aksi gen dominan. Varietas Wonosobo dapat digunakan untuk perakitan hibrida pepaya yang mempunyai rasa manis dapat digunakan varietas Meksiko.

Katakunci: Buah pepaya; Uji daya gabung; Tipe aksi gen.
Sukartini, T Budiyanti. 2009. Uji Daya Gabung dan Tipe Aksi Gen pada Buah Pepaya. J. Hortikultura.  19(2) : 131136.

02 Nopember 2015