JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
UJI PEMUPUKAN TANAMAN MARKISA ASAM (Passiflora edulis Sims)

Silalahi F.H., S. Barus dan A.E. Marpaung
Kebun Percobaan Tanaman Buah Berastagi
Jl. Raya Medan-Berastagi Km. 60 Berastagi, 22156

Untuk pertumbuhan dan perkembangan hidupnya, tanaman membutuhkan unsur hara esensial yakni unsur hara makro (N, P, K, S, Ca, Mg) dan unsur mikro (Zn, Fe, Cu, Mn, B).  Kebutuhan tanaman markisa akan unsur hara dan ketersediaan hara di dalam tanah sangatlah penting diketahui agar diperoleh produksi sesuai dengan yang diinginkan. Untuk mempertahankan dan/atau menambah unsur hara dilakukan melalui pemberian pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan paket pemupukan (N, P dan K) pada tanaman markisa asam. Lokasi penelitian ini di Kabupaten Dairi yang pelaksanaannya mulai bulan September 2006 – Oktober 2007. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Acak Kelompok (Randomized Block Design). Empat perlakuan pemupukan yang diteliti, masing-masing diulang sebanyak lima kali. Perlakuan pemupukan yang diteliti adalah sebagai berikut : (1) 180 kg N/ha + 180 kg P2O5/ha + 180 kg K2O/ha ; (2) 360 kg N/ha + 180 kg P2O5/ha + 180 kg K2O/ha ; (3) 360 kg N/ha + 180 kg P2O5/ha + 270 kg K2O/ha ; (4) 360 kg N/ha + 180 kg P2O5/ha + 360 kg K2O/ha. Hasil penelitian menunjukkan : Pemberian pupuk pada tanaman markisa asam dengan dosis 360 kg N/ha ; 180 kg P2O5/ha ; 180 kg K2O/ha, menghasilkan jumlah buah, jumlah dan bobot buah ukuran besar serta produksi buah markisa asam yang paling tinggi. Jumlah buah yang dihasilkan sebanyak 461 buah/24m2 ; Jumlah buah ukuran besar sebanyak 325 buah/24 m2 ; Bobot buah ukuran besar 16,43 kg/24 m2 dan produksi sebesar 19,25 kg/24 m2. Perbandingan unsur N, P dan K pada pemupukan markisa asam perlu diperhatikan.
Kata kunci : Pemupukan; Markisa Asam

ABSTRACT. Silalahi, F.H., S. Barus and A.E. Marpaung, 2010. The Fertilizing Testing on Purple Passion fruit. The plant needs nutrient for the growth and production. The essential macro nutrients requirement are N, P, K, S, Ca, Mg and micro nutrients are Zn, Fe, Cu, Mn and B. Requirement of plant nutrient is available and very important to be obtained the good productivity. Maintaining and/or adding nutrient status in the soil, can be achieved by fertilization. This research is aimed to find out N, P and K fertilizing package on passion fruit. This research was conducted at Dairi Regency, North Sumatera from September 2006 – October 2007. The research was done using four treatments fertilizing with five replications. The treatments were : ( 1) 180 kg N / ha + 180 kg P2O5 / ha + 180 kg K2O / ha ; ( 2) 360 kg N / ha + 180 kg P2O5 / ha + 180 kg K2O / ha ; ( 3) 360 kg N / ha + 180 kg P2O5 / ha + 270 kg K2O / ha ; ( 4) 360 kg N / ha + 180 kg P2O5 / ha + 360 kg K2O / ha. The result showed that: fertilizing of 360 kg N / ha ; 180 kg P2O5 / ha ; 180 kg K2O / ha, can improve the number of fruit, number and weight of large size fruit and also the highest yield. Number of fruits are 461/24m2 ; Number of large size fruit is 325/24 m2 ; Weight of large size Fruit is 16,43 kg/ 24 m2 and production equal to 19,25 kg / 24 m2. N, P and K ratio is very important on passion fruit fertilizing.
Keywords : Fertilizing: Passionfruits


Prosiding :
Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok,
Balitbu Tropika
Solok, 10 Nopember 2010

Unduh file lengkap....


KEMAMPUAN Trichoderma DAN Penicillium DALAM MENGHAMBAT
PERTUMBUHAN CENDAWAN PENYEBAB PENYAKIT
BUSUK AKAR DURIAN (Phytophthora palmivora) SECARA IN VITRO

Sunarwati, D. dan R. Yoza
Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika
 Jl. Raya Solok-Aripan Km 8 Solok Sumatera Barat 27301
 
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan antagonisme 3 agen hayati yaitu Trichoderma harzianum, Trichoderma virens dan Penicillium purpurescen dalam menghambat pertumbuhan cendawan Phytophthora palmivora penyebab penyakit busuk pangkal batang dan akar pada Durian. Uji kemampuan penghambatan pertumbuhan dilakukan secara kultur ganda (dual culture) dengan menumbuhkan masing-masing cendawan agen hayati dengan Phytophthora palmivora dalam cawan petri berisi media Potato Dextrosa Agar secara berhadapan dengan jarak 3 cm. Persentase hambatan, tipe interaksi dan mekanisme interaksi diamati pada 4 hari sesudah inokulasi. Tipe interaksi yang terjadi antara Phytophthora palmivora dan agen hayati menunjukan sifat antagonis, dimana agen hayati mampu menghambat pertumbuhan Phytophthora palmivora. Hasil pengamatan persentase hambatan menunjukkan bahwa Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens memiliki daya hambat yang sangat baik yaitu 99% terhadap pertumbuhan Phytophthora palmivora dibandingkan Penicillium purpurescens sebesar 19,34%. Mekanisme antagonis Trichoderma harzianum dan Trichoderma virens terhadap Phytophthora palmivora adalah kompetisi, parasitisme dan lisis sedangkan mekanisme antagonis Penicillium purpurescens terhadap Phytophthora palmivora adalah antibiosis.
Kata kunci : Agen hayati Antagonis; Persentase hambatan; Phytophthora palmivora

ABSTRACT. Sunarwati, D. and R. Yoza. 2010. The ability of Trich oderm a and P en icillium to inhibit the growth rate of fungus caused Durio root rot (P h ytoph th ora palm ivora) In vitro. This study aims to determine the ability antagonism of three biological agents that are Trichoderma harzianum, Trichoderma virens and Penicillium purpurescens in inhibiting the growth of Phytophthora palmivora fungi causing the base stem rot and root rot disease on Durio. Test the ability inhibition of growth wise dual culture done by growing each fungus of biological agents with Phytophthora palmivora in petridish containing Potato dextrose agar media in dealing with a distance of 3 cm. Percentage of inhibiting, the type of interaction and the mechanism of interaction was observed at 4 days after inoculation. This type of interaction that occurs between Pytophthora palmivora and biological agents showed antagonistic properties, in which biological agents capable of inhibiting the growth of Phytophthora palmivora. Observations showed that the percentage of zone barriers Trichoderma harzianum and Trichoderma virens has a very good inhibition of 99% compared to the zone barriers Penicillium purpurescens of 19.34% to inhibition the growth of Phytophthora palmivora. Mechanism of antagonistic Trichoderma harzianum and Trichoderma virens against Phytophthora palmivora are competition, parasitism and lysis, whereas the antagonist mechanism Penicillium purpurescens against Phytophthora palmivora is antibiosis.
Keywords: Biological agents; Antagonism; percentage inhibiting;Phytophthora palmivora


Prosiding :
Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok,
Balitbu Tropika
Solok, 10 Nopember 2010

Unduh file lengkap...