JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

INDUKSI DAN MULTIPLIKASI TUNAS MANGGIS (GARCINIA MANGOSTANA L) MELALUI KULTUR IN VITRO

Yosi Zendra Joni dan Rahayu Triatminingsih


Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Jl. Raya Solok-Aripan KM. 8, Solok 27301
Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

ABSTRAK.

Perbanyakan benih manggis melalui kultur in vitro merupakan salah satu cara untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi pada perbanyakan benih secara konvensional. Penelitian ini bertujuan mendapatkan media yang cocok untuk induksi dan multiplikasi tunas pada tanaman manggis. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, dari bulan Maret sampai September 2011. Eksplan yang digunakan adalah biji manggis dari buah yang telah masak. Eksplan dikulturkan pada media WPM dan ½ MS  ditambah 30 g/l sukrosa dan 2 g/l gelrite. Induksi tunas manggis terdiri atas delapan perlakuan zat pengatur tumbuh, yaitu kombinasi BAP ( 1, 3, 5, dan 7 mg/l) dan NAA (0.5 mg/l). Multiplikasi tunas manggis terdiri atas enam perlakuan zat pengatur tumbuh, yaitu kombinasi BAP (0.01, 0.05, 0.1, dan 0.15 mg/l) dan NAA (0.06 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap induksi tunas, media WPM yang mengandung 5 mg/l BAP menghasilkan jumlah tunas terbanyak (13.43 tunas/biji). Untuk multiplikasi tunas, media ½ MS yang mengandung 0.1 mg/l BAP + 0.06 mg/l NAA menghasilkan penambahan tunas terbanyak (9.2 tunas/botol). Induksi dan multiplikasi tunas merupakan tahapan awal yang penting untuk memperbanyak benih manggis secara kultur in vitro.

Kata kunci: manggis, tunas, induksi, multiplikasi

ABSTRACT.

Joni, Y.Z., and R. Triatminingsih. 2012. Shoot Induction and Multiplication of Mangosteen (Garcinia mangostana L.) through in vitro culture. Mangosteen seed multiplication through in vitro culture is a way to solve problems in conventional seed propagation. This research aimed to get the best medium for shoot induction and multiplication of mangosteen. The research was conducted at the Plant Breeding and Tissue Culture Laboratory of Indonesian Tropical Fruit Research Institute, started from March until September 2011. The explants used mature seeds of mangosteen. The explants were cultured on WPM and ½ MS medium added with 30 g/l sucrose and 2 g/l gelrite. For induction of shoot, the treatments consisted of eight concentrations of plant growth regulator, namely the combination of BAP (1, 3, 5, and 7 mg/l) and NAA (0.5 mg/l). For multiplication of shoot, the treatments consisted of six concentrations of plant growth regulator, namely the combination of BAP (0.01, 0.05, 0.1, and 0.15 mg/l) and NAA (0.06 mg/l). The results showed that the induction of shoot, WPM medium supplemented with 5 mg/l BAP produced the highest of shoot (13.43 shoots/seed). For shoot multiplication, ½ MS medium supplemented with 0.1 mg/l BAP + 0.06 mg/l NAA produced the highest increase in the number of shoot (9.2 shoots/bottle). Shoot induction and multiplication are an important first step to propagate the seed of mangosteen through in vitro culture.

Keys word: mangosteen, shoot, induction, multiplication.

PROSIDING:
SEMINAR NASIONAL PEKAN INOVASI TEKNOLOGI HORTIKULTURA NASIONAL, LEMBANG. BANDUNG. HAL. 52-58, 2012

06 Oktober 2015


 

MULTIPLIKASI TUNAS MANGGIS (Garcinia mangostana L.) MELALUI PEMBENTUKAN KALUS NODULAR

Yosi Zendra Joni1* dan Rahayu Triatminingsih2

1Mahasiswa Pascasarjana Institut Pertanian Bogor
2Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Jl. Raya Solok – Aripan KM. 8, Solok 27301
*
Penulis untuk korespondensi: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

ABSTRAK

Multiplikasi tunas manggis melalui pembentukan kalus nodular merupakan salah satu metode untuk memperbanyak tanaman manggis secara kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan mendapatkan media yang cocok untuk multiplikasi tunas yang diregenerasikan dari kalus nodular. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Pemuliaan dan Kultur Jaringan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dari bulan Juli  2011 sampai dengan bulan April 2012. Eksplan yang digunakan adalah kalus nodular dari biji manggis yang telah masak. Eksplan dikulturkan pada media WPM ditambah 30 g/l sukrosa dan 2 g/l gelzan. Pembentukan globular menggunakan media WPM dengan empat perlakuan thidiazuron (TDZ), yaitu (0.05; 0.1; 0.5; dan 1 mg/l). Multiplikasi dan regenerasi tunas menggunakan media WPM dengan enam perlakuan zat pengatur tumbuh, yaitu  0.1 mg/l IAA dikombinasikan dengan  BAP (3, 4, dan 5 mg/l ) dan 0.1 mg/l NAA dikombinasikan dengan BAP (3, 4, dan 5 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada media WPM dengan penambahan 0.05 mg/l TDZ menghasilkan jumlah globular terbanyak (17 globular/eksplan). Media terbaik untuk multiplikasi dan regenerasi tunas adalah media WPM dengan penambahan 0.1 mg/l NAA atau 0,1 mg/l IAA yang dikombinasikan dengan 3 mg/l BAP, masing-masing mampu meregenerasikan globular menjadi tunas 76.87% dan 75.16%. Tahap selanjutnya adalah menentukan media yang cocok untuk pemanjangan dan pengakaran tunas manggis.

Kata kunci: manggis, multiplikasi, kalus nodular, globular, tunas

PROSIDING:
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PERHIMPUNAN ILMU PEMULIAAN INDONESIA (PERIPI), BOGOR. HAL.  542-547, 2012.

06 Oktober 2015