JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
POTENSI HASIL BUAH STROBERI (Fragaria xananassa Du chesne) DENGAN PERLAKUAN MEDIA TANAM

Baherta dan Ridwan
Peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Barat
Jln Raya Padang Solok KM 40 Sukarami

Media tanam sangat penting bagi tanaman untuk tumbuh, berkembang dan berproduksi dengan baik. Penelitian Potensi hasil buah stroberi dengan perlakuan media tanam, telah dilaksanakan di kebun percobaan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sukarami dari bulan Mei sampai September 2010. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui media yang lebih baik dalam meningkatkan produksi stroberi. Pengujian disusun dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 6 ulangan. Media yang digunakan adalah campuran tanah dengan pupuk kandang dimasukkan dalam pot, campuran tanah + pupuk kandang + sekam dimasukkan dalam pot, serta penanaman langsung pada guludan yang diberi pupuk kandang dengan pemasangan mulsa plastik. Bibit ditanam dalam pot 3 batang perpot dan pada guludan mulsa plastik ditanam dengan jarak tanam 30 x 30 cm. Pupuk yang digunakan adalah NPK mutiara yang diberikan 1/3 bagian umur satu minggu setelah tanam dan dan 2/3 bagian umur 1,5 bulan. Kemudian setiap 3 kali panen dilakukan pencoran dengan pupuk NPK mutiara dengan takaran 3 gr/liter air. Parameter yang diamati jumlah buah pertanaman, Kelas buah (Ekstra, Kelas I, Kelas II), panjang dan lebar buah dan produksi buah perpetak. Dari hasil penelitian didapatkan produksi buah paling tinggi, dan Kelas Ekstra paling banyak adalah pada perlakuan media tanam campuran tanah + pupuk kandang + sekam (38,45 kg/petak). Sedangkan produksi terendah terdapat pada penggunaan mulsa plastik (19,83 kg/petak).
Kata kunci: Stroberi; Pupuk kandang; Sekam

ABSTRACT. Baherta and Ridwan. 2010. Yield Potential of Strawberry (Fragaria x an an assa Duchesne) on the planting media treatment. Planting medium is very important factor to plant growth, development and production well. Research on the potency of strawberry yield with growing media treatment had been carried out at the Agricultural Technology Assessment Institute Sukarami from May to September 2010. This study aimed to find out the best media to improve the production of strawberry. Tests arranged in a randomized block design with 6 replications. The media used were a mixture of soil and manure in pot, soil mixed with manure and husk in pot, and direct planting on seedbed (Indonesian: guludan) given manure and covered with plastic mulch. In each pot seedlings were planted 3 stalks while on seedbed seedlings were planted with a spacing of 30 x 30 cm. Fertilizer used was NPK pearl given 1/3 part at 1 week after planting and 2/3 part at 6 weeks after planting. Subsequently, fertilizing with NPK pearl at dose of 3 g/l of water was applied every 3 times of harvesting. Parameters observed are the number of fruits per plant, fruit class (extra, class 1, class 2), the length and width of fruit and fruit production per plot. The results showed that the highest fruit production and mostly in extra class were given by plant planted on media of soil mixed with manure and husk (38.45 kg/plot). On the contrary, the lowest production was yielded at the plastic mulch treatment (19,83 kg/plot).
Keywords: Strawberries, Manure, Rice husk

Prosiding :  
Seminar Nasional Program dan Strategi Pengembangan Buah Nusantara Solok,  
Balitbu Tropika Solok, 
10 Nopember 2010


POTENSI PENGEMBANGAN USAHATANI NANAS DI SUMATERA SELATAN

NLP. Sri Ratmini dan Yenni
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan
Jln. Kol. H. Barlian No. 83 Km 6
Palembang

Sumatera Selatanterkenal dengan produksi buah-buahan. Nanas biasanya ditanam di kebun-kebun rakyat dan pekarangan rumah. Nanas masih dibudidayakan secara tradisional dengan cara menanam nanas pada lajur-lajur kebun. Nanas tersedia sepanjang tahun tak dipengaruhi oleh musim hujan maupun musim kemarau. Perkebunan nanas di Palembang luasnya mencapai 4.670 ha dengan total produksinya 513.858 ton yang tersebar diseluruh kabupaten di Sumsel. Pada tahun 1970, Palembang merupakan produsen terbesar buah nanas di Indonesia. Hasil panen yang melimpah membuat nanas tidak hanya di jual di Sumatera namun penjualannya hingga ke pulau Jawa. Keunggulan Nanas dari Sumatera Selatan adalah rasa buahnya sangat manis, mempunyai bobot yang lebih berat yaitu 1204 gr, kandungan vitamin C 42,53 mg/100gr dan kandungan sari buah 60,58% dibandingkan dengan nanas lainnya. Kendala yang dihadapi dalam usahatani nanas saat ini adalah budidaya karet menjadi favorit petani di Palembang sehingga nanas hanya dijadikan sebagai tanaman sela/pendamping tanaman karet sehingga hasil panen nanas menurun drastis. Produksi nanas dapat ditingkatkan dengan memperbaiki teknologi budaya dan perbaikan kelembagaan.
Kata kunci: potensi; usahatani; dan nanas

Abstract. NLP. Sri Ratmini and Yenni. 2010. The development potential of pineapple farming in South Sumatra. South Sumatra is known for its fruits such as pineapple. Pineapples are usually planted in field and yard. It’s traditionally cultivated by planting on field’s lanes. Pineapples are an annual fruit which not influenced by the dry and rainy season. In Palembang, pineapple plantation reached 4670 ha with total production is 513,858 tons of which are scattered throughout the district in South Sumatra. In 1970, Palembang is the largest producer of pineapple in Indonesia. Abundant harvests make pineapple not only sold in Sumatra, but also Java. The superiority of South Sumatra Pineapple are sweet flavor, heavier weight (1204 grams), Pineapples have content of 42.53 mg/100gr vitamin C and 60.58% more fruit juice compared to the other. In Palembang, pineapple farming has a constraint that is competitive with rubber plant which preferred by farmers. Therefore pineapple is only used as plant sidelines/companion crop of rubber so that it’s crop has dropped dramatically. Pineapple production can be enhanced by improving institutional improvement and cultivation technology.
Keywords: Potential; Farming; Pineapple