JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sistem Produksi Benih Pepaya

Sistem Produksi Benih Pepaya

  • PENDEKATAN

Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman.  Benih berkualitas ditentukan oleh banyak faktor terutama kemurnian benih, daya tumbuh benih dan true to type. Benih dengan kemurnian dan bermutu tinggi dapat dihasilkan sendiri dengan cara yang terkontrol, baik untuk tanaman dengan penyerbukan sendiri (selfing) maupun dengan penyerbukan silang.

Produksi benih pepaya bersari bebas dapat dilakukan dengan metode selfing atau perkawinan antar jenis yang sama pada satu populasi yang besar. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mempertahankan sifat tertentu agar stabil tanpa ada kontaminasi sifat-sifat dari luar yang mungkin terbawa oleh serbuk sari tanaman lain yang dibawa oleh angin, serangga atau manusia.

Produksi benih pepaya bersari bebas/galur murni harus memperhatikan morfologi bunga dan tipe penyerbukannya. Tanaman pepaya mempunyai tiga jenis kelamin bunga, yaitu tanaman jantan, tanaman betina dan tanaman sempurna.  Tanaman jantan hanya meng­ha­silkan bunga jantan, tanaman betina, hanya meng­hasilkan bunga betina (tanpa adanya ser­buk sari)  dan tanaman sempurna menghasilkan dua jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga sempurna (Gambar 1).  Pepaya berbunga betina mempunyai bentuk buah bulat dan berbiji sedikit. Pada umumnya yang diinginkan konsumen adalah  tanaman sempurna dengan buah berbentuk lonjong/silindris memanjang, daging tebal dan rasa manis (Gambar 2). Tingkat penyerbukan silang yang tinggi pada bunga sempurna menyebabkan perlunya metode isolasi bunga yang lebih ketat.  Selain itu untuk meningkatkan persentase benih berbunga sempurna perlu diketahui pewarisan jenis kelamin bunga  pepaya. Hasil penyerbukan bunga pepaya dengan sumber putik dan serbuk sari  dari tanaman yang berbeda jenis kelaminnya akan menghasilkan tanaman pepaya dengan jenis kelamin yang berbeda dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu tanaman induk dipilih dari tanaman berbunga sempurna yang sudah stabil pada beberapa generasi.

  • ALUR PRODUKSI

Produksi benih papaya untuk jenis varietas bersari bebas (VBB) yang dirakit melalui rekombinasi sejumlah fenotipe  terpilih dan seragam dapat dilakukan dengan metode isolasi bunga dan hibridisasi selfing. Kelas benih  pepaya meliputi :

  1. Benih penjenis (Breeder seed) BS: dirakit oleh pemulia, diawasi oleh pemulia atau instansinya, merupakan sumber untuk perbanyakan benih dasar
  2. Benih dasar (Foundation seed) BD: merupakan keturunan pertama dari benih penjenis. Diproduksi dengan pengawasan ketat sehingga kemurnian varietas dapat dipertahankan dan disertifikasi oleh BPSB TPH dan dilabel warna putih
  3. Benih pokok (stock seed) BP: merupakan keturunan pertama dari benih dasar atu keturunan kedua dari benih penjenis. Diproduksi dengan pengawasan ketat, sehingga identitas dan kemurnian varietas dapat dipertahankan dan memenuhi standar yang ditetapkan dalam peraturan perbenihan dan disertifikasi oleh BPSB TPH dilabel warna ungu
  4. Benih sebar (extension seed) BR: merupakan keturunan pertama dari benih pokok yang diproduksi sedemikian rupa sehingga identitas dan kemurnian varietas dapat dipertahankan dan memenuhi standar yang ditetapkan dalam peraturan perbenihan dan disertifikasi oleh BPSB TPH. Benih pokok dan benih sebar umumnya diperbanyak oleh Balai benih atau penangkar benih dengan mendapatkan izin, bimbingan, pengawasan dan sertifikasi dari BPSB TPH dilabel warna biru

Salah satu keuntungan dari perbanyakan benih pepaya adalah mudahnya didapatkan benih dalam jumlah yang banyak, selain itu benih penjenis, benih dasar dan benih pokok dapat juga langsung berfungsi sebagai benih sebar. Perbanyakan benih dasar dapat dilakukan oleh penangkar  yang terakreditasi. Dalam hal ini peran dari instansi yang terkait dengan sertifikasi benih adalah sangat penting. Secara umum alur produksi benih  pepaya dapat dilihat pada Gambar 2.

  • TEKNIK PRODUKSI BENIH PEPAYA

Tanaman penghasil benih atau pohon induk harus dipersiapkan untuk memproduksi benih pepaya. Teknik budidaya tanaman sama seperti persiapan dan perawatan tanaman pepaya pada umumnya,tanpa melihat kelas benih yang dihasilkan. Perbedaannya yaitu pada saat hibridisasi dan isolasi bunga.

  • PENANAMAN POHON INDUK PEPAYA

Untuk memenuhi kebutuhan benih sumber diperlukan pohon induk yang true to type dan tersertifikasi. Oleh karena itu perlu dilakukan kegiatan penanaman pohon induk  untuk menghasilkan benih sumber papaya yang berkualitas. Penanaman populasi pohon induk  meliputi kegiatan sebagai berikut :

- Persiapan lahan

  • Lahan dibersihkan dari gulma secara mekanik atau kimia. Selanjutnya lahan diolah tanahnya agar menjadi gembur.
  • Bedengan  dibuat dengan panjang 10 meter, lebar 2-2,5 m, tinggi  20 cm. Antar bedengan dipisahkan dengan parit berukuran lebar 50 cm dan dalam  40 cm.
  • Lubang tanam dibuat dengan ukuran 50 x 50 x 40 cm dan jarak tanam 2,5 x3 m.
  • Lubang tanam diisi dengan campuran pupuk kandang dan dolomit, masing-masing ± 8 kg/lubang dan 350 g/lubang, kemudian dibiarkan selama 1 - 2 minggu. Tambahkan  pupuk dasar TSP dengan dosis  50-80 g/lubang dan insektisida Furadan sebanyak 0,5-1 g/lubang, 2-3 hari sebelum tanam.
  • Benih yang sudah siap ditanam masukkan dalam lubang tanam, dengan cara melepas polybag dilepas perlahan-lahan agar media tanam tidak pecah kemudian letakkan di lubang tanam  dan timbun dengan tanah top soil. Satu lubang tanam sebaiknya ditanam dengan 2 (dua) benih agar dapat diseleksi tanaman yang berbunga sempurna.

 - Pemeliharaan pohon induk

  • Saat tanaman sudah mulai berbunga (± umur 2 bulan setelah tanam) pilih yang berbunga sempurna. Ciri bunga sempurna yaitu di dalam satu bunga terdapat serbuk sari dan putik. Tanaman yang berjenis kelamin lainnya dipotong pada pangkal batang agar tidak tumbuh.
  • Mulsa atau penutup tanah berupa mulsa plastik, diberikan dibawah tajuk tanaman saat awal tanam. Selain untuk menjaga kelembaban tanah, mulsa juga berfungsi untuk mencegah pertumbuhan gulma, mengatur suhu permukaan tanah menekan populasi hama dan menambah kesuburan tanah. Pemupukan menggunakan pupuk NPK 16 – 16 – 16 atau campuran pupuk tunggal. Dosis pupuk NPK 16 – 16 – 16  dapat dilihat pada tabel 1.

  • Pupuk diletakan pada lubang yang dibuat di sekeliling tanaman dan ditutup tanah. Pupuk kandang dan dolomit diberikan setiap 3-4 bulan sekali. Dosis pupuk kandang yang diberikan ± 5 kg/tanaman, sedangkan dolomit diberikan ± 0,3 kg/tanaman.
  • Penyiraman menggunakan drip  irigasi disesuaikan dengan kondisi kelembaban tanah.
  • Pengendalian hama utama pada tanaman pepaya yaitu kutu putih, thrips, aphid dan tungau. Cara pengendaliannya dengan penyemprotan  insektisida berbahan aktif imidakloprit, abamektin dan profenofos dosis 2 cc per liter air atau sesuai dosis anjuran. Pengendalian hama tungau lakukan penyemprotan dengan  akarisida  berbahan aktif dicofol, propargit yang diberikan berselang seling  antar bahan aktif  sesuai anjuran. Penyakit yang sering menyerang tanaman pepaya yaitu, antraknose, busuk akar akibat Phytopthora atau Fusarium. Gejala serangan antraknose ditandai dengan cekungan bulat dan membusuk pada kulit buah,  kendalikan dengan fungisida berbahan aktif propineb  Penyakit busuk akar ditandai dengan daun tua meguning kendalikan dengan fungisida Mankozeb atau metalaxyl.

 

  •  PRODUKSI BENIH

Prosedur produksi benih sumber dengan penyerbukan dan isolasi yang ketat yaitu sebagai berikut :

1. Pohon induk pepaya ditanam dalam satu hamparan dengan jumlah populasi yang banyak (300-1000 tanaman).
2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan dan varietas jenis lain dari populasi pohon induk pepaya.

Gambar 3. Pohon induk berbunga sempurna dan  berada ditengah- tengah kebun

3. Pilih pohon induk yaitu tanaman berbunga sempurna, mempunyai produksi tinggi, stabil dan sehat dan berada ditengah- tengah kebun (Gambar 3)
4.Menentukan bunga sempurna yang akan diselfing/diserbuki. Ciri bunga yang siap untuk diserbuki yaitu kelopak bunga masih tertutup dan warnanya putih krem (Gambar 4).
5. Pada bunga sempurna perlu dilakukan bantuan penyerbukan untuk meningkatkan jumlah dan menjaga kemurnian benih yang dihasilkan. Penyerbukan bunga sempurna dilakukan dengan cara mengambil sumber polen dari bunga jantan yang berada satu rangkaian dengan bunga sempurna pada pohon jenis yang sama . Pilih bunga jantan yang sudah pecah polen/serbuk sarinya.
6. Bukalah kelopak bunga sempurna dengan hati-hati, kemudian oleskan serbuk sari dari bunga jantan pada putik bunga sempurna tersebut.

Gambar 3. a. Bunga sempurna siap diselfing/diserbuki, b. Penyerbukan dengan polen dari tanaman yang sama, c. bunga dibungkus dengan kertas tahan air/kertas minyak dan dipasang label selfing/hibridisasi.

7. Bungkus bunga sempurna yang sudah diserbuki dengan kertas minyak (berukuran 7 X 10cm). Hal ini penting untuk menghindari masuknya pollen dari bunga lain pada saat bunga telah terbuka. Bungkus kertas juga melindungi bunga dari kelembaban yang berlebihan yang dapat mengganggu pembentukan buah. Agar bungkus tertutup dengan baik maka diperlukan klip penjepit. Apabila buah tumbuh dan membesar, bungkus dengan sendirinya akan terbuka akibat dari desakan dari buah yang membesar.
8. Pasangkan label tahan air pada bunga yang sudah diserbuki, sebagai tanda bunga sudah diserbuki.
9. Pada umur 4-5 bulan setelah penyerbukan, buah pepaya sudah dapat dipanen. Buah yang bisa dipanen ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit buah antara 10-20%.

Prosedur produksi benih sumber dengan isolasi populasi dalam jumlah banyak yaitu sebagai berikut :

1. Pohon induk pepaya ditanam dalam satu hamparan dengan jumlah populasi yang banyak (1000-5000 tanaman).
2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan dan varietas jenis lain dari populasi pohon induk pepaya.
3. Pilih pohon induk yaitu tanaman berbunga sempurna, mempunyai produksi tinggi, stabil dan sehat dan berada ditengah- tengah kebun (Gambar 3)
4. Buah yang dapat diambil bijinya untuk benih sebar adalah buah sempurna ke 3 dan seterusnya dari pohon induk terpilih. Buah dapat dipanen ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit buah antara 10-20%.

biji dicuci dan dikeringkan.

  • PROSESING BENIH

          Buah hasil penyerbukan yang sudah dipanen disimpan sampai 100 % kulit berwarna kuning dan masak sempurna. Proses penyiapan benih mulai dari saat biji diambil dari buah sampai penyimpanan melalui beberapa tahapan, yaitu: pembuangan sarkotesta, pengeringan, pembungkusan dan penyimpanan serta pelabelan.

- Pembuangan Sarkotesta
Sarkotesta adalah selaput lendir yang membungkus biji yang masih segar. Sarkotesta pada biji segar ini sulit untuk dibuang, oleh karena itu biji yang baru dicuci perlu di simpan pada tempat dengan peredaran udara baik selama dua hari (kering-angin) sampai sarkotesta berangsur-angsur menjadi keriput. Setelah itu biji dicuci dan diremas-remas dengan kain kasar atau abu gosok untuk menaggalkan sarkotesta dari biji. Sarkotesta yang telah keriput ini mudah ditanggalkan. Sarkotesta perlu dibuang karena mengadung bahan yang menghambat perkecambahan benih. Setelah sarkotesta dibuang, biji direndam 10 menit dalam larutan fungisida (2 g/l) sebelum dikeringkan

- Pengeringan
Pengeringan biji bisa dilakukan dengan pengeringan menggunakan matahari ataupun diangin-anginkan saja. Biasanya masa pengeringan selama lima hari sampai kadar air benih berkisar 10%. Cara yang baik adalah dengan meletakkan biji di atas kertas, kemudian dikering anginkan. Dengan pengeringan ini, viabilitas benih dapat lebih dijaga bila dibandingkan dengan benih basah atau masih mengandung sarkotesta.

- Pengemasan dan Penyimpanan
Penyimpanan benih harus dilakukan sebaik-baiknya untuk menjaga agar tidak kemasukan air maupun udara. Penyimpanan dapat dilakukan menggunakan kantong plastik berklip maupun wadah lain yang tertutup rapat (aluminium foil) atau kedap udara. Selanjutnya benih  disimpan dalam suhu 10°C.

  • PERKECAMBAHAN DAN PENYEMAIAN BENIH

Perkecambahan benih

- Benih direndam dalam air hangat selama ± 24 jam (sampai benih tenggelam), benih yang terapung dibuang.
- Benih yang sudah direndam ditiriskan dan diletakkan di atas tissu/kain lembut kemudian digulung dan dibasahi sampai lembab.
- Gulungan kain berisi benih disimpan dalam wadah gelas/toples plastik dan tutup dengan plastik dan diikat rapat.
- Wadah berisi benih disimpan dalam ruangan yang terkena cahaya matahari dengan suhu berkisar lebih kurang 30ºC
- Bila diperlukan lakukan penyemprotan dengan air bersih untuk menjaga kelembaban tissu/kain.
- Benih akan berkecambah setelah 5 - 7 hari, kemudian dipindahkan ke media semai.

Persemaian benih

- Kegiatan persemaian diawali dengan menyiapkan media semai yang baik untuk pertumbuhan benih papaya. Media semai terdiri dari campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan (1:1 v/v), sebaiknya ditambah Trichoderma sp dan disimpan/fermentasi selama 7 hari.
- Media dimasukkan ke dalam polibag ukuran 12 x 17 cm.
- Media semai diletakkan di rumah bibit untuk menghindari hujan dan angin
- Polibag yang sudah berisi benih disusun rapi
- Penyiraman dilakukan setiap hari jika tidak ada hujan dengan menggunakan gembor yang nozzelnya halus karena benih masih lemah.
- Lakukan pengendalian hama (seperti semut dan belalang) yang dapat merusak benih dengan insektisida.
- Penyemprotan dilakukan dengan fungisida berbahan aktif mancozeb untuk mencegah munculnya penyakit rebah kecambah (damping off )

Untuk mempercepat kegiatan produksi benih dalam mendukung pengembangan buah papaya maka dilakukan inisiasi pembentukan penangkar benih. Kelompok tani binaan  yang mempunyai pohon induk tersertifikasi dan berminat menjadi penangkar akan diinisiasi menjadi penangkar benih. Kelompok tani tersebut akan dibina dan diberi pendampingan agar dapat menghasilkan benih papaya sendiri.

  • SISTEM PENGENDALIAN MUTU BENIH

Untuk menjaga kualitas benih sesuai kelasnya , maka perlu diadakan pengendalian mutu benih. Sistem kendali mutu benih  meliputi tiga aspek yaitu; kendali mutu genetic, mutu fisiologis dan mutu fisik.

A. Kendali Mutu Genetik
Masalah yang sering timbul dalam budidaya tanaman pepaya adalah munculnya tanaman berbunga jantan dan  tanaman  berbunga betina. Untuk tujuan produksi buah, keberadaan tanaman jantan sangat merugikan, karena tanaman ini tidak bisa menghasilkan buah sedangkan buah tanaman betina nilai komersialnya rendah. Sampai saat ini belum ditemukan teknologi yang efisien untuk mengidentifikasi sek pepaya pada tahap semaian. Upaya yang bisa dilakukan untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan melakukan seleksi tanaman berbunga sempurna secara ketat sehingga diperoleh pohon induk yang stabil tipe seksnya.

     Selain itu untuk menjaga kemurnian varietas dilakukan isolasi ganda yaitu isolasi populasi dan hibridisasi/selfing. Kebun produksi benih setidak-tidaknya berjarak radius 5 km dari jenis lain untuk menghindari kemungkinan kontaminasi serbuk sari tanaman pepaya lain.

B. Kendali Mutu Fisiologis
Mutu fisiologis yang perlu dipertahankan adalah viabilitas benih dapat dilakukan dengan penyimpanan pada suhu 8-10oC dengan kadar air biji dibawah 10%. Untuk memantau perubahan viabilitas benih, perlu dilakukan uji viabilitas benih secara berkala, yaitu setiap 6 bulan sekali. Pengujian viabilitas benih yang cukup sederhana adalah dengan mengecambahkan benih pada media pasir sebagai berikut :

- Rendam benih dalam air bersih bersuhu 400 C selama ± 24 jam (sampai benih tenggelam), buang benih yang terapung.
- Siapkan nampan/baki perkecambahan (seedbad) dan isi dengan media pasir halus.
- Taburkan benih ke dalam nampan/baki perkecambahan, kemudian tutup dengan pasir setebal ±2 cm.
- Siram setiap hari media perkecambahan dengan gembor berlubang halus
- Tempatkan nampan/baki perkecambahan di tempat yang terkena sinar matahari dan terlindung dari hujan.
- Benih akan tumbuh mulai 7 hari setelah semai. Amati daya berkecambah benih sampai berumur 21 hari setelah semai. Kriteria kecambah normal adalah apabila hipokotil tumbuh lurus dan sehat kotiledon telah terbuka sempurna, disertai tunas yang sehat.Benih berkualitas mempunyai daya berkecambah antara 75-100%.

Mutu fisiologis pada semaian benih pepaya dapat diketahui dari pertumbuhan benih sesuai umurnya. Benih pepaya dapat ditanam pada umur 1,5-2 bulan setelah semai ditandai dengan jumlah daun antara 8-10 helai.

C. Kendali Mutu Fisik
Secara fisik, penampilan benih harus sehat, baik itu berupa biji ataupun semaian. Apabila benih berupa biji harus bebas dari organisme pengganggu, tidak menunjukkan adanya bekas gigitan serangga atau lubang pada kulit biji, serta tidak adanya tanda-tanda cendawan pada permukaan luar biji. Apabila kulit biji dikupas, bagian dalam biji tidak keriput, embrio masih bernas berwarna keputihan.

Mutu fisik benih berupa semaian dapat dilihat dari kesehatan tanamannya. Benih semaian harus bebas dari hama dan penyakit,  tidak terdapat gejala serangan hama atau penyakit. Gejala serangan hama  tungau dan kutu putih yang ditandai dengan adanya gejala daun keriput dan di bagian permukaan bawah daun terdapat tungau dan kutu putih. Hama lain yang sering menyerang benih pepaya yaitu Trips atau Aphid, dimana gejala yang tampak adalah daun keriting. Penyakit yang juga sering menyerang semaian adalah penyakit layu semaian dengan gejala semaian layu atau roboh dengan pangkal batang membusuk .

1. PENANAMAN POHON INDUK SEBANYAK 300 TANAMAN


2. PRODUKSI BENIH SEBANYAK 65.000 BENIH