JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Wilayah rendah basah memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai alternatif pengembangan sentra produksi mangga. Beberapa varietas komersial mangga telah terbukti mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di wilayah ini. 

Mangga (Mangifera sp.) memiliki banyak jenis di mana masing-masing jenis tersebut menghendaki persyaratan agroklimat yang berbeda untuk dapat tumbuh secara optimal. Sebagai contoh Arumanis, Gadung, Golek, Manalagi hanya cocok dikembangkan di wilayah rendah kering, namun sebaliknya varietas Gedong gincu, Cengkir/ Indramayu, Sala, Bengkulu cocok tumbuh dan berkembang baik di wilayah beriklim basah.

Sampai saat ini produksi total mangga di Indonesia terutama masih disuplai dari wilayah sentra produksi beriklim kering, terutama dari Jawa Timur. Mengingat adanya beberapa masalah yang harus diatasi sehubungan dengan peningkatan produksi mangga dan tuntutan preferensi konsumen, maka strategi pengembangan mangga juga harus diarahkan ke wilayah lain yang secara agronomis cocok untuk budidaya mangga. 
Permasalahan tersebut di antaranya adalah (1) adanya konversi lahan dari pertanian
menjadi perumahan dan industri sehingga menyebabkan luas pertanaman mangga di wilayah sentra menjadi berkurang, (2) adanya perubahan orientasi konsumen yang saat ini meminta produk buah mangga dengan warna kulit kemerahan dan (3) kebutuhan produksi mangga di luar musim. Untuk menjawab permasalahan mengenai penyusutan lahan pertanian dan keinginan menghasilkan buah mangga di luar musim, alternatif jalan keluarnya melakukan diversifikasi pengembangan sentra produksi mangga di wilayah lain yang secara agronomis dalam katagori cocok, terutama di luar Jawa.

Khusus untuk pembuahan di luar musim, penggunaan zat perangsang tumbuh tidak dianjurkan lagi mengingat dampak produksi baru yang memiliki karakteristik lingkungan berbeda sehingga menyebabkan musim panen juga berbeda. 
Terkait dengan program pengembangan wilayah sentra produksi mangga baru maka pada tahun 2004 Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) mulai merancang suatu aktivitas penelitian yang bertujuan untuk mengevaluasi pertumbuhan 6 varietas tanaman mangga komersial, termasuk mangga dengan warna kulit buah kemerahan di wilayah rendah basah.Varietas yang ditanam adalah Gedong gincu, Marifta, Manalagi Kraksan, Indramayu, Sala dan Bakari Sisik masing-masing berjumlah 30 tanaman. 
Bekerjasama dengan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Lampung, penelitian yang berbentuk /visitor plot dilakukan di Kebun Percobaan Natar dengan pertimbangan lokasi ini mewakili wilayah rendah basah. Teknologi yang diterapkan adalah menerapkan teknologi budidaya secara optimal, pembentukan profil tanaman melalui pemangkasan sehingga terbentuk tipe percabangan 3-9-27, dan paket teknologi pengendalian hama penggerek batang mangga meliputi monitoring, pemangkasan dan aplikasi pestisida hanya pada saat fase tunas saja.
Hasil penerapan paket teknologi tersebut mulai terlihat pada tahun 2007, di mana tanaman mangga telah menunjukkan pertumbuhan yang baik dan mulai berproduksi. Semua varietas yang ditanam telah menghasilkan buah dengan kualitas yang optimal. Serangan hama penggerek batang, yang merupakan kendala utama pada budidaya mangga di wilayah rendah basah, dapat dikendalikan sehingga semua tanaman mangga menunjukkan profil pertumbuhan optimal. Sebagai informasi tambahan, saat tulisan ini dibuat tanaman mangga di KP. Natar sedang berbunga sehingga diharapkan pada bulan November 2009 sudah mulai bisa dipanen.

Dengan terbuktinya tanaman mangga dapat tumbuh baik dan berbuah terutama mangga yang memiliki karakter buah berkulit kemerahan tersebut, maka pada tahun 2008 ini Balitbu Tropika bekerja sama dengan BPTP Lampung menambah koleksi tanaman mangga di KP Natar. Varietas mangga yang ditanam adalah mangga dengan kulit buah berwarna merah (Khrisapati Malda), Duren, dan Gayam. 

Selain itu, juga ditanam 10 aksesi mangga hasil silangan induk Arumanis-143 dengan mangga berkulit merah yang bertujuan untuk mendapatkan mangga Arumanis dengan karakter kulit kemerahan. Jumlah total tambahan tanaman mangga yang ditanam pada tahun 2008 sebanyak 120 tanaman.
(Sumber : Mizu Istianto, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika)