JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Merah Delima produk Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika - Badan Litbang Pertanian mempunyai kelebihan antara lain ukuran buah kecil-sedang (1,2 kg/buah), daging buah tebal, produksi tinggi dan citarasa lebih manis dibandingkan varietas lokal yang ada.  Namun kalau kita menanam benih yang berasal dari biji ada kelemahannya yaitu munculnya pepaya kelamin betina maupun kelamin jantan yang jumlahnya kadang cukup tinggi dari populasi yang ditanam. Hal ini berakibat  terhadap turunnya  kualitas buah  dan sekaligus mengurangi pendapatan petani karena kedua jenis pepaya ini mempunyai nilai ekonomi lebih rendah dibandingkan pepaya sempurna. Akan tetapi masalah ini dapat diatasi dengan cara menanam pepaya dengan menggunakan benih yang sudah jelas berkelamin sempurna (hermaprodit).

Benih pepaya sempurna (hermaprodit) dapat diperoleh dengan 2 cara, yaitu: (1) mencangkok tunas/cabang pepaya sempurna (hermaprodit) dari seleksi tanaman di kebun produksi.  Seleksi tanaman perlu memperhatikan karakter unggulnya antara lain: buah lebat dan bentuk buah seragam, dan (2) mencangkok cabang/tunas pepaya sempurna dari tanaman induk.  Prosedur pembuatan benih pepaya sempurna adalah sebagai berikut

1. Mencangkok Tunas dari Tanaman Produksi

Untuk mendapatkan cabang dari tanaman produksi pepaya sempurna, maka mata tunas yang tumbuh pada batang utama dipelihara pada ketinggian 60-120 cm dari permukaan tanah sebanyak 4-6 cabang/pohon. Pada umur 2-3 bulan tunas tersebut telah mencapai diameter 4-5 cm dan sudah dapat dicangkok dengan cara sebagai berikut.

a. Membuat Irisan

Tunas/cabang pepaya diiris/digergaji dari arah bawah ke arah atas dengan membentuk sudut 45 derajat dengan kedalaman kira-kira 10 cm. Setelah itu luka bekas irisan diganjal dengan irisan bambu/kayu dengan ketebalan 3-4 mm dengan tujuan agar irisan bagian bawah tidak menyentuh/menyatu dengan irisan bagian atas.

Cabang calon yang akan dicangkok (kiri), cabang yang diiris/gergaji (kanan)

b. Merangsang perakaran

Untuk mempercepat tumbuhnya akar pada cangkokan maka perlu diberikan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) yang mengandung auxin misalnya Rootone F, Grow Root, ekstrak bawang merah dan sebagainya. Setelah ZPT kering luka irisan diberi media cangkok.

c. Memberi media cangkokan

Memberi media cangkokan ada 2 cara, yaitu: (a) luka cangkokan yang telah diberi ZPT dibungkus dengan kantong plastik kemudian kantong plastik diisi dengan media ‘cocopeat’ yang sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam kemudian kantong plastik diikat , (b) bekas irisan yang sudah diberi ZPT (namun tidak diganjal dengan bambu) dimasukkan gelas plastik bekas air mineral yang bagian bawahnya diberi lobang kemudian gelas plastik diisi dengan media ‘cocopeat’ yang sudah direndam ke dalam air kapur 24 jam hingga penuh . Apabila media dalam gelas kering maka perlu dilakukan penyiraman.

Pemberian media cangkok

d. Panen cangkokan

Panen cangkokan tergantung cara pemberian media cangkok. Pada cangkokan dengan media yang dibungkus kantong plastik dapat dipanen pada umur 60 hari   setelah pencangkokan, sedangkan cangkokan dengan media dalam gelas  plastik dapat dipanen pada umur 42 hari setelah pencangkokan. Panen cangkokan pada media yang dibungkus kantong plastik tersebut lebih lama, namun kelebihannya akarnya lebih banyak dibandingkan dengan cangkokan dalam gelas plastik (Gambar 9 dan 10). Cara memanen cangkokan adalah dengan cara menggergaji cabang cangkokan tepat di bawah bidang cangkokan, kemudian daun yang tua dipotong dengan menggunakan gunting pangkas dan ditinggalkan 4-5 daun yang masih muda

Cangkokan yang sudah keluar akar siap dipanen (kiri), pengurangan daun sebelum panen (kanan)

e. Transplanting cangkokan

Setelah cangkokan dipanen, kemudian cangkokan ditanam/ditransplanting dalam polibag berukuran 20 x 30 cm yang berisi media campuran tanah + pupuk kandang + sekam (3:2:1) kemudian disiram dan ditempatkan di tempat yang teduh/di bawah pohon. Kurang lebih 3-4 minggu setelah transplanting benih pepaya asal cangkokan sudah dapat ditanam di lapang. Untuk mendapatkan populasi yang seragam di lapang, maka benih asal cangkokan harus ditanam dengan dikelompokkan berdasarkan tinggi benih.

Panenan cangkokan ditransplanting di pot atau polybag

 

2. Mencangkok Tunas dari Tanaman Induk

a. Mempersiapkan Tanaman Induk

Untuk mendapatkan tunas/cabang sebagai bahan cangkokan dalam jumlah yang cukup, maka diperlukan tanaman induk pepaya sempurna (hermaprodit). Tanaman Induk dapat diperoleh dengan cara khusus membuat Blok Penggandaan Tunas (BPT) dengan jarak rapat (2 m x 2,5 m) dengan benih yang berasal dari hasil cangkokan tanaman produksi. Tanaman induk tidak diharapkan untuk menghasilkan buah melainkan untuk menghasilkan tunas. Untuk itu pohon induk dipelihara secara intensif agar dapat menghasilkan tunas yang sehat, antara lain memberikan dosis pupuk N yang lebih tinggi dan air yang cukup dibandingkan dengan pemeliharaan tanaman produksi.

Pohon induk

b. Penggandaan tunas

Tunas yang siap untuk dicangkok

 

Untuk memproduksi benih cangkokan pepaya sempurna secara massal diperlukan tunas/cabang secara massal pula, oleh karena itu tanaman induk harus diperlakukan secara khusus agar dapat menghasilkan tunas/cabang dalam jumlah yang optimal, dengan prosedur sebagai berikut:

  • Bidang olah tanaman induk (seluas 1 M2) dibersihkan dan digemburkan bagian atasnya sacara dangkal agar akar tanaman tidak banyak yang putus.
  • Tanaman Induk dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 20 kg (1 karung)/pohon kemudian pupuk kandang dicampur dengan tanah. Pupuk kandang diberikan setahun sekali menjelang akhir musim hujan.
  • 2 minggu setelah pemberian pupuk kandang, selanjutnya tanaman induk dipupuk dengan pupuk buatan berupa Urea 250 g + NPK (15:15:15) 250 g per Pupuk buatan diberikan setahun 3 kali yaitu setiap selesai panen cangkokan.
  • Setelah pemberian pupuk tanaman diari, namun apabila di sekitar lokasi penanaman tidak ada sumber air maka pemupukan dilakukan pada saat masih ada hujan.
  • 2 minggu setelah pemberian pupuk buatan, tanaman induk dipotong setinggi 1 m dari permukaan tanah (Gambar 14).
  • 2-3 minggu setelah pemotongan, biasanya tanaman induk akan tumbuh tunas dalam jumlah banyak dengan posisi tunas yang tidak teratur. Untuk itu 1 bulan kemudian diperlukan seleksi tunas dengan meninggalkan sebanyak 4-8 tunas/tanaman dengan posisi terpencar mengelilingi batang (Gambar 15).
  • Setelah tunas berumur 2-3 bulan dengan diameter antara 3-4 cm maka tunas/cabang telah siap dicangkok.
  • Setiap selesai panen cangkokan, tunas baru akan selalu muncul dengan jumlah 2 kali lipat sehingga suatu saat semua bagian batang tanaman induk akan tertutup tunas. Dalam kondisi seperti ini harus dilakukan seleksi tunas agar tidak terjadi tumpang tindih antar tunas dengan memelihara tunas maksimal 20 tunas/cabang/tanaman.
  • Perkiraan rata-rata kapasitas produksi tunas/tanaman/tahun adalah: 1 tanaman x 20 tunas x 3 kali/tahun = 60 tunas/pohon/tahun, identik dengan 120.000 tunas/Ha/tahun (jarak tanam tanaman induk 2 m x 2,5 m). Rasio kecukupan benih cangkok dari 1 Ha tanaman induk dapat mencukupi lahan produksi sebanyak 108 Ha (dengan jarak tanam 3 m x 3 m).

2. Mencangkok Tunas

    Cara mencangkok tunas/cabang pepaya pada tanaman induk sama dengan cara mencangkok tunas/cabang pepaya tanaman produksi.

Manfaat Ganda Benih Cangkokan

Disamping dapat memenuhi kebutuhan populasi tanaman pepaya yang 100% hermaprodit, cangkokan pepaya juga dapat digunakan untuk membuat tabulampot pepaya hermaprodit. Hal ini dapat dicapai karena benih cangkokan pepaya akan berbunga dan berbuah meskipun ditanam di pot. Tabulampot ini sangat bermanfaat untuk memenuhi gizi keluarga di perkotaan yang luas lahannya sangat terbatas sekaligus dapat berfungsi sebagai tanaman hias.

Tabulampot pepaya cangkok

Sumber : Puslitbanghorti

Editor : Tim web