JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Teknik Produksi Benih Pepaya

Balitbu Tropika 2017. Benih merupakan sarana produksi utama dalam budidaya tanaman. Untuk menghemat biaya produksi pada tanaman pepaya, petani dapat memproduksi benih untuk kebutuhannya sendiri.  Benih berkualitas ditentukan oleh banyak faktor terutama kemurnian benih, daya tumbuh benih dan true to type. Benih dengan kemurnian dan bermutu tinggi dapat dihasilkan sendiri dengan cara yang terkontrol, baik untuk tanaman dengan penyerbukan sendiri (selfing) maupun dengan penyerbukan silang.

Produksi benih pepaya bersari bebas dapat dilakukan dengan metode selfing atau perkawinan antar jenis yang sama pada satu populasi yang besar. Tujuan dari teknik ini adalah untuk mempertahankan sifat tertentu agar stabil tanpa ada kontaminasi sifat-sifat dari luar yang mungkin terbawa oleh serbuk sari tanaman lain yang dibawa oleh angin, serangga atau manusia.

Produksi benih pepaya bersari bebas/galur murni harus memperhatikan morfologi bunga dan tipe penyerbukannya. Tanaman pepaya mempunyai tiga jenis kelamin bunga, yaitu tanaman jantan, tanaman betina dan tanaman sempurna.  Tanaman jantan hanya meng­ha­silkan bunga jantan, tanaman betina, hanya meng­hasilkan bunga betina (tanpa adanya ser­buk sari)  dan tanaman sempurna menghasilkan dua jenis bunga, yaitu bunga jantan dan bunga sempurna (Gambar 1).  Apabila dilihat dari tipe pembungaanya tersebut, pepaya tergolong  tanaman jenis dioecious (bunga jantan dan betina pada tanaman terpisah) atau gynodioecious karena mempunyai bunga sempurna (bunga berkelamin ganda). Pepaya berbunga betina mempunyai bentuk buah bulat dan berbiji sedikit. Pada umumnya yang diinginkan konsumen adalah  tanaman sempurna dengan buah berbentuk lonjong/silindris memanjang, daging tebal dan rasa manis (Gambar 2).

Pada tanaman berbunga sempurna dapat ditemukan bunga sempurna dan bunga jantan. Morfologi bunga pepaya sempurna terdiri dari kelopak (calix), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik. Benang sari terbagi menjadi tiga bagian, yaitu tangkai sari (filamentum) dan kepala sari (antera). Tangkai sari yaitu bagian yang berbentuk benang dengan penampang melintang yang umumnya berbentuk bulat, sedangkan kepala sari, yaitu bagian benang sari yang terdapat pada ujung tangkai sari. Di dalam ruang sari terdapat serbuk sari(polen), yaitu sel-sel kelamin jantan (gamet jantan) yang berguna untuk penyerbukan. Pepaya memiliki 10 benang sari dan masing-masing kotak sari berisi serbuk sari yang berwarna kuning. Kotak sari akan membuka mulai jam 08.00 pagi atau saat matahari sudah bersinar. Jumlah benang sari dapat mengalami perubaan morfologi sehingga jumlanya berkurang menjadi lima buah (pentandria). Hal tersebut terjadi akibat cekaman lingkungan misalnya suhu yang sangat ekstrim, cekaman kekeringan,  dan kesuburan tanah.

Putik bunga sempurna merupakan alat kelamin betina. Putik tersusun atas daun-daun yang telah mengalami metamorfosis disebut daun buah (karpelum). Secara keseluruhan daun-daun buah penyusun putik dinamakan gynaecium. Putik merupakan alat kelamin betina, yang salah satu bagiannya mengandung sel telur. Putik terdiri dari tiga bagian, yaitu bakal buah (ovarium), tangkai kepala putik (stilus), dan kepala putik (stigma). Bakal buah (ovarium) merupakan bagian putik yang pada umumnya kelihatan membesar dan terletak pada dasar bunga.

Gambar 1. Bunga dan buah tanaman  betina

Gambar 2. Bunga dan buah  tanaman hermaprodit

Teknik Produksi Benih
Metode produksi benih pepaya berdasarkan  tipe morfologi bunga sempurna. Tingkat penyerbukan silang yang tinggi pada bunga sempurna menyebabkan perlunya metode isolasi bunga yang lebih ketat.  Selain itu untuk meningkatkan persentase benih berbunga sempurna perlu diketahui pewarisan jenis kelamin bunga  pepaya. Hasil penyerbukan bunga pepaya dengan sumber putik dan serbuk sari  dari tanaman yang berbeda jenis kelaminnya akan menghasilkan tanaman pepaya dengan jenis kelamin yang berbeda dengan perbandingan tertentu. Oleh karena itu tanaman induk dipilih dari tanaman berbunga sempurna yang sudah stabil pada beberapa generasi.

Teknik Produksi Benih Dengan Penyerbukan Sendiri
Prosedur produksi benih dengan penyerbukan sendiri yaitu sebagai berikut :

1. Pohon induk pepaya ditanam dalam satu hamparan dengan jumlah yang banyak (1000-5000 tanaman).
2. Musnahkan tanaman yang berkelamin jantan dan varietas jenis lain dari populasi pohon induk pepaya.

Gambar 3. Pohon induk berbunga sempurna dan  berada ditengah- tengah kebun

3. Pilih pohon induk yaitu tanaman berbunga sempurna, mempunyai produksi tinggi, stabil dan sehat dan berada ditengah- tengah kebun (Gambar 3)
4. Menentukan bunga sempurna yang akan diselfing/diserbuki. Ciri bunga yang siap untuk diserbuki yaitu kelopak bunga masih tertutup dan warnanya putih krem (Gambar 4 a).
5. Pada bunga sempurna  perlu dilakukan bantuan penyerbukan untuk meningkatkan jumlah dan menjaga kemurnian benih yang dihasilkan. Penyerbukan bunga sempurna dilakukan dengan cara mengambil sumber polen  dari bunga jantan yang berada satu rangkaian dengan bunga sempurna pada satu pohon yang sama. Pilih bunga jantan yang sudah pecah polen/serbuk sarinya.
6. Bukalah kelopak bunga sempurna dengan hati-hati, kemudian oleskan serbuk sari dari bunga jantan pada putik bunga sempurna tersebut.

Sumber : Noflindawati, 2014.
Gambar 4. a. Bunga sempurna siap diselfing/diserbuki, b. Penyerbukan dengan polen dari tanaman yang sama, c. bunga dibungkus dengan kertas tahan air/kertas minyak dan dipasang label selfing

7. Bungkus bunga sempurna yang sudah diserbuki dengan kertas minyak (berukuran 7 X 10cm). Hal ini penting untuk menghindari masuknya pollen dari bunga lain pada saat bunga telah terbuka. Bungkus kertas juga melindungi bunga dari kelembaban yang berlebihan yang dapat mengganggu pembentukan buah. Agar bungkus tertutup dengan baik maka diperlukan klip penjepit. Apabila buah tumbuh dan membesar, bungkus dengan sendirinya akan terbuka akibat dari desakan dari buah yang membesar.
8. Pasangkan label tahan air pada bunga yang sudah diserbuki, sebagai tanda bunga sudah diselfing.
9. Pada umur 4-5 bulan setelah penyerbukan, buah pepaya sudah dapat dipanen. Buah yang bisa dipanen ditandai dengan perubahan warna kuning pada kulit buah antara 10-20%.

Gambar 5. A. Buah dipanen dan disimpan sampai matang, b. Ambil biji pada bagian tengah, c. biji dicuci dan dikeringkan.

Prosesing benih papaya
Buah hasil penyerbukan yang sudah dipanen disimpan sampai 100 % kulit berwarna kuning dan masak sempurna. Proses penyiapan benih mulai dari saat biji diambil dari buah sampai penyimpanan melalui beberapa tahapan, yaitu: pembuangan sarkotesta, pengeringan, pembungkusan dan penyimpanan serta pelabelan.

A. Pembuangan Sarkotesta
Sarkotesta adalah selaput lendir yang membungkus biji yang masih segar. Sarkotesta pada biji segar ini sulit untuk dibuang, oleh karena itu biji yang baru dicuci perlu di simpan pada tempat dengan peredaran udara baik selama dua hari (kering-angin) sampai sarkotesta berangsur-angsur menjadi keriput. Setelah itu biji dicuci dan diremas-remas dengan kain kasar atau abu gosok untuk menaggalkan sarkotesta dari biji. Sarkotesta yang telah keriput ini mudah ditanggalkan. Sarkotesta perlu dibuang karena mengadung bahan yang menghambat perkecambahan benih. Setelah sarkotesta dibuang, biji direndam 10 menit dalam larutan fungisida (2 g/l) sebelum dikeringkan

B. Pengeringan
Pengeringan biji bisa dilakukan dengan pengeringan menggunakan matahari ataupun diangin-anginkan saja. Biasanya masa pengeringan selama lima hari sampai kadar air benih berkisar 10%. Cara yang baik adalah dengan meletakkan biji di atas kertas, kemudian dikering anginkan. Dengan pengeringan ini, viabilitas benih dapat lebih dijaga bila dibandingkan dengan benih basah atau masih mengandung sarkotesta.

C. Pengemasan dan Penyimpanan
Penyimpanan benih harus dilakukan sebaik-baiknya untuk menjaga agar tidak kemasukan air maupun udara. Penyimpanan dapat dilakukan menggunakan kantong plastik berklip maupun wadah lain yang tertutup rapat (aluminium foil) atau kedap udara. Selanjutnya benih  disimpan dalam suhu 10°C.

Sumber dan Foto: Tri Budiyanti
11 Januari 2017