JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Analisis Kromosom Jambu Biji Menggunakan Metoda Squash

Balitbu Tropika 2016. Jambu biji (Psidiumguajava L.), merupakan salah satu tanaman buah yang banyak disukai masyarakat.  Dari 100 gram daging jambu biji mengandung 77-86 g air, 2.8 - 5.5 g serat kasar, 0.9 - 1.0 g protein, 0.1 - 0.5 g lemak, 0.43 - 0.7 g ash, 9.5-10 g karbohidrat, 9.1 - 17 mg kalsium, 17.8 - 30 mg fosfor, 0.30 - 0.70 mg besi, 200 - 400 I.U. Vitamin A, 0.046  mg tiamin, 0.03 - 0.04 mg riboflavin, 0.6 - 1.068 mg niacin, 40 I.U. Vitamin B3, dan 35 I.U. Vitamin G4 (Morton. 1987).

 

Perbaikan varietas jambu biji seedles
Salah satu upaya meningkatkan kualitas jambu biji adalah dengan merakit varietas unggul yang memenuhi selera konsumen. Karakter buah jambu biji yang diharapkan yaitu: warna daging merah, rasa daging manis dan tekstur yang tidak berpasir, berbiji sedikit atau tanpa biji, dan produksi yang tinggi.

Untuk memperoleh varietas sesuai dengan kriteria yang dikehendaki pasar, beberapa langkah dapat ditempuh salah satunya adalah melalui persilangan. Upaya persilangan untuk mendapatkan buah jambu biji tanpa biji, dilakukan dengan cara menyerbuki tanaman tetraploid dengan tanaman diploid, sehingga dihasilkan tanaman triploid. Langkah pertama pada persilangan untuk mendapatkan benih triploid ialah melakukan penyediaan tetua tetraploid. Tanaman tetraploid dapat diperoleh melalui penggandaan kromosom tanaman diploid dengan kolkhisin, atau dengan memanfaatkan kekayaan plasmanutfah jambu biji yang  tersedia dengan melakukan analisa kromosom pada tanaman tetua.

Gambar 1. Jambu biji seedles warna daging putih dan merah

Pewarisan sifat makhluk hidup dibawa oleh gen yang terdapat dalam kromosom. Kromosom adalah tempat utama dari materi genetik yaitu DNA (Suryo 1995). Karakter kromosom dapat menjadi penciri khusus pada setiap tanaman yang biasanya tervisualisasi melalui morfologi tanaman. Tanaman dengan pasangan kromosom  triploid akan menghasilkan buah yang tidak berbiji atau berbiji sedikit (Purnomo. et al. 1999). Tanaman dengan pasangan kromosom tetraploid, akan menghasilkan tanaman yang lebih besar ukurannya dan lebih tahan terhadap hama dan penyakit (Pandoan et al. 2013). Karakter kromosom dapat dianalisa dengan melihat kariotipe kromosom. Kariotipe merupakan gambaran lengkap dari kromosom pada tahap metaphase dari suatu sel yang tersusun secara teratur (Alresna 2009). Studi kromosom pada jambu biji masih jarang ditemukan karena kesulitan dalam menuntukan metode dan fase pengamatan yang tepat. Untuk mendapatkan informasi kromosom pada jambu biji dapat dilakukan analisis kromosom menggunakan metode Squash.

Tahapan kegiatannya dapat dilihat  di bawah ini :

1. Persiapan Tanaman.
Tanaman yang akan dianalisa adalah tanaman yang sehat dengan pertumbuhan yang vigor. Satu bulan sebelum pengambilan spesimen, sebaikanya tanah dibawah tajuk tanaman digemburkan dan diberi pupuk kandang atau kompos. Hal ini dilakukan untuk memudahkan dalam pengambilan spesimen.

Persiapan Bahan dan Alat Analisa.
Bahan dan alat yang diperlukan dalam analisa yaitu: 0.002 M 0.8 hydroksiquinolin, etanol:asamasetat (3:1), asamasetat 45%, HCl 4N, acetoorcein 2%, mikroskop cahaya, kaca preparat, pisau silet dan alat pendukung lainnya.

2. Pembuatan Preparat
Analisis jumlah kromosom dilakukan dengan menggunakan metode squash yang diaplikasi oleh Chakraborti et.al (2010) dengan modifikasi. Pengambilan specimen dari tanaman dilakukan pada pukul 9 hingga 10 pagi. Spesimen diambil dari ujung akar merismatik yang berwarna putih. Spesimen dipotong sepanjang 1 cm  kemudian dicuci dengan aquadest. Spesimen segera dimasukkan ke dalam larutan 0.002 M 0.8 hydroksiquinolin, disimpan selama 4 jam pada suhu 18 - 20 ºC. Spesimen difiksasi dalam etanol:asamasetat (3:1) selama 24 jam dalam suhu ruang kemudian direndam dengan asam asetat 45% selama 15 menit.  Setelah fiksasi, akar dihirolisasi kedalam larutan HCl 4N selama 3 jam kemudian dibilas dengan aquadest 7 - 8 kali dan selanjutnya direndam dalam larutan asam asetat 45% selama 10 menit.  Spesimen kemudian diwarnai dengan aceto orcein 2% selama 10 menit dan selanjutnya dibilas dengan asam asetat  45%. Ambil ujung akar merismatik 0,5 mm, letakkan di atas kaca preparat,  kemudian cacah dengan menggunakan pisau silet. Tetesi specimen dengan asama setat 45%, dan ditutup dengan gelas penutup, kemudian pencet dengan menggunakan ibu jari.

Gambar 2. Spesimen diambil dari ujung akar merismatik yang berwarna putih

3. Pengamatan Dengan Mikroskop
Preparat diamati dengan mikroskop pada perbesaran 1000 x.  Dari  setiap preparat dipilih sel yang menunjukkan fase metafase, tidak terjadi tumpang tindih antar sel maupun antar kromosom.  Pada fase tersebut kromosom tampak menyebar, sehingga memudahkan dalam pengamatan. Kemudian dipotret dengan menggunakan kamera mikroskop. Dari hasil gambar yang  diperoleh kemudian dilakukan penghitungan jumlah kromosom dan pembuatan kariotipe kromosom (Farihul Ihsan, Balitbu Tropika).

Gambar 3. Tahapan mitosis sel pada jambu biji

Naskah dan Foto: Farihul Ihsan
05 Oktober 2016