JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Cara Mudah Eradikasi Tanaman Pisang Terserang Penyakit Layu

Penyakit layu merupakan kendala utama dalam budidaya pisang, baik di Indonesia maupun di luar negeri. Ada dua patogen penyebab penyakit layu yaitu cendawan Fusarium oxysporum  f. sp. cubense (Foc) dan bakteri Ralstonia solanacearum atau lebih dikenal dengan nama Blood Disease Bacterium (BDB). Saat ini penyakit telah menyebar hampir di seluruh sentra produksi pisang di dunia termasuk di Indonesia, baik pada perkebunan rakyat maupun pada perkebunan pisang yang diusahakan dalam skala komersial/agribisnis. Kedua patogen menyerang hampir semua varietas pisang komersial dan ditemukan pada semua fase pertumbuhan tanaman. Tanaman yang terserang penyakit akan menguning, layu dan mati dengan ciri-ciri spesifik dari masing-masing penyakit.

Gambar 1. Tanaman pisang terserang penyakit layu fusarium (kiri) dan layu bakteri (kanan)

Salah satu usaha untuk menekan perkembangan dan penyebaran kedua patogen adalah dengan menghilangkan sumber inokulum melalui pemusnahan tanaman sakit atau eradikasi. Tanaman sakit yang berada di dalam kebun di antara tanaman sehat merupakan inokulum potensial yang dapat menyebar ke tanaman sehat melalui beberapa cara seperti aliran drainase, alat-alat pertanian, serangga penyebar (untuk layu bakteri) dan lain-lain.

          Eradikasi harus dilkukan terhadap tanaman dewasa dan anakan beserta rumpun sakit. Pelaksanaan eradikasi haruslah memperkecil resiko penularan ke tanaman lain, jika pemusnahan dilakukan dengan menebang/memotong tanaman, tentu membutuhkan tenaga dan biaya yang cukup banyak dan mahal, selain itu percikan cairan dan serpihan potongan tanaman sakit akan menyebar di dalam kebun dan menular ke tanaman sehat. Cara sederhana melakukan eradikasi tanaman pisang terserang penyakit layu adalah dengan membunuh tanaman dengan menyuntikan minyak tanah atau herbisida.

Bahan dan alat ; yang dibutuhkan untuk eradikasi adalah minyak tanah atau herbisida, jarum suntik (spet) dan injektor yang terbuat dari bambu atau pipa besi yang diruncingkan

Dosis ; 25-40 ml (3-5 sendok makan) minyak tanah untuk tanaman dewasa, 15-25 ml (2-3 sendok makan) untuk tanaman muda dan 5-15 ml (1-2 sendok makan) untuk anakan. Minyak tanah dapat juga diganti dengan herbisida dengan takaran ±10 ml/tanaman.

Pelaksanaan eradikasi ;

  1. Tusukkan injektor pada pseudostem (batang semu) dengan kemiringan 45-60º sampai menyentuh bagian empulur, jarak dari permukaan tanah ±50cm
  2. Keluarkan injektor dari batang semu dengan cara menarik sambil diputar
  3. Keluarkan bagian batang semu yang terbawa injektor
  4. Masukkan kembali injektor ke dalam lubang yang sudah dibuat,  melalui lubang injektor masukkan minyak tanah atau herbisida sesuai takaran dengan menggunakan jarum suntik (spet)

  Gambar 2. Skema/urutan pelaksanaan eradikasi

Penyuntikan minyak tanah atau herbisida dapat dilakukan lebih dari satu kali tergantung kondisi tanaman dan cuaca. Bila tanaman kokoh atau sedang musim hujan, penyuntikan dapat dilakukan sebanyak dua kali, penyuntikkan berikutnya dengan takaran yang sama dilakukan satu minggu setelah penyuntikkan pertama. Setelah tanaman mati yaitu 3-5 minggu (tergantung cuaca dan kondisi tanaman) bongkar dan bakar sisa tanaman sampai habis.

Narasumber: Jumjunidang

 

Pin It