JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Penyakit Darah

Penyakit darah pada pisang disebabkan oleh bakteri patogen tanaman yang disebut Ralstonia solanacearum ras 2, P. celebensis, atau Banana Blood Disease (BDB).

Gejala penyakit

1. Gejala luar

Terjadinya penguningan daun pada daun yang telah membuka penuh (Gambar 1).  Pada tanaman dewasa, pangkal daun ini akan patah sehingga daun akan menggantung di sekitar batang. Pada anakan akan menunjukkan gejala layu, meskipun infeksinya tidak selalu sistemik. Seringkali tanaman sakit dapat menghasilkan anakan yang sehat. Pada tanaman pisang yang sudah menghasilkan buah jika jantung pisangnya masih ada akan tampak mengering dan mengkerut serta menghitam (Gambar 2)

 

2. Gejala dalam

Jika batang dipotong akan tampak pada pembuluh vaskularnya adanya nekrosis yang berwarna merah ke coklatan. Selain itu juga dari bagian yang dipotong akan keluar lendir bakteri yang berwarna putih sampai coklat kemerahan atau kehitaman. Jika dilihat dari luar, buah pisang yang terserang penyakit darah seringkali tampak sehat, namun jika dipotong buah pisang yang sakit akan busuk dan berisi lendir bakteri yang berwarna kuning kemerahan ataupun merah kehitaman

         

Gejala penyakit Darah. Tampak daun yang menguning patah.

Buah terinfeksi melalui jantung pada pisang Kepok

Perubahan warna daging buah dan pembusukan pada buah pisang Kepok muda 

Perubahan warna daging buah dan pembusukan pada buah pisang Kepok muda 

Cara Penyebaran Penyakit Darah

Penyakit darah dapat tersebar melalui beberapa perantara, yaitu:

  • Dari satu tempat ke tempat lainnya oleh manusia melalui bahan tanaman ataupun buah yang diperoleh dari tanaman yang terinfeksi.
  • Melalui serangga penyerbuk yang singgah pada bunga sakit dan kemudian singgah lagi pada bunga sehat
  • Penyebarannya dapat pula terjadi karena melalui bibit yang sakit, melalui alat-alat pertanian, aliran air, dan alat-alat transportasi.

Respon tanaman terhadap penyakit:

Penyakit darah terutama menyerang pisang kepok dan kadangkala ditemukan juga menyerang pisang siem.

Cara pengendalian penyakit sebagai berikut:

Preventif:

  1. Selalu gunakan bibit tanaman pisang yang bebas penyakit tanaman (semua pisang rentan) dengan tujuan menjaga keluar masuknya penyakit ke daerah baru.
  2. Cegah serangga penular/pembawa penyakit dengan cara bungkus segera jantung pisang segera setelah keluar dengan kantong plastik, kertas ataupun bahan lain dengan tujuan untuk mengurangi penularan penyakit dalam dan di antara lokasi yang ditularkan oleh serangga pengunjung bunga. Jangan tunggu sampai mekar baru dibungkus.
  3. Potong sesegera mungkin jantung pisang begitu sisir buah terakhir sudah selesai keluar.

Kuratif:

Eradikasi tanaman dengan cara segera hancurkan dan musnahkan tanaman sakit dan tanaman pisang yang ada disekilingnya, selanjutnya selalu amati dan perhatikan jikalau sisa-sisa tanaman sakit yang telah dihancurkan tersebut tumbuh kembali.

 

 

Naskah : Tim Peneliti Pisang

Editor : Tim Web

 

Pin It