JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

On-Farm Conservation Pisang Kepok Tanjung Sebagai Riset Unggulan Balitbu Tropika 2017

Balitbu Troika, 2017. Kegiatan penelitian Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika pada tahun 2017 terdiri dari 7 kegiatan. Sub kegiatan On-farm Conservation Kultivar Pisang Lokal Indonesia di lahan petani  dalam RPTP Evaluasi Adaptasi Kultivar Pisang Mendukung Program Pengembangan Pisang Menggunakan Benih Hasil Kuljar yang True-to-type dijadikan sebagai riset unggulan Balitbu Tropika 2017.

On farm conservation bertujuan untuk konservasi dan untuk menggali potensi suatu kultivar lokal yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat. Disamping itu juga menguji kemampuan adaptasi dari kultivar lokal apabila tumbuh di tempat yang bukan asalnya. Pada tahun 2009 Balitbu Tropika telah merilis varietas unggul baru pisang Kepok Tanjung yang ditemukan di Pulau Seram Maluku tahun 1996 dengan nama lokal pisang Sepatu Amora. Pisang ini dapat terhindar dari serangan penyakit moko atau layu bakteri. Kepok Tanjung, tidak memiliki bunga jantan (jantung) sehingga peluang tertular penyakit layu bakteri (Blood Disease Bacterium)  lebih kecil dibanding pisang jenis lain. Selain itu pisang Kepok Tanjung memiliki keunggulan citarasa yang manis  dengan total padatan terlarut (TSS) 29-30°Brix dan cocok sebagai pisang olahan.

Balitbu Tropika melalui Program On-Farm Conservation telah merintis pelestarian dan pengembangan pisang Kepok Tanjung di Sumatera Barat dan DI Yogyakarta. Kegiatan dilaksanakan pada tiga lokasi yaitu:

  1. Kecamatan Situjuh Limo Nagari, Nagari Situju Banda Dalam, Jorong Subarang tabek, Kabupaten Lima Puluh Kota (dataran tinggi 1050 m.dpl),
  2. Kecamatan Kubung, nagari Salayo, Kabupaten Solok (dataran menengah basah 600-650 m.dpl),
  3. Kecamatan Patuk, Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta (dataran rendah kering 300-400 m.dpl).

Kegiatan on farm conservation di Kecamatan Situjuh Limo Nagari   telah dilaksanakan tahun 2015 diawali dengan koordinasi bersama kelompok tani dari Situjuh dan Kota Payakumbuh serta tokoh masyarakat di Nagari Situjuh. Kegiatan lainnya yaitu memberikan pembinaan produksi benih pisang dan memfasilitasi kebutuhan benih komunitas tani, memberikan pelatihan budidaya, pemeliharaan tanaman dan pengendalian hama penggerek bonggol pisang.  Sampai saat ini kondisi benih pada perbenihan sebagian besar dan siap tanam dan perlu di atur distribusinya ke kelompok tani. Kegiatan ini mendapatkan respon yang sangat baik dari masyarakat sekitar, terbukti dari meningkatnya minat masyarakat di Kota Payakumbuh untuk mengembangkan pisang kepok Tanjung.

Perbenihan pisang di Kecamatan Situjuh Kabupaten Lima Puluh Kota (kiri), Pisang Kepok Tanjung (kanan)

Kegiatan di Kecamatan Kubung dimulai pada tahun 2017 dengan mengembangkan pisang Kepok Tanjung. Pemilihan lokasi diarahkan ke nagari Selayo karena sebelum adanya serangan peyakit darah, Selayo merupakan salah satu daerah penghasil utama pisang Kepok yang turut mensuplai kebutuhan pisang Kepok di wilayah Jawa. Dengan program pengembangan pisang Kepok Tanjung melalui on-farm conservation, diharapkan pisang Kepok di Selayo akan bangkit kembali. Selain itu pemerintah daerah kabupaten Solok juga sangat mendukung program tersebut dan akan menjadikan Selayo menjadi Kampung Pisang.

Sosialisasi perbanyakan benih pisang dengan mematikan titik tumbuh dan pembuatan perangkap hama penggerek bonggol

Sampai dengan saat ini telah dilakukan pencanangan dan penanaman pisang Kepok Tanjung oleh Bupati Solok. Pada tahun 2017 ditargetkan penanaman masing-masing sebanyak 500 tanaman di Selayo sebagai stimulan, sehingga untuk selanjutnya akan berkembang di sekitar kedua wilayah tersebut. Selain pemberian benih juga akan dilaksanakan pelatihan perbanyakan tanaman,  teknologi budidaya pisang, dan pasca panen.

Penyerahan benih pisang Kepok Tanjung oleh Ka Balitbu Tropika Dr. Mizu Istianto kepada Bupati Solok Drs. Gusmal (kiri),
Penanaman benih pisang di Nagari Selayo

Program on-farm conservation pisang Kepok Tanjung di desa Terbah kecamatan Patuk, DI Yogyakarta pada tahap penentuan lokasi dan koordinasi dengan pemda setempat. Pemilihan lokasi di desa Terbah diharapkan akan meningkatkan potensi wisata desa tersebut melalui wisata kuliner olahan pisang, karena desa tersebut berdekatan dengan daerah wisata alam dan lokasi TTP  Nglanggeran.

 

Sumber : Elinna Mansyah, Agus Sutanto & Edison HS
Penyusun : Jumjunidang dan Tri Budiyanti
Editor : Tim Web
5 Juni 2017