JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

tropika,

  • 2800 Benih Durian Gratis Untuk Kampung Durian Kota Solok

    Selama 2 hari tanggal 19-20 Desember 2017, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika membagikan 2800 benih gratis untuk mendukung pengembangan kawasan sentra durian di Kota Solok bertajuk Kampung Durian Solok yang telah dicanangkan pada bulan Oktober lalu. Benih durian tersebut terdiri atas 5 varietas unggul yaitu Matahari, Kani, Kromo Banyumas, Sitokong dan Otong. Pembagian benih dikomando langsung Penanggung Jawab Kegiatan Perbenihan Durian sekaligus Kasi Jasa Penelitian Balitbu Tropika Panca Jarot Santoso. Pendistribusian benih selanjutnya kepada petani calon penerima dilaksanakan oleh PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

    Pengiriman benih dipusatkan di Nagari Tanjung Paku Kota Solok - Suamtera Barat untuk didistribusikan kepada 45 petani yang melingkupi luas areal 25 hektar. Sebagaimana kesepakatan sebelumnya, benih dikirim ke lokasi setelah petani calon penerima membuat lubang tanam dan tersedianya pupuk dasar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui kegiatan APBNP 2017 Direktorat Jendral Hortikultura. Kerja keras PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan selama dua bulan ini telah berhasil membina petani menyiapkan sebanyak 2800 lubang tanam yang siap untuk ditanami durian.

    Pembagian benih durian ini merupakan bagian dari Program Kementrian Pertanian yang telah mencanangkan tahun 2018 sebagai Tahun Hortikultura dan persiapannya telah dimulai tahun 2017 dengan memproduksi benih Hortikultura termasuk tanaman buah secara massal. Salah satu target capaian dari kegiatan yang dibiayai melalui DIPA Balitbu Tropika APBNP 2017 adalah tersedianya 45.000 benih durian diantaranya 10.000 benih siap distribusi di akhir bulan Desember. Pembagian ke Kampung Durian Solok merupakan pengiriman perdana dari program perbenihan tersebut. (PJS)

     

     

     

     

    Foto dan naskah : Panca JS

    Editor : Tim Web

     

  • Balitbu Tropika Berkoordinasi Dengan Diperta Kabupaten Solok Untuk Pendaftaran Varietas Unggul Baru Petai

    Mendukung tahun perbenihan hortikultura Kementan 2018, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika mendapat mandat menyiapkan benih 6 komoditas buah, sukun, jengkol dan petai. Perbanyakan massal benih 9 komoditas tersebut telah dimulai sejak tahun 2017. 

    Untuk komoditas petai, dalam kegiatan perbanyakan benih tersebut juga dilakukan eksplorasi ke beberapa daerah untuk mendapatkan jenis petai unggul daerah. Selama kegiatan eksplorasi tahun 2017 tersebut, tim perbenihan petai Balitbu Tropika telah menentukan dua jenis  petai unggul berdasarkan idiotipe yang telah disusun. Selanjutnya pohon petai unggul ini akan ditetapkan sebagai calon pohon induk yang akan didaftarkan sebagai varietas unggul baru.

    Terkait proses pendaftaran ini, pada Kamis, 22 Februari 2017, Tim perbenihan petai Balitbu Tropika, Ir. Sunyoto, Dr. Sukartini, MP, Kuswandi, SP, MSi, Nini Marta, SP, MP dan Deni Emilda, SSi, MSc didampingi pengawas benih Kabupaten Solok, Busra Effendi, SP, berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Solok. Tim Balitbu Tropika diterima oleh Ir. Admaizon (Kepala Dinas), Miharta Maria, SPt (Sekretaris Dinas), Amri Fahmi, SP (Kepala Bidang Hortikultura) dan Mus Mulyadi, SP (Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan). Dalam kesempatan ini, tim Balitbu Tropika melaporkan kepada Dinas Pertanian bahwa  ada 2 calon varietas baru petai yang berasal dari Kabupaten Solok. Kegiatan pendaftaran varietas ini melibatkan kerjasama antara Balitbu Tropika, Dinas Pertanian Kab. Solok dan UPTD BPSB Sumatera Barat. Kepala Dinas menyatakan sangat mendukung rencana pendaftaran varietas petai ini dan akan melaporkan kepada Bapak Bupati Solok.

    Draft awal pendaftaran varietas petai sudah disampaikan dan selanjutnya akan diagendakan pertemuan untuk penyempurnaan naskah pendaftaran tersebut satu minggu setelah kunjungan ini. Pertemuan nanti  akan dilakukan di Balitbu Tropika di Aripan. Dengan adanya pendaftaran varietas baru petai diharapkan tanaman petai unggul semakin berkembang terutama  di wilayah Kabupaten Solok.

    Foto dan naskah : Tim Web

  • Balitbu Tropika Kementan Siap Distribusikan 37.000 Benih Salak Unggul

    Mendukung tahun perbenihan Hortikultura 2018, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika sejak 2017 telah menyiapkan ratusan ribu benih tanaman buah, salah satunya komoditas salak. Ada 6 varietas unggul salak yang diperbanyak yaitu salak Gula Pasir (18.000 benih sebar), salak Pondoh (17.600 benih sebar), salak Madu (100 benih sumber) dan salak Sari Intan 48, 295, 541(300 benih sumber). Tahun 2018 ini, benih salak tersebut siap untuk didistribusikan kepada masyarakat.

    Salak Gula Pasir merupakan varietas unggul dari Sibetan Bali yang mempunyai keunggulan daging tebal dan rasa manis. Selain itu meskipun diperbanyak dari biji, salak Gula Pasir tetap sama produktivitasnya dibanding induknya dan dapat menyerbuk sendiri jika kondisi lingkungan sesuai yaitu minimal 500 m dpal.
    Salak Pondoh merupakan salak unggul nasional yang berasal dari Yogjakarta tetapi dapat beradaptasi baik di seluruh Indonesia.

    Permintaan pasar terhadap buah salak sangat tinggi sehingga perlu dukungan pengembangan yang luas. Balitbu Tropika siap mendukung dengan penyediaan benih salak unggul tersebut.

    Kondisi benih siap sebar di KP Aripan Balitbu Tropika

    Foto dan naskah : Tim Web

  • Bersama Balitbu Tropika Menyusuri Jejak Pisang Ameh Pasaman di Kabupaten Pasaman

    Pagi itu, Senin 12 November 2018 tim peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika menuju Kabupaten Pasaman untuk menyusuri jejak pisang varietas Ameh Pasaman, pisang mungil legit unggulan spesifik dari Kecamatan Lubuk Sikaping, Bonjol dan Simpati. Tanah longsor dan gerimis di sepanjang jalan Agam-Pasaman tak menyurutkan niat peneliti pisang Balitbu Tropika untuk mencari informasi terkini tentang pisang Ameh Pasaman. Saat memasuki ruas jalan Bonjol dan Lubuk Sikaping mulai terlihat pertanaman pisang Ameh Pasaman berupa bercampur dengan varietas lain. Di daerah Manggung Kecamatan Lubuk Sikaping dapat ditemukan jejeran kios pedagang buah yang menjual pisang Ameh Pasaman dan salak. Rupanya kedua komoditas tersebut merupakan ikon daerah ditambah dengan kacang. Pemda setempat mewajibkan masyarakat untuk selaku mengkonsumsi pisang, salak dan kacang (dikenal dengan istilah PSK) yang merupakan komoditas unggulan dari daerah tersebut

    Pisang Ameh Pasaman mempunyai ukuran buah kecil dengan warna kuning emas saat matang, rasanya manis legit nyaris tanpa air, ujung buah tetap hijau meskipun sudah matang, buah tidak mudah rontok dari sisirnya dan tahan simpan. Varietas unggul pisang ini dirilis oleh Pemda Pasaman bekerjasama dengan Balitbu Tropika pada tahun 2007. Karakter unggul itu hanya muncul saat ditanam di daerah tersebut dan daerah dengan agroekosistem yang mirip dengan daerah asalnya.

    Untuk mendapatkan info terbaru pisang Ameh Pasaman ini, tim peneliti pisang berkesempatan mewawancarai salah seorang pedagang yang merangkap sebagai Ketua Kelompok "Mutia" yang khusus menangani olahan pisang Ameh Pasaman menjadi pisang sale yaitu Yusmar. Dari bincang-bincang tersebut diketahui bahwa masa kejayaan pisang mungil ini terjadi pada tahun awal saat dirilis yaitu tahun 2007-2009, apalagi dengan adanya harapan dari seorang ekportir buah yang menjanjikan akan mengekspor ke Singapura. Tetapi harapan tersebut sampai saat ini belum bisa terwujud. Pemerintah Daerah Kab. Pasaman melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan, selalu memberikan dukungan untuk pengembangan pisang ini, namun langkah tersebut belum memberikan hasil yang memuaskan.

    Seiring berjalannya waktu, keberadaan pisang ini mulai tergeser oleh komoditas lain. Saat tim peneliti pisang yang dipimpin oleh Jumjunidang dab didampingi oleh Kabid. Tanaman Pangan dan Hortikultura Efriyanto beserta beberapa orang staf menyusuri daerah yang sebelumnya menjadi sentra pisang Ameh Pasaman, menemukan kondisi yang berbeda. Tidak ada lagi hamparan tanaman atau kebun yang terkelola baik, pisang ini ditanam seadanya bercampur dengan komoditas lain. Sejak mulai dirilis tahun 2007 sampai tahun 2010 populasi pisang ini bisa mencapai 600an hektar. Saat ini populasi sangat jauh berkurang. Saat kami menyusuri daerah Tikalak Kec. Lubuk Sikaping tempat pohon induk berada terlihat tanaman pisang jenis ini tidak terawat dan tidak ada sentuhan teknologi budidaya. Sehingga tak heran produksi dan kulalitas menjadi rendah yang berdapak turunnya harga jual.

    Tidak ditemukan hamparan tanaman ataupun kebun pisang seperti saat masa jayanya pada tahun-tahun awal varietas ini dirilis. Tim sempat bebincang dengan beberapa pedagang pengumpul yang mengungkapkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan berkurangnya populasi pisang Ameh Pasaman. Utamanya adalah masalah harga yang rendah yaitu antar Rp 2.500-3.500 per sisir, sehingga banyak petani yang beralih menanam varietas lain atau komoditas lain yang menurut mereka lebih menguntungkan. Sangat disayangkan varietas unggul pisang spesifik lokasi Pasaman ini seperti tidak punya daya untuk menembus pasar nasional. Perlu dukungan berbagai pihak terkait untuk mengangkat kembali keberadaan pisang unggul ini agar dapat menembus pasar yang lebih luas. Balitbu Tropika yang telah membantu menjadikan pisang lokal ini menjadi varietas unggul yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian, siap untuk memberikan dukungan teknologi dan akan membantu mengenalkan pisang istimewa ini kepada eksportir sehingga bisa dipasarkan secara luas di Indonesia bahkan ke manca negara.

     

    Sumber : Jumjunidang dan Tri Budiyanti

  • Bimbingan Teknis Budidaya dan Pengembangan Buah Tropika : Diperta Kota Pagar Alam

    Balitbu Tropika pada tanggal 28-29 Mei 2018 memberikan Bimbingan Teknis (BIMTEK) budidaya dan pengembangan buah tropika kepada Dinas Pertanian Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan. Peserta Bimtek sebanyak 20 orang yang terdiri dari 12 orang petani dan 8 orang petugas dinas pertanian. Pelatihan diadakan di Kebun Percobaan Sumani dan Aripan Balitbu Tropika di Sumatera Barat.

    Materi pelatihan adalah tentang budidaya tiga komoditas buah tropika, yaitu Manggis, Alpukat dan Durian. Materi dan praktek lapangan disampaikan oleh peneliti dan teknisi Balitbu yaitu Dr. Panca Jarot Santoso, Dr. Martias, Sukarmin dan Bambang Kuswara.

    Kepala Dinas Pertanian Kota Pagar Alam Jumaldi Jani, SP. MM. sebagai ketua rombongan berharap dengan adanya pelatihan ini petani mampu meningkatkan kualitas buah di Kota Pagar Alam. Harapan yang sama juga disampaikan Dr. Panca Jarot Santoso selaku Kasie. Jasa Penelitian dan narasumber dari Balitbu Tropika bahwa dengan adanya pelatihan ini petani mampu mengaplikasikan pengetahuan yang telah dibagikan dan petugas dinas pertanian mampu mengambil kebijakan yang dibutuhkan oleh petani.

     

    Foto dan naskah : Tim Web

  • Geliat Dukungan Perbenihan Salak Balitbu Tropika di Lereng Menoreh

    Derasnya hujan yang mengguyur Pegunungan Menoreh Desa Purwosari Kec.Girimulyo Kab. Kulonprogo tidak menyurutkan langkah tim perbenihan salak Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika untuk mendistribusi benih salak. Sebanyak 2500 benih sebar salak Pondoh telah diserahkan pada Kelompok Tani Mugi Lestari Dusun Tegalsari pada tanggal 2 April 2018. Benih diserahkan oleh peneliti salak Sudjijo dan diterima oleh Kasie Produksi Hortikultura Diperta Kab.Kulonprogo Agus Purwoko serta langsung didistribusikan kepada petani. Sosialisasi produksi benih sebar salak telah dilakukan oleh Penanggung Jawab perbenihan salak 2018, Tri Budiyanti pada awal Februari 2018 di Diperta Tk 1 DI.Yogyakarta. Balitbu Tropika telah memproduksi 10.000 benih salak di TA.2017 dan ditambah 25.600 benih di TA.2018. Respon yang bagus dan cepat dari Diperta Kulonprogo berhasil menjaring kelompok tani yang tepat untuk CPCL (calon petani calon lahan) salak.
    Menurut Agus Purwoko, di wilayah tersebut sudah lama dibudidayakan tanaman salak, sehingga menjadi salah satu andalan pendapatan petani. Saat ini populasi tanaman salak yang sudah ada di Girimulyo 93.426 rumpun, sedangkan potensi pengembangan masih sangat besar mencapai 200.000 rumpun.
    Semoga produksi dan distribusi benih sebar salak yang merupakan salah satu program perbenihan hortikultura dapat mendukung wilayah pengembangan salak di Indonesia.

     

    Sudjijo secara simbolis menyerahkan benih sebar ke Agus Purwoko (kiri)

    Benih sebar yang diserahkan (kanan)

     

    Naskah dan foto : Tim Web

     

  • Ketersediaan Benih UPBS Per Januari 2018

     

    Daftar lengkap silahkan download di sini

  • Ogan Komering Ulu Timur Tertarik Mengembangkan Beberapa Vareitas Unggul Badan Litbang Pertanian

    Dampak positif yang diharapakan dari diseminasi teknologi pertanian adalah respon balik dari pengguna teknologi yang diterimanya. Dari perhelatan besar yang baru dilaksanakan  di Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, gaungnya masih bisa dirasakan oleh masayarakat hal ini terbukti gaungnya sampai ke propinsi lain bahkan ke manca negara. Gaung perhelatan ini sampai juga ke telinga Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan ditambah dengan informasi dari stafnya yang mengikuti APFE 2017 di Singapore tentang varietas mangga yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian. Untuk itu HM Kholid Mawardi selaku Bupati OKU Timur jauh-jauh dating ke KP Cukurgondang untuk melihat dan mencari informasi lebih detail tentang varietas-varietas apa saja yang cocok untuk dibudidayakan di daerahnya.

    Pada kunjungan ini HM Kholid Mawardi yang didampingi oleh 6 orang stafnya memesan 6 varietas unggulan untuk dicoba ditanam di OKU, antara lain : Agri Gardina-45, Garifta Merah, Garifta Kuning, Garifta Orange, Garifta Gading dan Gadung-21, sebagai tahap awal dengan mencanangkan akan menanam sebanyak 10 Ha sebagai sarana agrowisata. Kerjasama ini perlu dibentuk untuk mengembangkan mangga yang ada  di OKU Timur termasuk teknik Topworking untuk di aplikasikan di daerahnya " tegas Mawardi.  Kunjungan diterima oleh Kepala KP Cukurgondang Endriyanto didampingi oleh peneliti pemulia mangga Karsinah yang menjelaskan informasi tentang mangga-mangga yang ada di koleksi KP Cukurgondang.

     

     

    HM Kholid Mawardi tertarik dengan teknologi Topworking (kiri)

    Kadidat VUB hasil silangan  KP Cukurgondang yang diperhatikan Mawardi saat menerima penjelasan Karsinah

     

    Mawardi menikmati mangga alpukat (kiri)

    Menikmati mangga Garifta ala kebun didampingi kepala KP Cukurgondang Endriyanto

     

    Foto : Rusjamin Jadi Ali

    Naskah dan editing : Tim Web

    Nopember 2017

  • Padu Padan Balitbang Pertanian dan Propinsi Sumatera Barat, Membangun Pertanian Nagari

    Sebagai perpanjangan tangan Balitbangtan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dan BPTP Sumatera Barat merangkul Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk bekerjasama mewujudkan kegiatan padu padan membangun pertanian di Sumatera Barat.

    Senin (02/07/2018), bertempat di ruang pertemuan Balitbu Tropika di Solok, tim Padu Padan Balitbangtan dan Pemda Sumatera Barat yang terdiri  dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pangan, Balitbangda, BPTP Sumbar dan Balitbu Tropika melakukan rapat koordinasi lanjutan guna membahas rencana kegiatan Louncing  Benih hortikultura dan perkebunan, ekspose teknologi serta Bimbingan Teknis bagi petani di Sumatera Barat. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Balitbu Tropika dan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat pada pertengahan Agustus mendatang.

    Rapat yang dihadiri oleh Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, Kepala BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra, Kadis Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Ir. Candra, MSi, Kadis Ketahanan Pangan Ir. Effendi, MP dan Kepala Balitbangda Dr. Reti Wafda ini juga  membahas status persiapan PENAS KTNA yang akan digelar di kota Padang tahun 2020 mendatang.

    Semoga kerjasama ini bisa mewujudkan Pertanian Sumbar yang maju dan sejahtera

    Foto : Ellina Mansyah

    Naskah dan editor : Tim Web

  • Padu Padan Balitbu Tropika dengan BPTP Riau dalam Pengembangan TTP Siak dan Tanaman Buah di Lahan Rawa

    Dalam rangka meningkatkan kerjasama dan padu padan pelaksanaan tupoksi antara Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika dengan BPTP Riau, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, MP. didampingi Ketua Kelti Ekofisiologi Tumbuhan Dr. Martias dan staf peneliti kelti ekofisiologi Titin Purnama, SP. MSi. melaksanakan  koordinasi dengan BPTP Riau. Koordinasi yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2O18 lalu bertempat di BPTP Riau di Pekanbaru. Rombongan dari Balitbu disambut oleh Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji, STp. MSc., Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Dr. Parlindungan,  Ir. Dahono, MSi. dan Nasrijon.  

    Pertemuan tersebut membahas dukungan Balitbu Tropika pada program TTP Siak untuk komoditas tanaman buah serta padu padan pelaksanaan kegiatan penelitian tahun 2018. Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan dan pengawalan teknologi tanaman buah di TTP Siak di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. TTP Siak berada di lahan rawa dengan basis utama tanaman padi. Untuk meningkatkan penghasilan masyarakat ketika tidak panen padi perlu didukung dengan tanaman hortikultura termasuk buah-buahan. Pada tahun 2017 Balitbu Tropika telah memberikan dukungan berupa penanaman beberapa tanaman buah seperti belimbing, durian, alpukat dan pisang. Berdasarkan hasil evaluasi pertumbuhan vegetatif awal jenis tanaman buah tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sudah mulai berproduksi di lahan rawa tersebut. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buah di lahan rawa pasang surut masih dibutuhkan teknologi spesifik lokasi.

    Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah dan rombongan bersama Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji,

    Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Parlindungan,  Dahono dan Nasrijon

     

    Kunjungan  Tim Balitbu Tropika di TTP Siak

    Salah satu komoditas buah yang dibutuhkan dalam jumlah cukup besar di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru adalah papaya. Melihat peluang tersebut, beberapa tahun terakhir masyarakat mulai membudidayakan secara intensif  komoditas ini khususnya papaya Merah Delima yang dihasilkan Balitbang Pertanian, namun pasokannya masih sangat kurang. Di Propinsi Riau,  lahan sub optimal yaitu rawa lebak dan rawa pasang surut merupakan lahan yang berpeluang dijadikan untuk pengembangan buah-buahan. Untuk maksud tersebut pada tahun ini akan dilakukan penelitian  perbaikan teknologi tanaman buah di lahan rawa lebak khususnya untuk tanaman pepaya. 

    Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbu Tropika dan rombongan juga melakukan kunjungan dan  koordinasi untuk kegiatan pengembangan pepaya Merah Delima di daerah Pasir Putih Pekanbaru. Kegiatan ini  merupakan kerjasama antara Universitas Riau, BPTP Riau dan Balitbu Tropika. Pada daerah ini telah dikembangkan lebih dari 10 ha pepaya Merah Delima dan terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar enam juta rupiah/ha/minggu.  Kegiatan padu padan antara Balitbu Tropika dengan BPTP Riau dalam pengembangan tanaman buah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat.

    Kebun induk pepaya Merah Delima di Pasir Putih (kiri) dan hamparan pepaya Merah Delima seluas 4 H di desa Pasir Putih Pekanbaru (kanan)

    Narasumber: Ellina Mansyah
    Editor: Tim Website  

  • Pembangunan Plasmanutfah Pisang : Kabupaten Pringsewu Jalin Kerjasama Dengan Balitbu Tropika

    Berawal dari permohonan Dinas Pertanian Kabupeten Pringsewu  tentang bantuan benih kultivar pisang untuk membangun kebun plasma nutfah pisang, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika menjalin kerjasama melalui  menyediaan benih pisang dan tenaga ahli untuk mendukung kegiatan tersebut. 

    Balitbu Tropika telah menugaskan Edison HS untuk berkoordinasi dengan Kadis Pertanian Kab.Pringsewu Iskandar Muda, untuk kegiatan membangun kebun plasma nutfah dan kebun untuk blok fondasi pisang.

    Wakil Bupati Pringsewu  Fauzi sangat mendukung pembangunan dan pengebangan kebun plasma nutfah pisang Kabupaten Pringsewu ini diharapkan Balitbu Tropika dapat berperan untuk pengawal dan dukungan teknologi, tata cata pengelolaan plasmanutfah dan pengumpulan data karakter tanaman plasma nutfah pisang, serta informasi dari plasma nutfah tersebut. Balitbu Tropika akan membantu beberapa kultivar pisang yang dimiliki untuk memperkaya jumlah keragaman kultivar kebun koleksi plasma pisang  di Kabupaten Pringsewu (Lokasi disamping Kantor Bupati Pringsewu). Sebagian kultivar pisang telah ditanam di kebun plasma nutfah tersebut (9 kultivar umur 4 bulan tanam),  dan tambahan 3 kultivar yang telah dirilis (kepok tanjung, Raja kinalun dan Ketan 01).

    Edison juga memberikan bimtek di BPP.Gading Rejo. Pringswu), untuk teknologi perbenihan, budidaya, penanganan hama penyakit, serta pengelohan hasil (pasca panen), dan tata cata pendiskripsian tanaman pisang untuk mengumpulkan data agar informasi tiap kultivar dapat bermanfaat untuk pengambilkebijakan ( dihadiri 12 orang dari Dinas Pertanian Kab.Pringsewu, dan tenaga BPSB. Kab.Pringsewu

    Foto dan naskah : Edison Hs
    Editor : Tim web

  • Penanda Tanganan Kerjasama TNI AL Dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Kerjasama TNI AL dengan Kementrian Pertanian dan Kementrian Kelautan dan Perikanan  dalam Bimbingan Teknis Terpadu Pembekalan Keterampilan TNI AL.  Penandatanganan Kerja sama bertempat di Pusat Bektram Kimal Grati Pasuruan. Hari Rabu Tanggal 21 Februari 2018 oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, dan Mentri Pertanian diwakili oleh Ka Badan Ketahanan Pangan Dr. Agung Hendriadi. Acara ini juga dihadiri oleh UK/UPT Balitbangtan yang berada di Jawa Timur. Pada kesempatan ini Balitbu Tropika berpartisipasi mengisi stand pameran berupa benih berbagai varietas unggul mangga. Acara penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan peninjauan lapang dan penanaman mangga Arigardina oleh Kasal, Mentan, dan Mentri Kelautan dan Perikanan serta pejabat negara pusat dan daerah lainnya. Balitbu Tropika sebelumnya juga sudah bekerja sama dengan pusat pelatihan TNI AL  ini dengan menanam 1200 benih pepaya.

    Dari kiri ke kanan : Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan

    Ka Badan Ketahahan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi

     

    Kiri ke kanan : Peserta Bektram berkonsultasi dengan teknisi Balitbu Tropika, Ka Balai

    dan staf foto bersama dengan Susi Pujiastuti

     

     

    Ka Balitbu Tropika tanam mangga bersama Ka Badan Ketahanan Pangan

    Foto dan naskah : Ellina dan Masirul

    Editor : Tim Web

     

  • Penjajakan Kerjasama Teknis New Zealand

    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika melalui Kebun Percobaan Cukurgondang, kembali kedtangan tamu dari Kedutaan New Zealand untuk melakukan survey awal dalam rangka menjajaki kerjasama teknis pada Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di Indonesia. Mereka yang datang adalah Dr Allan Woolf, Dr Suzie Newman dari NZ Institute of Plant and Food Research. Tiago Wandschneider, economist consultant. Dr Felix Zulhendri science consultant. Mereka sangan interest terhadapa mangga Agri Gardina-45 (banana mango)

    Saat menikmati mangga Agri GArdina-45 (kiri) dan mangga Gadung-21 (kanan)

     

    Meninjau blok mangga Agri GArdina-45

    Foto dan naskah : Masirul dan Muryati

    Editor : Tim Web

     

     

     

     

     

  • Pertemuan Tidak Lanjut Padu Padan Program Balitbu Tropika dan BPTP Sumbar

    Padu padan kegiatan penelitian, pengkajian dan diseminasi lingkup Balitbangtan sangat diperlukan dalam menghasilkan teknologi dan pengembangan komoditas pertanian. Hari ini Selasa, 22 Mei 2018, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah bersama koordinator program, ketua kelompok peneliti dan beberapa peneliti berkunjung ke BPTP Sumbar. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dan tindak lanjut dari kunjungan Kepala BPTP Sumbar dan beberapa peneliti ke Balitbu Tropika 18 Mei lalu. Kunjungan dan diskusi dalam dua kali pertemuan adalah dalam rangka membangun sinergi antar kedua institusi.

    Pertemuan ini berlangsung di ruangan kepala balai dan dipimpin langsung oleh Ka. BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini adalah Padu Padan Inovasi Balitbangtan terkait Pemantapan Kegiatan dan Materi/Program Taman Sains Pertanian (TSP) Sukarame Koto Gaek sebagai sarana edukasi, penelitian dan agrowisata. Selain itu juga dibahas tentang merancang kegiatan di Laboratorium Diseminasi BPTP Sumbar yang berlokasi di Kota Padang.

    Saat diskusi di lapangan, tim peneliti Balitbu Tropika menyarankan untuk menanam buah tropika yang ditumpangsarikan dengan sayuran. Tanaman buah yang direkomendasikan antara lain alpokat, buah naga, pisang, salak dan melon/semangka. Semoga rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga TSP Sukarame Koto Gaek dapat berjalan sesuai fungsinya.

    Naskah dn foto : Tim web

  • Petani Penangkar Benih Di Pekanbaru Siap Layani Kebutuhan Benih Untuk Pengembangan Pepaya Merah Delima Di Provinsi Riau

    Nilai komersial komoditas pepaya Merah Delima menjadi salah satu daya tarik untuk pengembangan budidaya buah yang rasanya manis ini. Hal inilah yang mendorong petani di kota Pekanbaru Riau untuk merintis berkebun pepaya Merah Delima. Sebut saja Nasri Joni dan Hendri Toni, dua orang kakak beradik ini mulai mengembangkan pepaya Merah Delima di Kampar sejak tahun 2015 melalui kerjasama permodalan dari Universitas Islam Riau dan pendampingan teknologi dari Balitbu Tropika dan BPTP Riau.

    Permintaan pasar yang tinggi terhadap pepaya Merah Delima di wilayah Riau dan Batam mendorong petani di Riau ini untuk menambah luas tanam sehingga saat ini mencapai 15 Ha.

    Kebutuhan benih pepaya Merah Delima yang tinggi seiring dengan peningkatan permintaan untuk perluasan pengembangan menyebabkan Tim Perbenihan Balitbu Tropika melatih dan menginisiasi penangkar benih di Riau.
    Menurut peneliti Balitbu Tropika Tri Budiyanti pepaya Merah Delima adalah jenis varietas bersari bebas sehingga benih dapat diproduksi dengan mudah menggunakan teknologi perbenihan yang benar. Oleh karena itu Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah memberikan dukungan perbenihan pepaya Merah Delima melalui penyelenggaraan pelatihan bagi petani untuk belajar teknik produksi benih pepaya yang benar.

    Sampai saat ini Hendri Toni dan Nasri Joni sudah memasarkan kurang lebih 100.000 benih pepaya Merah Delima mulai dari wilayah sekitar Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Papua dan NTT. Menurut Joni bisnis benih pepaya Merah Delima cukup menguntungkan karena dari satu buah pepaya dapat menghasilkan keuntungan mencapai Rp.25.000,-. Perlakuan isolasi bunga dan tanaman serta prosesing biji yang sempurna menjadi kunci dari terjaganya kualitas benih pepaya, ujar Joni. Saat ini harga jual benih pepaya per biji yaitu Rp.350,- sedangkan benih siap tanam umur 1,5 bulan seharga Rp.3500,-.
    Kehadiran petani penangkar benih pepaya Merah Delima ini telah menjadi pendorong bertambahnya luas pengembangan pepaya Merah Delima di Propinsi Riau. Sinergi antara Balitbangtan, BPSB dan pendampingan kepada petani penangkar harus terus digiatkan sehingga benih yang dihasilkan petani penangkar tetap terjaga kualitasnya.

    Sumber : Tri Budiyanti

  • Potensi Agribisnis Semangka Serif Saga Agrihorti Inovasi Balitbu Tropika Di Lahan Rawa Lebak

    Potensi lahan rawa lebak di Indonesia sangat besar dan banyak yang belum dikelola untuk budidaya tanaman. Lahan rawa lebak, dangkal yaitu  bila genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan; mempunyai potensi tinggi untuk budidaya tanaman buah semusim misalnya semangka dan pepaya. 
    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika bekerjasama dengan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa telah membuat demo plot tumpang sari semangka Serif Saga Agrihorti dan pepaya Merah Delima pada lahan rawa lebak dangkal dalam rangka Pekan Pertanian Rawa Nasional II di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10/2019)
    Kegiatan ini dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kepala Balitbangtan Andi Muhamad Syakir  yang berkesempatan panen perdana Semangka Serif Saga Agrihorti. Amran sangat tertarik dengan inovasi inovasi Balitbangtan yaitu VUB semangka yang dapat beradaptasi dengan baik di rawa lebak. Agribisnis tanaman buah semangka di lahan rawa lebak ini diharapkan dapat berkembang dan diadopsi di wilayah lainnya.
    Menurut Kuswandi dan Makful peneliti semangka dari Balitbu Tropika, cara budidaya semangka di lahan rawa tidak jauh berbeda dengan di lahan optimal.
    Persiapan lahan meliputi olah tanah dicangkul seperti biasa, diberi pupuk dasar yaitu pupuk kandang  dan dolomit. Untuk pemupukan selanjutnya dikocor seminggu sekali dengan 2,5 kg NPK dalam 50 liter air diberikan 220 ml per tanaman.  Setelah memasuki fase generatif pemupukan dengan pemberian NPK 1kg
    +KCl 1,5 kg dalam 50 liter air  serta diberikan 250 ml/tanaman.
    Pada daerah yang tidak endemi penyakit virus maka semangka Serif Saga Agrihorti dapat ditumpangsari di sela-sela tanaman pepaya Merah Delima. Hasil budidaya semangka  di lahan rawa lebak dangkal tersebut dapat berproduksi baik dengan berat per buah antara 5,1 kg sampai 8,5 kg, rasa buah manis, warna daging merah dan segar. Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah menyampaikan bahwa semangka dapat dipanen pada umur 70 hari setelah tanam sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di daerah rawa lebak.
     
     
     
     Sumber : Tri Budiyanti dan Kuswandi
  • Semangka Serif Saga Agrihorti Siap Menyemarakkan Pentas Hortikultura Indonesia

     

    Untuk mendorong kegiatan agribisnis buah tropika diperlukan varietas unggul dengan kualitas buah yang baik dan mudah diperbanyak benihnya. 
    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melakukan serangkaian kegiatan pemuliaan semangka untuk menghasilkan varietas unggul baru (VUB) dan telah memperoleh VUB semangka Serif Saga Agrihorti.

    Semangka Serif Saga Agrihorti mendapat apresiasi positif dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat pembukaan Spektahorti 2018 di Lembang Jawa Barat (20/09/2018)."Semangka ini manis dan segar...luar biasa", demikian diungkapkan oleh Amran Sulaiman.Hal yang sama juga disampaikan oleh ratusan pengunjung yang sempat mencicipinya. Rasanya manis, warna daging merah cerah, ukuran buah maksimal bisa mencapai 10 kg menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Spektahorti 2018. Pada event tersebut pemda Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Utara dan Temanggung sangat tertarik dan berminat untuk mengembangkan semangka tersebut.
    Menurut Kuswandi peneliti semangka dari Balitbu Tropika, Semangka Serif Saga Agrihorti merupakan varietas bersari bebas yang sangat berpihak kepada petani. Petani tidak perlu membeli benih setiap kali akan memulai usaha taninya. mereka cukup memastikan varietas ini tidak tercampur dan dapat menggunakan benih hasil panennya untuk ditanam pada musim tanam berikutnya. VUB semangka ini memiliki keunggulan, berupa rasa yang sangat manis (TSS 13-17 brix) dan warna merah cerah. 
    Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah mengharapkan hadirnya VUB semangka Serif Saga Agrihorti diharapkan dapat meningkatkan gairah pengembangan hortikultura Indonesia. Saat ini benih Semangka Serif Saga Agrihorti dapat diperoleh di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Solok Sumatera Barat.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Foto 1 : Tim web

    Foto 2 : Catur DM

    Naskah : Tim Web

     

  • Serah Terima Benih Pisang Untuk Pengembangan Kampung Pisang Di Kec Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta

    Desa Terbah adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Terbah adalah pertanian. Desa ini bersebelahan dengan desa Nglanggeran yang memiliki obyek wisata Gunung Purba dan Embung Nglanggeran.

    Untuk memajukan desa-desa di kecamatan Patuk, Camat Patuk Bapak R. Haryo Ambar Suwardi SH M.Sos mempunyai mempunyai program 'One village one product', sehingga setiap desa mempunyai produk andalan yang dapat mengangkat taraf hidup masyarakatnya. Sebagai contoh desa Nglanggeran telah ditetapkan sebagai kampung cokelat dengan mengolah cacao menjadi produk-produk seperti permen cokelat, bubuk cokelat instan, dan lain-lain, yang mesin pengolahannya berada di lokasi Taman Teknologi Pertanian yang dibangun oleh Balitbangtan. Untuk desa Terbah, Bapak Camat akan mencanangkan sebagai Kampung Pisang.

    Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 16 Desember 2017, bertempat di kantor kecamatan Patuk dilakukan penyerahan materi benih pisang yang berjumlah 700 benih sebar hasil perbanyakan kultur jaringan, oleh Dr. Agus Sutanto mewakili Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika kepada Bapak Camat R. Haryo Ambar Suwardi SH. M.Sos dan disaksikan oleh staf Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Trimartini Patria. Pada kesempatan tersebut turut hadir kepala desa Terbah Eko Nuryadi S.Pd.I, dan 6 kepala dusun serta para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa kecamatan Patuk (FMKP). Setelah dilakukan serah terima, benih langsung dibagi menjadi 7 (untuk 6 dusun dan FMKP) dan dibawa ke desa Terbah.

    Dengan telah dilakukan penyerahan benih pisang tersebut, Bapak Camat berharap masyarakat Terbah dapat memanfaatkan dan mengembangkan pisang tidak hanya sebagai komoditas pertanian tetapi juga komoditas industri pengolahan hasil berbasis pisang. Oleh karena itu diharapkan pendampingan teknologi oleh Balitbangtan berupa pelatihan-pelatihan terutama untuk budidaya tanaman, penanganan segar dan pengolahan hasil pisang.

     

     

     

     

     

     

     

     

    Serah terima benih pisang dari balai diwakili oleh Agus Sutanto kepada Camat Patuk R. Haryo Ambar Suwardi 

     

     

     

     

     

     

     

    Kepala Desa dan para Kepala Dusun desa Terbah dengan benih pisang untuk pengembangan Kampung Pisang

     

    Para mahasiswa FMKP yang akan ikut mengawasi program pengembangan pisang di desa Terbah bersama Camat Patuk  dan Trimartini (BPTP DIY) dan Agus Sutanto

    Foto dan naskah : Agus Sutanto

    Editor : Tim web

     

     

  • Teknik Perbanyakan Pisang Secara Konvensional

    Berikut teknik konvensional untuk memperbanyak tanaman pisang, kali ini disajikan dalam bentuk gambar