JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

tanaman,

  • 2800 Benih Durian Gratis Untuk Kampung Durian Kota Solok

    Selama 2 hari tanggal 19-20 Desember 2017, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika membagikan 2800 benih gratis untuk mendukung pengembangan kawasan sentra durian di Kota Solok bertajuk Kampung Durian Solok yang telah dicanangkan pada bulan Oktober lalu. Benih durian tersebut terdiri atas 5 varietas unggul yaitu Matahari, Kani, Kromo Banyumas, Sitokong dan Otong. Pembagian benih dikomando langsung Penanggung Jawab Kegiatan Perbenihan Durian sekaligus Kasi Jasa Penelitian Balitbu Tropika Panca Jarot Santoso. Pendistribusian benih selanjutnya kepada petani calon penerima dilaksanakan oleh PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

    Pengiriman benih dipusatkan di Nagari Tanjung Paku Kota Solok - Suamtera Barat untuk didistribusikan kepada 45 petani yang melingkupi luas areal 25 hektar. Sebagaimana kesepakatan sebelumnya, benih dikirim ke lokasi setelah petani calon penerima membuat lubang tanam dan tersedianya pupuk dasar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui kegiatan APBNP 2017 Direktorat Jendral Hortikultura. Kerja keras PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan selama dua bulan ini telah berhasil membina petani menyiapkan sebanyak 2800 lubang tanam yang siap untuk ditanami durian.

    Pembagian benih durian ini merupakan bagian dari Program Kementrian Pertanian yang telah mencanangkan tahun 2018 sebagai Tahun Hortikultura dan persiapannya telah dimulai tahun 2017 dengan memproduksi benih Hortikultura termasuk tanaman buah secara massal. Salah satu target capaian dari kegiatan yang dibiayai melalui DIPA Balitbu Tropika APBNP 2017 adalah tersedianya 45.000 benih durian diantaranya 10.000 benih siap distribusi di akhir bulan Desember. Pembagian ke Kampung Durian Solok merupakan pengiriman perdana dari program perbenihan tersebut. (PJS)

     

     

     

     

    Foto dan naskah : Panca JS

    Editor : Tim Web

     

  • Balitbu Tropika Kementan Siap Distribusikan 37.000 Benih Salak Unggul

    Mendukung tahun perbenihan Hortikultura 2018, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika sejak 2017 telah menyiapkan ratusan ribu benih tanaman buah, salah satunya komoditas salak. Ada 6 varietas unggul salak yang diperbanyak yaitu salak Gula Pasir (18.000 benih sebar), salak Pondoh (17.600 benih sebar), salak Madu (100 benih sumber) dan salak Sari Intan 48, 295, 541(300 benih sumber). Tahun 2018 ini, benih salak tersebut siap untuk didistribusikan kepada masyarakat.

    Salak Gula Pasir merupakan varietas unggul dari Sibetan Bali yang mempunyai keunggulan daging tebal dan rasa manis. Selain itu meskipun diperbanyak dari biji, salak Gula Pasir tetap sama produktivitasnya dibanding induknya dan dapat menyerbuk sendiri jika kondisi lingkungan sesuai yaitu minimal 500 m dpal.
    Salak Pondoh merupakan salak unggul nasional yang berasal dari Yogjakarta tetapi dapat beradaptasi baik di seluruh Indonesia.

    Permintaan pasar terhadap buah salak sangat tinggi sehingga perlu dukungan pengembangan yang luas. Balitbu Tropika siap mendukung dengan penyediaan benih salak unggul tersebut.

    Kondisi benih siap sebar di KP Aripan Balitbu Tropika

    Foto dan naskah : Tim Web

  • Koordinasi Pecepatan Pengembangan Taman Teknologi Pertanian Gresik

    Pertemuan percepatan pengembangan Taman Teknologi Pertanian, bertempat di kantor Pemkab Gresik (11/09/18), dihadiri oleh Ka Balitbangtan, Kepala BPTP Jatim, Ka Puslitbanghortikura diwakili oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika,  Bupati Gresik dan jajarannya,  Pimpinan PT Polowijo Gosari dan jajaran.

    Ka Balitbangtan menyampaikan optimis Taman Teknologi Pertanian (TTP) Gresik ke depan akan menjadi percontohan karena Bupati nya memiliki kepedulian dan scientific yang tinggi. Sampai saat ini belum ada TTP di sektor pertanian  yang berhasil dikerjasamakan dengan pemda dan swasta. TTP Gresik komoditas utama adalah hortikultura.

    Balitbangtan tidak boleh lagi berinvestasi tetapi boleh membuat kegiatan dan siap melakukan pendampingan. Ini merupakan pertemuan segitiga yang pertama. PT Polowijo akan mengoperasionalkan dan menjamin kepastian pengolahan. Kolaborasi ini dapat dijadikan model bagi TTP yang lain dengan menggaet swasta yang bonafide. Model inti dan plasma tidak hanya mengandalkan tadah hujan tapi akan di support dg penampung air. Luas kebun plasma adalah 2000 ha dengan pola Jagung-sapi-mangga. Mangga yang ada sekarang dengan varietas yang tidak jelas akan di top working.

    Perlu disusun aturan dan regulasi yang jelas. Swasta berada dimana dan skema pembiayaan dibicarakan.  Dana tidak masalah akan di fasilitasi oleh PT Polowijo karena dana APBN/APBD belum ada melalui bank Jatim. Pelaksanaan dikawal oleh pemerintah pusat dan daerah serta universitas melalui kerjasama 4 pilar. Perlu dilakukan penyuluhan dan menghitung analisis usaha taninya terlebih dahulu.  Pola intercroping harus menguntungkan dan penerimaan petani. Buat demplot dengan kontrol teknologi petani.

    Pihak swasta yang diwakili oleh PT Polowijo Gosari menyampaikan tidak akan tergantung kepada rezim/program dan hubungan dengan plasma adalah seperti Bapak angkat dan anak angkat dan dibuat program.selama 5 tahun. Tenaga petani akan digaji  dan dilengkapi juga dengan alsintan. Kelembagaan petani harus jelas. Kesimpulan :

    1. Buat analisis usaha tani intercroping untuk menyakinkan petani. Jenis tanaman intercroping dipetakan terlebih dahulu. Dilaksanakan oleh pemda dan BPTP dan diterima awal september oleh PT Polowijo.
    2. Selanjutnya langkah utama adalah revitalisasi plasma dengan top working dan intercroping.
    3. Swasta berada di depan dan sumber dana tidak tergantung APBD
    4. Pemda dan Balitbangtan bersifat penunjang
    5. TTP lemah dalam hal SDM dan perlu dikawal dan didampingi oleh pusat dan daerah.
    6. Balitbu Tropika akan berkontribusi dalam supply benih mangga dan pendampingan teknologi.

     

    Naskah dan Foto: Ellina Mansyah

    Editor : Tim Web

     

     

  • Ogan Komering Ulu Timur Tertarik Mengembangkan Beberapa Vareitas Unggul Badan Litbang Pertanian

    Dampak positif yang diharapakan dari diseminasi teknologi pertanian adalah respon balik dari pengguna teknologi yang diterimanya. Dari perhelatan besar yang baru dilaksanakan  di Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, gaungnya masih bisa dirasakan oleh masayarakat hal ini terbukti gaungnya sampai ke propinsi lain bahkan ke manca negara. Gaung perhelatan ini sampai juga ke telinga Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan ditambah dengan informasi dari stafnya yang mengikuti APFE 2017 di Singapore tentang varietas mangga yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian. Untuk itu HM Kholid Mawardi selaku Bupati OKU Timur jauh-jauh dating ke KP Cukurgondang untuk melihat dan mencari informasi lebih detail tentang varietas-varietas apa saja yang cocok untuk dibudidayakan di daerahnya.

    Pada kunjungan ini HM Kholid Mawardi yang didampingi oleh 6 orang stafnya memesan 6 varietas unggulan untuk dicoba ditanam di OKU, antara lain : Agri Gardina-45, Garifta Merah, Garifta Kuning, Garifta Orange, Garifta Gading dan Gadung-21, sebagai tahap awal dengan mencanangkan akan menanam sebanyak 10 Ha sebagai sarana agrowisata. Kerjasama ini perlu dibentuk untuk mengembangkan mangga yang ada  di OKU Timur termasuk teknik Topworking untuk di aplikasikan di daerahnya " tegas Mawardi.  Kunjungan diterima oleh Kepala KP Cukurgondang Endriyanto didampingi oleh peneliti pemulia mangga Karsinah yang menjelaskan informasi tentang mangga-mangga yang ada di koleksi KP Cukurgondang.

     

     

    HM Kholid Mawardi tertarik dengan teknologi Topworking (kiri)

    Kadidat VUB hasil silangan  KP Cukurgondang yang diperhatikan Mawardi saat menerima penjelasan Karsinah

     

    Mawardi menikmati mangga alpukat (kiri)

    Menikmati mangga Garifta ala kebun didampingi kepala KP Cukurgondang Endriyanto

     

    Foto : Rusjamin Jadi Ali

    Naskah dan editing : Tim Web

    Nopember 2017

  • Padu Padan Balitbang Pertanian dan Propinsi Sumatera Barat, Membangun Pertanian Nagari

    Sebagai perpanjangan tangan Balitbangtan, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dan BPTP Sumatera Barat merangkul Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat untuk bekerjasama mewujudkan kegiatan padu padan membangun pertanian di Sumatera Barat.

    Senin (02/07/2018), bertempat di ruang pertemuan Balitbu Tropika di Solok, tim Padu Padan Balitbangtan dan Pemda Sumatera Barat yang terdiri  dari Dinas Pertanian, Hortikultura dan Perkebunan, Dinas Pangan, Balitbangda, BPTP Sumbar dan Balitbu Tropika melakukan rapat koordinasi lanjutan guna membahas rencana kegiatan Louncing  Benih hortikultura dan perkebunan, ekspose teknologi serta Bimbingan Teknis bagi petani di Sumatera Barat. Kegiatan ini akan dilaksanakan di Balitbu Tropika dan akan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Barat pada pertengahan Agustus mendatang.

    Rapat yang dihadiri oleh Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, Kepala BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra, Kadis Pertanian Hortikultura dan Perkebunan Ir. Candra, MSi, Kadis Ketahanan Pangan Ir. Effendi, MP dan Kepala Balitbangda Dr. Reti Wafda ini juga  membahas status persiapan PENAS KTNA yang akan digelar di kota Padang tahun 2020 mendatang.

    Semoga kerjasama ini bisa mewujudkan Pertanian Sumbar yang maju dan sejahtera

    Foto : Ellina Mansyah

    Naskah dan editor : Tim Web

  • Pembangunan Plasmanutfah Pisang : Kabupaten Pringsewu Jalin Kerjasama Dengan Balitbu Tropika

    Berawal dari permohonan Dinas Pertanian Kabupeten Pringsewu  tentang bantuan benih kultivar pisang untuk membangun kebun plasma nutfah pisang, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika menjalin kerjasama melalui  menyediaan benih pisang dan tenaga ahli untuk mendukung kegiatan tersebut. 

    Balitbu Tropika telah menugaskan Edison HS untuk berkoordinasi dengan Kadis Pertanian Kab.Pringsewu Iskandar Muda, untuk kegiatan membangun kebun plasma nutfah dan kebun untuk blok fondasi pisang.

    Wakil Bupati Pringsewu  Fauzi sangat mendukung pembangunan dan pengebangan kebun plasma nutfah pisang Kabupaten Pringsewu ini diharapkan Balitbu Tropika dapat berperan untuk pengawal dan dukungan teknologi, tata cata pengelolaan plasmanutfah dan pengumpulan data karakter tanaman plasma nutfah pisang, serta informasi dari plasma nutfah tersebut. Balitbu Tropika akan membantu beberapa kultivar pisang yang dimiliki untuk memperkaya jumlah keragaman kultivar kebun koleksi plasma pisang  di Kabupaten Pringsewu (Lokasi disamping Kantor Bupati Pringsewu). Sebagian kultivar pisang telah ditanam di kebun plasma nutfah tersebut (9 kultivar umur 4 bulan tanam),  dan tambahan 3 kultivar yang telah dirilis (kepok tanjung, Raja kinalun dan Ketan 01).

    Edison juga memberikan bimtek di BPP.Gading Rejo. Pringswu), untuk teknologi perbenihan, budidaya, penanganan hama penyakit, serta pengelohan hasil (pasca panen), dan tata cata pendiskripsian tanaman pisang untuk mengumpulkan data agar informasi tiap kultivar dapat bermanfaat untuk pengambilkebijakan ( dihadiri 12 orang dari Dinas Pertanian Kab.Pringsewu, dan tenaga BPSB. Kab.Pringsewu

    Foto dan naskah : Edison Hs
    Editor : Tim web

  • Penanda Tanganan Kerjasama TNI AL Dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Kerjasama TNI AL dengan Kementrian Pertanian dan Kementrian Kelautan dan Perikanan  dalam Bimbingan Teknis Terpadu Pembekalan Keterampilan TNI AL.  Penandatanganan Kerja sama bertempat di Pusat Bektram Kimal Grati Pasuruan. Hari Rabu Tanggal 21 Februari 2018 oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, dan Mentri Pertanian diwakili oleh Ka Badan Ketahanan Pangan Dr. Agung Hendriadi. Acara ini juga dihadiri oleh UK/UPT Balitbangtan yang berada di Jawa Timur. Pada kesempatan ini Balitbu Tropika berpartisipasi mengisi stand pameran berupa benih berbagai varietas unggul mangga. Acara penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan peninjauan lapang dan penanaman mangga Arigardina oleh Kasal, Mentan, dan Mentri Kelautan dan Perikanan serta pejabat negara pusat dan daerah lainnya. Balitbu Tropika sebelumnya juga sudah bekerja sama dengan pusat pelatihan TNI AL  ini dengan menanam 1200 benih pepaya.

    Dari kiri ke kanan : Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan

    Ka Badan Ketahahan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi

     

    Kiri ke kanan : Peserta Bektram berkonsultasi dengan teknisi Balitbu Tropika, Ka Balai

    dan staf foto bersama dengan Susi Pujiastuti

     

     

    Ka Balitbu Tropika tanam mangga bersama Ka Badan Ketahanan Pangan

    Foto dan naskah : Ellina dan Masirul

    Editor : Tim Web

     

  • Penjajakan Kerjasama Teknis New Zealand

    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika melalui Kebun Percobaan Cukurgondang, kembali kedtangan tamu dari Kedutaan New Zealand untuk melakukan survey awal dalam rangka menjajaki kerjasama teknis pada Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di Indonesia. Mereka yang datang adalah Dr Allan Woolf, Dr Suzie Newman dari NZ Institute of Plant and Food Research. Tiago Wandschneider, economist consultant. Dr Felix Zulhendri science consultant. Mereka sangan interest terhadapa mangga Agri Gardina-45 (banana mango)

    Saat menikmati mangga Agri GArdina-45 (kiri) dan mangga Gadung-21 (kanan)

     

    Meninjau blok mangga Agri GArdina-45

    Foto dan naskah : Masirul dan Muryati

    Editor : Tim Web

     

     

     

     

     

  • Pertemuan Tidak Lanjut Padu Padan Program Balitbu Tropika dan BPTP Sumbar

    Padu padan kegiatan penelitian, pengkajian dan diseminasi lingkup Balitbangtan sangat diperlukan dalam menghasilkan teknologi dan pengembangan komoditas pertanian. Hari ini Selasa, 22 Mei 2018, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah bersama koordinator program, ketua kelompok peneliti dan beberapa peneliti berkunjung ke BPTP Sumbar. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dan tindak lanjut dari kunjungan Kepala BPTP Sumbar dan beberapa peneliti ke Balitbu Tropika 18 Mei lalu. Kunjungan dan diskusi dalam dua kali pertemuan adalah dalam rangka membangun sinergi antar kedua institusi.

    Pertemuan ini berlangsung di ruangan kepala balai dan dipimpin langsung oleh Ka. BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini adalah Padu Padan Inovasi Balitbangtan terkait Pemantapan Kegiatan dan Materi/Program Taman Sains Pertanian (TSP) Sukarame Koto Gaek sebagai sarana edukasi, penelitian dan agrowisata. Selain itu juga dibahas tentang merancang kegiatan di Laboratorium Diseminasi BPTP Sumbar yang berlokasi di Kota Padang.

    Saat diskusi di lapangan, tim peneliti Balitbu Tropika menyarankan untuk menanam buah tropika yang ditumpangsarikan dengan sayuran. Tanaman buah yang direkomendasikan antara lain alpokat, buah naga, pisang, salak dan melon/semangka. Semoga rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga TSP Sukarame Koto Gaek dapat berjalan sesuai fungsinya.

    Naskah dn foto : Tim web

  • Petani Penangkar Benih Di Pekanbaru Siap Layani Kebutuhan Benih Untuk Pengembangan Pepaya Merah Delima Di Provinsi Riau

    Nilai komersial komoditas pepaya Merah Delima menjadi salah satu daya tarik untuk pengembangan budidaya buah yang rasanya manis ini. Hal inilah yang mendorong petani di kota Pekanbaru Riau untuk merintis berkebun pepaya Merah Delima. Sebut saja Nasri Joni dan Hendri Toni, dua orang kakak beradik ini mulai mengembangkan pepaya Merah Delima di Kampar sejak tahun 2015 melalui kerjasama permodalan dari Universitas Islam Riau dan pendampingan teknologi dari Balitbu Tropika dan BPTP Riau.

    Permintaan pasar yang tinggi terhadap pepaya Merah Delima di wilayah Riau dan Batam mendorong petani di Riau ini untuk menambah luas tanam sehingga saat ini mencapai 15 Ha.

    Kebutuhan benih pepaya Merah Delima yang tinggi seiring dengan peningkatan permintaan untuk perluasan pengembangan menyebabkan Tim Perbenihan Balitbu Tropika melatih dan menginisiasi penangkar benih di Riau.
    Menurut peneliti Balitbu Tropika Tri Budiyanti pepaya Merah Delima adalah jenis varietas bersari bebas sehingga benih dapat diproduksi dengan mudah menggunakan teknologi perbenihan yang benar. Oleh karena itu Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah memberikan dukungan perbenihan pepaya Merah Delima melalui penyelenggaraan pelatihan bagi petani untuk belajar teknik produksi benih pepaya yang benar.

    Sampai saat ini Hendri Toni dan Nasri Joni sudah memasarkan kurang lebih 100.000 benih pepaya Merah Delima mulai dari wilayah sekitar Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Barat, Papua dan NTT. Menurut Joni bisnis benih pepaya Merah Delima cukup menguntungkan karena dari satu buah pepaya dapat menghasilkan keuntungan mencapai Rp.25.000,-. Perlakuan isolasi bunga dan tanaman serta prosesing biji yang sempurna menjadi kunci dari terjaganya kualitas benih pepaya, ujar Joni. Saat ini harga jual benih pepaya per biji yaitu Rp.350,- sedangkan benih siap tanam umur 1,5 bulan seharga Rp.3500,-.
    Kehadiran petani penangkar benih pepaya Merah Delima ini telah menjadi pendorong bertambahnya luas pengembangan pepaya Merah Delima di Propinsi Riau. Sinergi antara Balitbangtan, BPSB dan pendampingan kepada petani penangkar harus terus digiatkan sehingga benih yang dihasilkan petani penangkar tetap terjaga kualitasnya.

    Sumber : Tri Budiyanti

  • Potensi Agribisnis Semangka Serif Saga Agrihorti Inovasi Balitbu Tropika Di Lahan Rawa Lebak

    Potensi lahan rawa lebak di Indonesia sangat besar dan banyak yang belum dikelola untuk budidaya tanaman. Lahan rawa lebak, dangkal yaitu  bila genangan airnya kurang dari 50 cm selama kurang dari 3 bulan; mempunyai potensi tinggi untuk budidaya tanaman buah semusim misalnya semangka dan pepaya. 
    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika bekerjasama dengan Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa telah membuat demo plot tumpang sari semangka Serif Saga Agrihorti dan pepaya Merah Delima pada lahan rawa lebak dangkal dalam rangka Pekan Pertanian Rawa Nasional II di Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Rabu (17/10/2019)
    Kegiatan ini dihadiri Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dan Kepala Balitbangtan Andi Muhamad Syakir  yang berkesempatan panen perdana Semangka Serif Saga Agrihorti. Amran sangat tertarik dengan inovasi inovasi Balitbangtan yaitu VUB semangka yang dapat beradaptasi dengan baik di rawa lebak. Agribisnis tanaman buah semangka di lahan rawa lebak ini diharapkan dapat berkembang dan diadopsi di wilayah lainnya.
    Menurut Kuswandi dan Makful peneliti semangka dari Balitbu Tropika, cara budidaya semangka di lahan rawa tidak jauh berbeda dengan di lahan optimal.
    Persiapan lahan meliputi olah tanah dicangkul seperti biasa, diberi pupuk dasar yaitu pupuk kandang  dan dolomit. Untuk pemupukan selanjutnya dikocor seminggu sekali dengan 2,5 kg NPK dalam 50 liter air diberikan 220 ml per tanaman.  Setelah memasuki fase generatif pemupukan dengan pemberian NPK 1kg
    +KCl 1,5 kg dalam 50 liter air  serta diberikan 250 ml/tanaman.
    Pada daerah yang tidak endemi penyakit virus maka semangka Serif Saga Agrihorti dapat ditumpangsari di sela-sela tanaman pepaya Merah Delima. Hasil budidaya semangka  di lahan rawa lebak dangkal tersebut dapat berproduksi baik dengan berat per buah antara 5,1 kg sampai 8,5 kg, rasa buah manis, warna daging merah dan segar. Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah menyampaikan bahwa semangka dapat dipanen pada umur 70 hari setelah tanam sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani di daerah rawa lebak.
     
     
     
     Sumber : Tri Budiyanti dan Kuswandi
  • Semangka Serif Saga Agrihorti Siap Menyemarakkan Pentas Hortikultura Indonesia

     

    Untuk mendorong kegiatan agribisnis buah tropika diperlukan varietas unggul dengan kualitas buah yang baik dan mudah diperbanyak benihnya. 
    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika telah melakukan serangkaian kegiatan pemuliaan semangka untuk menghasilkan varietas unggul baru (VUB) dan telah memperoleh VUB semangka Serif Saga Agrihorti.

    Semangka Serif Saga Agrihorti mendapat apresiasi positif dari Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat pembukaan Spektahorti 2018 di Lembang Jawa Barat (20/09/2018)."Semangka ini manis dan segar...luar biasa", demikian diungkapkan oleh Amran Sulaiman.Hal yang sama juga disampaikan oleh ratusan pengunjung yang sempat mencicipinya. Rasanya manis, warna daging merah cerah, ukuran buah maksimal bisa mencapai 10 kg menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung Spektahorti 2018. Pada event tersebut pemda Tenggarong Kutai Kartanegara, Kalimantan Utara dan Temanggung sangat tertarik dan berminat untuk mengembangkan semangka tersebut.
    Menurut Kuswandi peneliti semangka dari Balitbu Tropika, Semangka Serif Saga Agrihorti merupakan varietas bersari bebas yang sangat berpihak kepada petani. Petani tidak perlu membeli benih setiap kali akan memulai usaha taninya. mereka cukup memastikan varietas ini tidak tercampur dan dapat menggunakan benih hasil panennya untuk ditanam pada musim tanam berikutnya. VUB semangka ini memiliki keunggulan, berupa rasa yang sangat manis (TSS 13-17 brix) dan warna merah cerah. 
    Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah mengharapkan hadirnya VUB semangka Serif Saga Agrihorti diharapkan dapat meningkatkan gairah pengembangan hortikultura Indonesia. Saat ini benih Semangka Serif Saga Agrihorti dapat diperoleh di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Solok Sumatera Barat.

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Foto 1 : Tim web

    Foto 2 : Catur DM

    Naskah : Tim Web

     

  • Serah Terima Benih Pisang Untuk Pengembangan Kampung Pisang Di Kec Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta

    Desa Terbah adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Terbah adalah pertanian. Desa ini bersebelahan dengan desa Nglanggeran yang memiliki obyek wisata Gunung Purba dan Embung Nglanggeran.

    Untuk memajukan desa-desa di kecamatan Patuk, Camat Patuk Bapak R. Haryo Ambar Suwardi SH M.Sos mempunyai mempunyai program 'One village one product', sehingga setiap desa mempunyai produk andalan yang dapat mengangkat taraf hidup masyarakatnya. Sebagai contoh desa Nglanggeran telah ditetapkan sebagai kampung cokelat dengan mengolah cacao menjadi produk-produk seperti permen cokelat, bubuk cokelat instan, dan lain-lain, yang mesin pengolahannya berada di lokasi Taman Teknologi Pertanian yang dibangun oleh Balitbangtan. Untuk desa Terbah, Bapak Camat akan mencanangkan sebagai Kampung Pisang.

    Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 16 Desember 2017, bertempat di kantor kecamatan Patuk dilakukan penyerahan materi benih pisang yang berjumlah 700 benih sebar hasil perbanyakan kultur jaringan, oleh Dr. Agus Sutanto mewakili Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika kepada Bapak Camat R. Haryo Ambar Suwardi SH. M.Sos dan disaksikan oleh staf Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Trimartini Patria. Pada kesempatan tersebut turut hadir kepala desa Terbah Eko Nuryadi S.Pd.I, dan 6 kepala dusun serta para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa kecamatan Patuk (FMKP). Setelah dilakukan serah terima, benih langsung dibagi menjadi 7 (untuk 6 dusun dan FMKP) dan dibawa ke desa Terbah.

    Dengan telah dilakukan penyerahan benih pisang tersebut, Bapak Camat berharap masyarakat Terbah dapat memanfaatkan dan mengembangkan pisang tidak hanya sebagai komoditas pertanian tetapi juga komoditas industri pengolahan hasil berbasis pisang. Oleh karena itu diharapkan pendampingan teknologi oleh Balitbangtan berupa pelatihan-pelatihan terutama untuk budidaya tanaman, penanganan segar dan pengolahan hasil pisang.

     

     

     

     

     

     

     

     

    Serah terima benih pisang dari balai diwakili oleh Agus Sutanto kepada Camat Patuk R. Haryo Ambar Suwardi 

     

     

     

     

     

     

     

    Kepala Desa dan para Kepala Dusun desa Terbah dengan benih pisang untuk pengembangan Kampung Pisang

     

    Para mahasiswa FMKP yang akan ikut mengawasi program pengembangan pisang di desa Terbah bersama Camat Patuk  dan Trimartini (BPTP DIY) dan Agus Sutanto

    Foto dan naskah : Agus Sutanto

    Editor : Tim web

     

     

  • Teknik Perbanyakan Pisang Secara Konvensional

    Berikut teknik konvensional untuk memperbanyak tanaman pisang, kali ini disajikan dalam bentuk gambar

  • Workshop Perbenihan Tanaman Buah

    Menyambut dan mensukseskan Tahun Perbenihan Hortikultura dan Perkebunan 2018, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Kementrian Pertanian menyelenggarakan kegiatan Workshop Perbenihan Tanaman Buah. Acara berlangsung di Auditorium Balitbu Tropika di Solok tanggal 12-14 Desember 2017. Peserta workshop meliputi instansi yang terlibat dalam kegiatan dukungan perbenihan tanaman buah di seluruh Indonesia. Mereka mewakili 20 BPTP yang memproduksi benih tanaman buah pada tahun 2017, BPSB Sumbar, Diperta Kota Solok. Hadir sebagai narasumber Prof. Dr. Yusdar Hilman (wakil BP2TP), Dra. Novianti (dari Direktur Perbenihan Hortikultura), Dr. Ellina Mansyah (Ka. Balitbu Tropika) dan Drs. M. Jawal AS (Puslitbang Hortikultura). Acara dibuka oleh Kabid KSPHP Puslitbang Hortikultura Dr. Idha Widi Arsanti.

    Beberapa agenda yang dibahas selama workshop antara lain; 1) Koordinasi dan sinkronisasi kegiatan perbenihan tanaman buah tahun 2017, 2) Rencana dan sosialisasi kegiatan perbenihan 2018 dan 3) Diskusi dan koordinasi mengenai dukungan perbenihan untuk TTP dan TSP yang ada di seluruh Indonesia.
    Pada kesempatan ini juga dilakukan penyerahan benih durian secara simbolis dari Balitbu Tropika kepada Diperta Kota Solok untuk mendukung program Kampung Durian Kota Solok.

    Para peserta dengan penuh perhatian memperhatikan materi yang dipaparkan oleh narasumber

     

    Kepala KSPHP Idha Widi Arsanti  didampingi Ka Balitbu Tropika Ellina Mansyah menyerahkan bibit durian

    Idha Widi Arsanti memberikan sambutan dan membuka workshop perbenihan buah-buahan (kanan)

     

    Foto dan Naskah : Jumjunidang danTribudianti

    Editor : Tim Web