JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

pisang,

  • 2800 Benih Durian Gratis Untuk Kampung Durian Kota Solok

    Selama 2 hari tanggal 19-20 Desember 2017, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika membagikan 2800 benih gratis untuk mendukung pengembangan kawasan sentra durian di Kota Solok bertajuk Kampung Durian Solok yang telah dicanangkan pada bulan Oktober lalu. Benih durian tersebut terdiri atas 5 varietas unggul yaitu Matahari, Kani, Kromo Banyumas, Sitokong dan Otong. Pembagian benih dikomando langsung Penanggung Jawab Kegiatan Perbenihan Durian sekaligus Kasi Jasa Penelitian Balitbu Tropika Panca Jarot Santoso. Pendistribusian benih selanjutnya kepada petani calon penerima dilaksanakan oleh PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok.

    Pengiriman benih dipusatkan di Nagari Tanjung Paku Kota Solok - Suamtera Barat untuk didistribusikan kepada 45 petani yang melingkupi luas areal 25 hektar. Sebagaimana kesepakatan sebelumnya, benih dikirim ke lokasi setelah petani calon penerima membuat lubang tanam dan tersedianya pupuk dasar dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui kegiatan APBNP 2017 Direktorat Jendral Hortikultura. Kerja keras PPL dari BPP Kecamatan Tanjung Harapan selama dua bulan ini telah berhasil membina petani menyiapkan sebanyak 2800 lubang tanam yang siap untuk ditanami durian.

    Pembagian benih durian ini merupakan bagian dari Program Kementrian Pertanian yang telah mencanangkan tahun 2018 sebagai Tahun Hortikultura dan persiapannya telah dimulai tahun 2017 dengan memproduksi benih Hortikultura termasuk tanaman buah secara massal. Salah satu target capaian dari kegiatan yang dibiayai melalui DIPA Balitbu Tropika APBNP 2017 adalah tersedianya 45.000 benih durian diantaranya 10.000 benih siap distribusi di akhir bulan Desember. Pembagian ke Kampung Durian Solok merupakan pengiriman perdana dari program perbenihan tersebut. (PJS)

     

     

     

     

    Foto dan naskah : Panca JS

    Editor : Tim Web

     

  • Balitbu Tropika Kementan Siap Distribusikan 37.000 Benih Salak Unggul

    Mendukung tahun perbenihan Hortikultura 2018, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika sejak 2017 telah menyiapkan ratusan ribu benih tanaman buah, salah satunya komoditas salak. Ada 6 varietas unggul salak yang diperbanyak yaitu salak Gula Pasir (18.000 benih sebar), salak Pondoh (17.600 benih sebar), salak Madu (100 benih sumber) dan salak Sari Intan 48, 295, 541(300 benih sumber). Tahun 2018 ini, benih salak tersebut siap untuk didistribusikan kepada masyarakat.

    Salak Gula Pasir merupakan varietas unggul dari Sibetan Bali yang mempunyai keunggulan daging tebal dan rasa manis. Selain itu meskipun diperbanyak dari biji, salak Gula Pasir tetap sama produktivitasnya dibanding induknya dan dapat menyerbuk sendiri jika kondisi lingkungan sesuai yaitu minimal 500 m dpal.
    Salak Pondoh merupakan salak unggul nasional yang berasal dari Yogjakarta tetapi dapat beradaptasi baik di seluruh Indonesia.

    Permintaan pasar terhadap buah salak sangat tinggi sehingga perlu dukungan pengembangan yang luas. Balitbu Tropika siap mendukung dengan penyediaan benih salak unggul tersebut.

    Kondisi benih siap sebar di KP Aripan Balitbu Tropika

    Foto dan naskah : Tim Web

  • Ketersediaan Benih UPBS Per Januari 2018

     

    Daftar lengkap silahkan download di sini

  • Konsinyasi Dalam Rangka Revisi SOP dan Koordinasi Menjelang Kegiatan TA 2018

    Dalam rangka sosialisasi dan revisi SOP pelayanan Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, serta koordinasi menjelang kegiatan TA 2018, Seksi Pelayanan Teknis Balitbu Tropika menyelenggarakan Konsinyasi selama 2 hari di Hotel Flaminggo Padang Panjang pada tanggal 22-24 Desember 2017. Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah diikuti 15 peserta meliputi seluruh jajaran struktural, Ketua Kelompok Peneliti, Tim Program, Tim SDM, Kepala Kebun Percobaan Aripan dan Sumani, serta beberapa staf terkait.

    Agenda utama yang dibahas terdiri atas: Revisi SOP Balai, Penajaman program kegiatan (RTPT/RDHP) tahun 2018, dan penyusunan personalia semua pendukung kegiatan balai. Revisi SOP bertujuan untuk meningkatkan pelayanan sebagai implementasi ISO 9001:2015, sebagaimana sejak 5 tahun lalu Balitbu Tropika telah menerima sertifikat ISO dari Komite Akreditasi Nasional. Penajaman Program TA 2018 dilaksanakan untuk singkronisasi antara tuntutan program Kementrian Pertanian dengan potensi dan fasilitas yang dimiliki Balitbu Tropika. Sedangkan penyusunan SDM memiliki peran yang strategis dalam rangka membentuk tim pelaksana setiap gugus tugas agar kegiatan Balai dapat berjalan secara harmonis dan selesai dengan baik. (PJS)

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     

    Naskah dan foto : PJ Santoso

    Editor : Tim Web

  • Koodinasi Dan Survey Pengembangan Komoditas Tanaman Buah Di Kepulauan Riau

    Salah satu fokus program kementrian Pertanian pada tahun ini adalah untuk mendukung pengembangan komoditas pertanian di wilayah perbatasan. Dalam rangka pemantapan pelaksanaan rencana kerja puslitbanghorti untuk mendukung pengembangan komoditas hortikultura di Kepulauan Riau diadakan rapat koordinasi yang dihadiri oleh Kabid PE Puslitbanghorti dan Staf, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Kepala Balai Penelitian Sayuran, Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias, Kepala BPTP Kepulauan Riau dan Staf Peneliti BB-Pasca Panen. Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke lokasi target terkait komoditas masing-masing.

    Kunjungan lapang untuk komoditas tanaman buah dilaksanakan ke lahan milik Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Riau yang berlokasi di Jalan Raya Tembeling, Kelurahan Toapaya Asri, Kabupaten Bintan pada ketinggian 17 meter dpl. Institusi ini memiliki lahan seluas 50 ha dengan jenis tanah oksisol termasuk bangunan kantor dan kebun benih Induk tanaman hortikultura dan perkebunan serta embung. Pada Unit BBI Pertanian dan Kehutanan telah ditanam benih induk tanaman buah asal Balitbu Tropika yang  terdiri dari durian, alpukat, manggis, dan sirsak sudah ditanam 2016. Tanaman buah unur 2 tahun ini pertumbuhan vegetatifnya sangat baik dan sehat bebas dari gangguan hama dan penyakit yang menunjukkan bahwa daerah ini potensial untuk pengembangan tanaman buah.

    Program pengembangan tanaman buah di wilayah perbatasan Kepulauan Riau sangat prospektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat setempat serta untuk ekspor ke Malaysia dan Singapura yang sangat besar. Banyak penduduk Singapura setiap hari datang berbelanja sayuran dan buah-buahan ditoko buah di daerah Batam untuk dijual atau dikonsumsi sendiri.  Lokasi milik Dinas Pertanian Kehutanan dan Peternakan Provinsi Kepulauan Riau ini sangat tepat dipilih sebagai lokasi rintisan pengembangan tanaman buah di daerah perbatasan karena:

    1. Tersedia lahan yang cukup luas yang dapat digunakan sebagai demfarm tanaman buah
    2. Sudah ada sarana dan prasarana pendukung seperti tandon air dan embung
    3. Kemungkinan keberhasilan cukup besar karena lokasi sesuai untuk tanaman buah dan intansi terkait antusias mendukung program ini.
    4. Tidak mulai dari nol tinggal melanjutkan kebun buah yang sudah dibangun dengan memasukkan inovasi teknologi budidaya tanaman buah seperti drip irigasi dan jarak tanam rapat.

    Input utama yang dibutuhkan untuk mendukung pelaksanaan program ini adalah  tenaga kerja yang intensif untuk membuka lahan baru yang masih semak,  pemeliharaan tanaman serta pengadaan sarana drip irigasi. Jenis tanahnya yang tergolong oksisol dan masam membutuhkan asupan hara yang baik berupa pupuk organik (N,P,K) dan organik yang memadai  serta pengapuran untuk memperbaiki kesuburan tanah agar tanaman dapat berproduksi dengan baik. Kegiatan ini juga sekaligus mendukung program padat karya dan dalam jangka waktu 2 sampai 3 tahun mendatang dapat berkembang dan berkontribusi dalam perbaikan gizi dan ekonomi masyarakat di daerah perbatasan. Program ini merupakan padu padan antara kegiatan Puslitbanghortikultura dengan BPTP Kepri serta pemerintah daerah. Puslitbanghortikultura berkontribusi dalam penyediaan benih, persiapan lahan, saprodi, sarana drip irigasi, pemeliharaan tanaman dan pendampingan teknologi. BPTP Kepri berkontribusi dalam mengkoordinasikan kegiatan dengan pemerintah daerah setempat serta pengawalan dan pendampingan teknologi. Pemerintah daerah menyiapkan lahan, tenaga kerja serta pemeliharaan tanaman.

    Kegiatan yang dapat dilaksanakan pada tahun 2018 adalah :

    1. Pembuatan demfarm mangga. Pada lokasi ini akan dibangun demplot mangga Agrigardina dan mangga merah seluas lebih kurang 2 ha yang dilengkapi budidaya dengan inovasi teknologi drip irigasi
    2. Pengembangan kebun induk varietas unggul tanaman buah. Dilakukan dengan memberikan bantuan Benih Sumber varietas unggul tanaman buah yang terdiri dari durian, mangga, dan manggis

    Jadwal pelaksanaan

    No Kegiatan Waktu Pelaksanaan (2018)
    1. Koordinasi awal dan survey lokasi Januari
    2. Pemantapan rencana pelaksanaan Februari
    3. Persiapan benih, pupuk organik dan anorganik,  dan sarana drip irigasi Februari - Maret
    4. Persiapan lahan Februari - Maret
    5 Penanaman April
    6 Pemasangan Drip Irigasi Mei
    7 Pemeliharaan Tanaman April sampai Desember

     

     

     

     

     

     

     

     

    Diskusi dan kunjungan lapang

     

    Kondisi lahan pengembangan

     

    Kondisi pertumbuhan pohon induk mangga dan alpukat yang tumbuh bagus didukung oleh pengairan yang cukup (tandon)

     

    Lahan pohon induk durian dengan penutup tanah dan sayur

    Foto dan artikel : Ellina Mansyah

  • Ogan Komering Ulu Timur Tertarik Mengembangkan Beberapa Vareitas Unggul Badan Litbang Pertanian

    Dampak positif yang diharapakan dari diseminasi teknologi pertanian adalah respon balik dari pengguna teknologi yang diterimanya. Dari perhelatan besar yang baru dilaksanakan  di Kebun Percobaan Cukurgondang, Pasuruan, Jawa Timur, gaungnya masih bisa dirasakan oleh masayarakat hal ini terbukti gaungnya sampai ke propinsi lain bahkan ke manca negara. Gaung perhelatan ini sampai juga ke telinga Bupati Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Sumatera Selatan ditambah dengan informasi dari stafnya yang mengikuti APFE 2017 di Singapore tentang varietas mangga yang telah dilepas oleh Badan Litbang Pertanian. Untuk itu HM Kholid Mawardi selaku Bupati OKU Timur jauh-jauh dating ke KP Cukurgondang untuk melihat dan mencari informasi lebih detail tentang varietas-varietas apa saja yang cocok untuk dibudidayakan di daerahnya.

    Pada kunjungan ini HM Kholid Mawardi yang didampingi oleh 6 orang stafnya memesan 6 varietas unggulan untuk dicoba ditanam di OKU, antara lain : Agri Gardina-45, Garifta Merah, Garifta Kuning, Garifta Orange, Garifta Gading dan Gadung-21, sebagai tahap awal dengan mencanangkan akan menanam sebanyak 10 Ha sebagai sarana agrowisata. Kerjasama ini perlu dibentuk untuk mengembangkan mangga yang ada  di OKU Timur termasuk teknik Topworking untuk di aplikasikan di daerahnya " tegas Mawardi.  Kunjungan diterima oleh Kepala KP Cukurgondang Endriyanto didampingi oleh peneliti pemulia mangga Karsinah yang menjelaskan informasi tentang mangga-mangga yang ada di koleksi KP Cukurgondang.

     

     

    HM Kholid Mawardi tertarik dengan teknologi Topworking (kiri)

    Kadidat VUB hasil silangan  KP Cukurgondang yang diperhatikan Mawardi saat menerima penjelasan Karsinah

     

    Mawardi menikmati mangga alpukat (kiri)

    Menikmati mangga Garifta ala kebun didampingi kepala KP Cukurgondang Endriyanto

     

    Foto : Rusjamin Jadi Ali

    Naskah dan editing : Tim Web

    Nopember 2017

  • Padu Padan Balitbu Tropika dengan BPTP Riau dalam Pengembangan TTP Siak dan Tanaman Buah di Lahan Rawa

    Dalam rangka meningkatkan kerjasama dan padu padan pelaksanaan tupoksi antara Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu) Tropika dengan BPTP Riau, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah, MP. didampingi Ketua Kelti Ekofisiologi Tumbuhan Dr. Martias dan staf peneliti kelti ekofisiologi Titin Purnama, SP. MSi. melaksanakan  koordinasi dengan BPTP Riau. Koordinasi yang berlangsung pada tanggal 27 Januari 2O18 lalu bertempat di BPTP Riau di Pekanbaru. Rombongan dari Balitbu disambut oleh Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji, STp. MSc., Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Dr. Parlindungan,  Ir. Dahono, MSi. dan Nasrijon.  

    Pertemuan tersebut membahas dukungan Balitbu Tropika pada program TTP Siak untuk komoditas tanaman buah serta padu padan pelaksanaan kegiatan penelitian tahun 2018. Pertemuan dilanjutkan dengan kunjungan dan pengawalan teknologi tanaman buah di TTP Siak di Kecamatan Sungai Mandau Kabupaten Siak. TTP Siak berada di lahan rawa dengan basis utama tanaman padi. Untuk meningkatkan penghasilan masyarakat ketika tidak panen padi perlu didukung dengan tanaman hortikultura termasuk buah-buahan. Pada tahun 2017 Balitbu Tropika telah memberikan dukungan berupa penanaman beberapa tanaman buah seperti belimbing, durian, alpukat dan pisang. Berdasarkan hasil evaluasi pertumbuhan vegetatif awal jenis tanaman buah tersebut dapat tumbuh dengan baik dan sudah mulai berproduksi di lahan rawa tersebut. Untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman buah di lahan rawa pasang surut masih dibutuhkan teknologi spesifik lokasi.

    Kepala Balitbu Tropika Ellina Mansyah dan rombongan bersama Kasi KSPP BPTP Riau Fahroji,

    Penanggungjawab Taman Teknologi Pertanian (TTP) Siak Parlindungan,  Dahono dan Nasrijon

     

    Kunjungan  Tim Balitbu Tropika di TTP Siak

    Salah satu komoditas buah yang dibutuhkan dalam jumlah cukup besar di Provinsi Riau khususnya Kota Pekanbaru adalah papaya. Melihat peluang tersebut, beberapa tahun terakhir masyarakat mulai membudidayakan secara intensif  komoditas ini khususnya papaya Merah Delima yang dihasilkan Balitbang Pertanian, namun pasokannya masih sangat kurang. Di Propinsi Riau,  lahan sub optimal yaitu rawa lebak dan rawa pasang surut merupakan lahan yang berpeluang dijadikan untuk pengembangan buah-buahan. Untuk maksud tersebut pada tahun ini akan dilakukan penelitian  perbaikan teknologi tanaman buah di lahan rawa lebak khususnya untuk tanaman pepaya. 

    Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbu Tropika dan rombongan juga melakukan kunjungan dan  koordinasi untuk kegiatan pengembangan pepaya Merah Delima di daerah Pasir Putih Pekanbaru. Kegiatan ini  merupakan kerjasama antara Universitas Riau, BPTP Riau dan Balitbu Tropika. Pada daerah ini telah dikembangkan lebih dari 10 ha pepaya Merah Delima dan terbukti mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sebesar enam juta rupiah/ha/minggu.  Kegiatan padu padan antara Balitbu Tropika dengan BPTP Riau dalam pengembangan tanaman buah diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan gizi masyarakat.

    Kebun induk pepaya Merah Delima di Pasir Putih (kiri) dan hamparan pepaya Merah Delima seluas 4 H di desa Pasir Putih Pekanbaru (kanan)

    Narasumber: Ellina Mansyah
    Editor: Tim Website  

  • Penanda Tanganan Kerjasama TNI AL Dengan Kementerian Pertanian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan

    Kerjasama TNI AL dengan Kementrian Pertanian dan Kementrian Kelautan dan Perikanan  dalam Bimbingan Teknis Terpadu Pembekalan Keterampilan TNI AL.  Penandatanganan Kerja sama bertempat di Pusat Bektram Kimal Grati Pasuruan. Hari Rabu Tanggal 21 Februari 2018 oleh Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Mentri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti, dan Mentri Pertanian diwakili oleh Ka Badan Ketahanan Pangan Dr. Agung Hendriadi. Acara ini juga dihadiri oleh UK/UPT Balitbangtan yang berada di Jawa Timur. Pada kesempatan ini Balitbu Tropika berpartisipasi mengisi stand pameran berupa benih berbagai varietas unggul mangga. Acara penandatanganan kerjasama dilanjutkan dengan peninjauan lapang dan penanaman mangga Arigardina oleh Kasal, Mentan, dan Mentri Kelautan dan Perikanan serta pejabat negara pusat dan daerah lainnya. Balitbu Tropika sebelumnya juga sudah bekerja sama dengan pusat pelatihan TNI AL  ini dengan menanam 1200 benih pepaya.

    Dari kiri ke kanan : Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pujiastuti dan

    Ka Badan Ketahahan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi

     

    Kiri ke kanan : Peserta Bektram berkonsultasi dengan teknisi Balitbu Tropika, Ka Balai

    dan staf foto bersama dengan Susi Pujiastuti

     

     

    Ka Balitbu Tropika tanam mangga bersama Ka Badan Ketahanan Pangan

    Foto dan naskah : Ellina dan Masirul

    Editor : Tim Web

     

  • Penjajakan Kerjasama Teknis New Zealand

    Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika melalui Kebun Percobaan Cukurgondang, kembali kedtangan tamu dari Kedutaan New Zealand untuk melakukan survey awal dalam rangka menjajaki kerjasama teknis pada Penelitian dan Pengembangan Hortikultura di Indonesia. Mereka yang datang adalah Dr Allan Woolf, Dr Suzie Newman dari NZ Institute of Plant and Food Research. Tiago Wandschneider, economist consultant. Dr Felix Zulhendri science consultant. Mereka sangan interest terhadapa mangga Agri Gardina-45 (banana mango)

    Saat menikmati mangga Agri GArdina-45 (kiri) dan mangga Gadung-21 (kanan)

     

    Meninjau blok mangga Agri GArdina-45

    Foto dan naskah : Masirul dan Muryati

    Editor : Tim Web

     

     

     

     

     

  • Pertemuan Tidak Lanjut Padu Padan Program Balitbu Tropika dan BPTP Sumbar

    Padu padan kegiatan penelitian, pengkajian dan diseminasi lingkup Balitbangtan sangat diperlukan dalam menghasilkan teknologi dan pengembangan komoditas pertanian. Hari ini Selasa, 22 Mei 2018, Kepala Balitbu Tropika Dr. Ellina Mansyah bersama koordinator program, ketua kelompok peneliti dan beberapa peneliti berkunjung ke BPTP Sumbar. Kunjungan ini merupakan kunjungan balasan dan tindak lanjut dari kunjungan Kepala BPTP Sumbar dan beberapa peneliti ke Balitbu Tropika 18 Mei lalu. Kunjungan dan diskusi dalam dua kali pertemuan adalah dalam rangka membangun sinergi antar kedua institusi.

    Pertemuan ini berlangsung di ruangan kepala balai dan dipimpin langsung oleh Ka. BPTP Sumbar Dr. Jekvy Hendra. Materi yang dibahas dalam pertemuan ini adalah Padu Padan Inovasi Balitbangtan terkait Pemantapan Kegiatan dan Materi/Program Taman Sains Pertanian (TSP) Sukarame Koto Gaek sebagai sarana edukasi, penelitian dan agrowisata. Selain itu juga dibahas tentang merancang kegiatan di Laboratorium Diseminasi BPTP Sumbar yang berlokasi di Kota Padang.

    Saat diskusi di lapangan, tim peneliti Balitbu Tropika menyarankan untuk menanam buah tropika yang ditumpangsarikan dengan sayuran. Tanaman buah yang direkomendasikan antara lain alpokat, buah naga, pisang, salak dan melon/semangka. Semoga rencana tersebut dapat segera direalisasikan sehingga TSP Sukarame Koto Gaek dapat berjalan sesuai fungsinya.

    Naskah dn foto : Tim web

  • Serah Terima Benih Pisang Untuk Pengembangan Kampung Pisang Di Kec Patuk, Gunung Kidul, Yogyakarta

    Desa Terbah adalah salah satu desa di wilayah kecamatan Patuk, Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada umumnya mata pencaharian masyarakat Terbah adalah pertanian. Desa ini bersebelahan dengan desa Nglanggeran yang memiliki obyek wisata Gunung Purba dan Embung Nglanggeran.

    Untuk memajukan desa-desa di kecamatan Patuk, Camat Patuk Bapak R. Haryo Ambar Suwardi SH M.Sos mempunyai mempunyai program 'One village one product', sehingga setiap desa mempunyai produk andalan yang dapat mengangkat taraf hidup masyarakatnya. Sebagai contoh desa Nglanggeran telah ditetapkan sebagai kampung cokelat dengan mengolah cacao menjadi produk-produk seperti permen cokelat, bubuk cokelat instan, dan lain-lain, yang mesin pengolahannya berada di lokasi Taman Teknologi Pertanian yang dibangun oleh Balitbangtan. Untuk desa Terbah, Bapak Camat akan mencanangkan sebagai Kampung Pisang.

    Berkaitan dengan hal tersebut, pada tanggal 16 Desember 2017, bertempat di kantor kecamatan Patuk dilakukan penyerahan materi benih pisang yang berjumlah 700 benih sebar hasil perbanyakan kultur jaringan, oleh Dr. Agus Sutanto mewakili Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika kepada Bapak Camat R. Haryo Ambar Suwardi SH. M.Sos dan disaksikan oleh staf Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Dr. Trimartini Patria. Pada kesempatan tersebut turut hadir kepala desa Terbah Eko Nuryadi S.Pd.I, dan 6 kepala dusun serta para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa kecamatan Patuk (FMKP). Setelah dilakukan serah terima, benih langsung dibagi menjadi 7 (untuk 6 dusun dan FMKP) dan dibawa ke desa Terbah.

    Dengan telah dilakukan penyerahan benih pisang tersebut, Bapak Camat berharap masyarakat Terbah dapat memanfaatkan dan mengembangkan pisang tidak hanya sebagai komoditas pertanian tetapi juga komoditas industri pengolahan hasil berbasis pisang. Oleh karena itu diharapkan pendampingan teknologi oleh Balitbangtan berupa pelatihan-pelatihan terutama untuk budidaya tanaman, penanganan segar dan pengolahan hasil pisang.

     

     

     

     

     

     

     

     

    Serah terima benih pisang dari balai diwakili oleh Agus Sutanto kepada Camat Patuk R. Haryo Ambar Suwardi 

     

     

     

     

     

     

     

    Kepala Desa dan para Kepala Dusun desa Terbah dengan benih pisang untuk pengembangan Kampung Pisang

     

    Para mahasiswa FMKP yang akan ikut mengawasi program pengembangan pisang di desa Terbah bersama Camat Patuk  dan Trimartini (BPTP DIY) dan Agus Sutanto

    Foto dan naskah : Agus Sutanto

    Editor : Tim web