JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Merah Delima Berkembang di Kedung Rejoso, Kec. Kotaanyar, Kab. Probolinggo

Balitbu Tropika, 2017. Pepaya Merah Delima sebagai salah satu komoditas hasil penelitian dari Badan Litbang Pertanian yang dilepas tahun 2011 sudah menyebar ke beberapa daerah baik yang ditanam skala pekarangan maupun sekala luas, baik tanah sawah maupun lahan kering.

Hamparan tanaman pepaya di lahan kering diperbukitan berbatu dan tandong untuk penyiraman (kanan)

Beberapa waktu yang lalu mengunjungi salah satu dari sekian desa yang sudah mengembangkan tanaman papaya, yaitu desa Kedung Rejoso – Kec. Kotaanyar – Kab. Probolinggo – Jawa Timur. Petani disini mulai menanam di bulan Maret 2013 dan panen pada bulan Oktober 2013 sebanyak 100 batang. Tantangan yang dihadapi oleh Bp. Abdul Haris Nasrulloh sebagai pelopor tanam Merah Delima adalah petani setempat menolak untuk menanam walau benihnya diberikan secara gratis, akhirnya beliau menanam sendiri dan setelah panen dan laku terjual dengan harga yang lumayan Rp. 3.000,-/kg akhirnya petani yang pertama kali menolak Bp. Diman itulah yang pertama kali mau menanam papaya Merah Delima karena beliau juga pedagang buah yang ada di desa tersebut.

Bp. Abdul Haris Nasrulloh dan Bp.Diman di lahan Merah Delima pada lahan kering saat tanaman umur 5 bulan (kiri)

Pepaya Merah Delima di lahan kering milik Bp. DIman saat umur 2.5 tahun (kanan)

Dari 100 pohon saat ini sudah berkembang menjadi 4 Ha dengan jumlah petani sebanyak 5 orang dengan luasan yang berbeda-beda dan salah satunya adalah seorang ustadz yang bernama Ustadz Marzuki dari rencana menanam buah naga dan sudah disiapkan tiang pancangnya berubah fikiran dengan menanam papaya Merah Delima sebanyak 400 pohon yang ditanam disekitar pesantren, sedangkan Bp. Diman menanam MD dilereng perbukitan yang kering seluas 1 Ha namun dengan ketlatenannya papaya mampu tumbuh optimal dan diumur ke 3 saat ini produski 2kw/ minggu, terjadi penurunan produksi karena factor usia tanaman. Ada juga pengalaman Bp. Budi, bapak 2 orang anak yang menanam 4 pohon saat ini sudah panen dengan penghasil Rp. 1.520.000 dengan harga jual Rp. 3.000 – Rp. 3.500,-.

Pepaya Merah Delima yang ditanam petani di lahan pekarangan


Pepaya Merah Delima siap meluncur ke pasar (kiri) daging Merah Delima yang tebal, kenyal dan manis siap untuk dinikmati (kanan)

Untuk menghadapi tantangan over produksi petani sudah mulai mendiversifikasi papaya menjadi produk olahan, setelah mereka melakukan coba-coba dan menemukan metode yang bagus dalammembuat olahan buah pepaya menjadi dodol akhirnya sekarang sudah umum digunakan untuk acara syukuran, mantenan dll. Untuk menunjang pengembangan produk olahan  mereka saat ini menerima bantuan mesin pengolah dodol dari Dinas Pertanian Kab. Probolingo.

Mesin pengolah dodol pepaya

Foto : A Haris N dan Masirul
Naskah : Masirul
2017


Pin It