JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BALITBU TROPIKA MENGIKUTI PEMBAHASAN PENGEMBANGAN PERKEBUNAN BUAH SKALA ORCHARD

Pertemuan Pembahasan pengembangan perkebunan buah skala orchard bertempat di auditorium Direktorat Jendral Hortikultura , Jakarta pada hari Jumat tanggal 13 November 2015. Acara dihadiri oleh Dirjen horikultura, Kapuslitbanghortikultura, Kepala Balitjestro, Koordinator Program Balitbu Tropika, Kepala Dimas Pertanian 20 kabupaten di Indonesia, Biro perencanaan Kementrian Pertanian, dan Institut Pertanian Bogor. Susunan acara terdiri dari presentasi tentang model perlebunan buah nusantara skala orchard oleh Institut Pertanian Bogor sebagai penyusun konsep Revolusi Orange, Program pengembangan kawasan buah nusantara oleh Direktorat Jendral Hortikultura, Pengembangan tanaman buah oleh Yayasan Obor Tani dan dilanutkan dengan acara diskusi.

PEMBANGUNAN  MODEL PERKEBUNAN BUAH NUSANTARA SKALA ORCHARD (10-50 HA di 20 KABUPATEN SENTRA PRODUKSI BUAH NUSANTARA DI INDONESIA

  1. Proposal diajukan oleh Tim Revolusi Orange- Institut Pertanian Bogor (IPB) kepada Presiden RI berupa strategi dan belum mengarah kepada teknik operasionalnya di lapang
  2. Didasari oleh permintaan buah-buahan diprediksi akan tetap tinggi. Peluang ekspor semakin terbuka
  3. Strategi objektifnyanya adalah:
  • Mendorong, memfasilitasi, dan mengkampanyekan pengembangan perkebunan buah  terintegrasi skala orchard (5- 50 ha per unit pengelolaan usaha tani) oleh Petani, BUMP dan BUMDES (Target 600,000 ha s/d  tahun 2025),
  • Mendorong, memfasilitasi, dan mengkampanyekan pengembangan perkebunan buah terintegrasi skala menengah (50-500 ha per unit pengelolaan bisnis) oleh Swasta Nasional dan BUMD (Target 200,000 ha s/d tahun 2025)
  • Mendorong, memfasilitasi dan mengkampanyekan pengembangan perkebunan buah terintegrasi skala besar (> 500 ha per unit pengelolaan bisnis oleh BUMN Perkebunan, Swasta Nasional dan Swasta Asing (Target 200,000 ha s/d tahun 2025)

Direktorat Jendral Horikultura menyampaikan konsep program Pengembangan kawasan buah nusantara  yang diajukan mirip dengan pola pengembangan yang telah dilakukan. Produksi buah secara total cenderung meningkat setiap tahun. Adanya impor bukan karena kekurangan buah, namun karena sejumlah kecil konsumen sewaktu-waktu ingin membeli buah impor. Pada tahun 2014 total produksi buah meningkat sebesar 19.805.977 ton (8.3%). Fokus pada kebijakan pengembangan kawasan  untuk substitusi impor  dan pemenuhan pasokan dalam negeri. Pengembangan kawasan buah telah dilaksanakan selama ini di kebun petani. Pada tahun 2016 akan dimulai pula pengembangan kawasan buah komersial terintegrasi dengan petani melalui kemitraan inti-plasma. Diharapkan adanya peran CSR-BUMN atau swasta dan PEMDA sebagai pendukung untuk penyediaan anggaran. Model/pola pengembangan dilakukan dengan alternatif sebagai berikut:

1)   Model pengembangan kebun dukungan CSR-BUMN
2)   Model pengembangan kebun dukungan l pengembangan kebun dukungan PEMDA/BUPATI
3)   Model pengembangan kebun dukungan pemerintah (APBN)
4)   Model pengembangan kebun pola inti-plasma dukungan CSR-BUMN/UKM)
5)   Model pengembangan kebun pola inti-plasma dukungan Pemda/Bupati.
6)   Model pengembangan kebun pola inti-plasma dukungan pemerintah

Rencana lokasi pengembangan kebun buah komersial terintegrasi dengan petani


Dalam pelaksanaan kegiatan ini Balitbu Tropika berkontribusi dalam pendampingan

Suasana Pertemuan

16 Nopember 2015


Pin It