JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

SI KUTU “PUTIH”, HAMA KECIL BERDAMPAK BESAR PADA TANAMAN PEPAYA
Oleh: Mega Andini, SP

Kutu putih merupakan hama polifag, hama ini memiliki tanaman inang lebih dari 100 genus dari 62 famili tanaman.  Hama ini pernah menimbulkan masalah serius di beberapa negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina dan Thailand. Hama ini juga terdapat di Indonesia dan telah menyebar ke berbagai daerah. Penyebaran kutu putih sangat mudah melalui bibit hasil perbanyakan tanaman secara vegetatif. Salah satu tanaman buah yang terserang kutu putih adalah pepaya (Carica papaya).

Klasifikasi Kutu Putih yang menyerang Pepaya

Kerajaan           : Animalia

Filum                : Arthropoda

Kelas                : Insecta

Ordo                : Hemiptera

Super famili       : Coccoidea

Famili                : Pseudococcidae

Spesies             : Paracoccus marginatus

Morfologi Kutu Putih
Paracoccus marginatus termasuk jenis kutu-kutuan yang seluruh tubuhnya diselimuti oleh lapisan lilin berwarna putih. Tubuh berbentuk oval dengan embelan seperti rambut-rambut berwarna putih dengan ukuran yang pendek. Hama ini terdiri dari jantan dan betina, dan memiliki beberapa fase perkembangan yaitu: fase telur, pradewasa (nimfa), dan imago.

Kutu putih merusak dengan cara mengisap cairan. Semua bagian tanaman bisa diserangnya dari buah sampai pucuk. Serangan pada pucuk menyebabkan daun kerdil dan keriput seperti terbakar. Kutu putih dewasa jantan bisa berukuran 3 mm dan bersayap. Induk betinanya mampu bertelur hingga 500 butir, yang diletakkan dalam satu kantung telur terbuat dari lilin. Dengan siklus hidup sepanjang sebulan. P. marginatus bisa berkembang biak 11-12 generasi dalam setahun.

Individu betina melalui tiga stadium hidup yaitu telur, nimfa, dan imago. Stadium betina tidak memiliki sayap dan bergerak secara perlahan dalam jarak yang dekat atau dapat diterbangakan oleh angin. Betina biasanya meletakan telur 100 hingga 600 butir dalam sebuah kantung telur yang terletak dalam waktu satu hingga dua minggu.  Kantung telur terbuat dari benang-benang lilin yang sangat lengket, mudah melekat pada permukaan daun dan dapat diterbangkan oleh angin. Stadium nimfa pertama disebut crawer, aktif bergerak mencari tempat makan disekitar tulang daun. Individu jantan melalui empat stadia hidup yaitu telur, nimfa, pupa, dan imago. Stadium imago jantan memiliki satu pasang sayap, aktif terbang mendekati betina dewasa.

Kelompok telur kutu putih yang dilihat dari mikroskop dengan perbesaran 40x

Kutu putih pada tahap nimfa instar 1, dilihat dari mikroskop dengan perbesaran 40x

Kutu Putih pada tahap instar 2, dilihat dari mikroskop dengan perbesaran 40x

Gejala dan akibat serangan Paracoccus marginatus
Kutu putih pepaya menghisap cairan tumbuh dengan memasuki stilet kedalam jaringan epidermis daun, buah maupun batang. Pada waktu yang bersamaan kutu putih mengeluarkan racun kedalam daun, sehingga mengakibatkan klorosis, kerdil, malformasi daun, daun mengkerut dan menggulung, daun muda dan buah rontok, banyak menghasilkan embun madu yang dapat berasosiasi dengan cendawan jelaga, hingga kematian tanaman. Pada tanaman yang sudah dewasa, gejala yang muncul adalah daun menguning dan kelamaan daun akan gugur. Serangan pada buah yang belum matang menyebabkan bentuk buah tidak sempurna. Serangan yang berat dapat menutupi permukaan buah hingga terlihat kutu putih akibat tertutup koloni kutu putih tersebut.

Imago Paracoccus marginatus pada tanaman Pepaya

Asosiasi Kutu Putih dan Semut
Serangga kutu putih umumnya bersimbiosis dengan semut. Sifat hubungan ini mulai dari mutualisme sampai predatisme. Predatisme terhadap kutu putih terjadi pada semut yang primitif perilakunya. Namun, dapat juga terjadi adanya perlindungan dari semut kepada kutu putih dari musuh alaminya. Bila terdapat unsur perlindungan, maka hubungannya disebut trofobiosis. Simbiosis mutualisme antara semut dan kutu putih yaitu semut melindungi kutu putih dari serangan musuh alaminya, dan dari cuaca yang buruk, serta membantu dalam pemencaran atau penyebaran kutu putih ini. Sebagai imbalannya semut mendapatkan embun madu yang dihasilkan oleh kutu ini sebagai sumber makanan semut tersebut. Pada beberapa kasus hubungan simbiosis antar semut dan kutu putih ini bisa menguntungkan tanaman inangnya karena dapat menghambat penyerangan hama lain pada tanaman inang.

26 Oktober 2015


Pin It