JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sinergi Balitbu Tropika Untuk Penanggulan Penyakit Layu Pisang di Kab. Seruyan Kalteng

Tindakan nyata di lapangan dan sinergi semua pihak harus segera diambil dan dilakukan untuk menyelamatkan pertanaman pisang di Kabupaten Seruyan Kalimantan Tengah. Kesimpulan ini adalah untuk menghambat meluasnya serangan penyakit layu dan menyelamatkan pertanaman pisang yang masih sehat.

Koordinasi pihak-pihak terkait - Balitbu Tropika, Direktorat Perlindungan Tanaman, Dinas Pertanian Kalteng dan BPTP Kalteng - telah dilakukan pada 13-14 Desember 2018 di ruangan pertemuan BPTP Kalteng menyusul laporan meluasnya serangan penyakit layu yang menghancurkan 1000an ha pisang Kepok di wilayah tersebut. Sebagaimana diketahui, pisang merupakan komoditas andalan dan menjadi ikon serta penunjang perekonomian masyarakat di Kab. Seruyan. Sampi saat ini luas pertanaman mencapai 3000an hektar, dengan Kec. Seruyan Hilir Timur sebagai sentra utama.

Sebelum adanya serangan penyakit yang terdeteksi sejak 2017 lalu, produksi pisang di wilayah tersebut bisa mencapai 25-46 ton/hari yang dipasarkan ke beberapa daerah di Kalteng, Kalsel bahkan ke Jawa Timur. Namun saat ini produksi turun sangat tanjam menjadi 15-18 ton/hari.

Setelah berkoordinasi di BPTP Kalteng yang dihadiri Kepala BPTP Kalteng  Dr. Fery Fahruddin Munir, M.Sc. dan Kepala BPTPH Baini, M.M yang menghasilkan beberapa kesimpulan dan program ke depan, tim berkunjung ke lokasi wilayah terdampak serangan penyakit layu di Kab. Seruyan. Kedatangan tim sudah ditunggu oleh pihak Diperta Kab. Seruyan dan hampir 100 orang petani pisang. Bertempat di balai desa Bangun Harja Kec. Seruyan Hilir Timur, Jumjunidang, MSi., peneliti penyakit tanaman Balitbu Tropika berkesempatan menyampaikan Bimbingan Teknis (BIMTEK) kepada petani yang mengikuti dengan sangat antusias. Bimtek singkat terutama tentang pengenalan gejala penyakit secara dini dan cepat, mekanisme penyebaran penyakit dan tindakan praktis budidaya yang harus segera dilakukan.

Berdasarkan kunjungan dan pengamatan di lapangan diketahui bahwa hancurnya pertanaman pisang di wilayah ini disebabkan oleh penyakit layu bakteri atau penyakit darah yang disebabkan oleh Blood Disease Bacterium (BDB). Pengetahuan petani sangat minim sehingga belum ada atau sedikit sekali langkah antisipasi perluasan serangan patogen. Koordinasi, langkah nyata dan program ke depan harus disusun secara bersama dan menyeluruh untuk menyelamatkan pertanaman pisang yang menjadi sumber perekonomian masyarakat di wilayah Kab. Seruyan Kalteng.

b

Naskah dan foto : Jumjunidang

Editor : Tim Web

Subkategori