JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Agri Gardina 45 merupakan salah satu varietas unggul mangga hasil Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang terdaftar melalui SK Mentan No: 125/Kpts /SR.120/D.2.7/3/2014. Mangga ini dihasilkan dari kegiatan perbaikan varietas mangga Arumanis143 melalui persilangan dengan klon mangga merah yang dilaksanakan oleh Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika Solok pada tahun 2003. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memperoleh varietas unggul baru dengan citarasa seperti Arumanis 143,  namun kulitnya berwarna merah/menarik. Hibrid Agri Gardina 45 berasal dari persilangan Arumanis 143 sebagai tetua betina dengan Saigon sebagai tetua jantan dan memiliki karakter tajuk rendah, genjah, produktif dengan buah lebat, bercitarasa manis seperti Arumanis 143, warna kulit menarik (pangkal merah, ujung kuning) dan aromanya harum, namun ukurannya kecil seperti Saigon. Agri Gardina 45 ini merupakan mangga hibrid yang pertama kali terdaftar sebagai varietas unggul di Indonesia.

Dengan karakter tajuk rendah, genjah, produktif, berbuah lebat dan warna buah menarik menjadikan Agri Gardina 45 sangat cocok untuk tanaman pekarangan baik di pedesaan maupun untuk tabulampot di perkotaan. Pengembangan  mangga Agri Gardina 45 sebagai tanaman pekarangan akan mampu meningkatkan pemenuhan gizi dan pendapatan keluarga, di samping itu juga dapat digunakan sebagai tanaman estetika dan menciptakan lingkungan hijau yang bersih dan sehat karena tanamannya bertajuk rendah, indah, dan penampilannya menarik. Pengembangan mangga ini juga bisa dijadikan agrowisata petik buah  karena tanamannya pendek, buahnya bergelantungan, buah masak bisa langsung dipetik dan dimakan.

Di samping memiliki karakter unggul, Agri Gardina 45 juga memiliki keunikan, yaitu ukuran buahnya kecil (93-172 g/bh) dengan bentuk buah jorong dan berparuh runcing menonjol, berdaging buah lembut dengan citarasa manis (TSS 15-18 ºBrix) membuat cara makannya menjadi unik. Dengan kemungilan buahnya menjadi mudah untuk memegangnya, paruhnya yang runcing menonjol memudahkan untuk mengupas kulitnya, yaitu dengan cara menyobek kulit pada paruhnya, kemudian menariknya dari ujung ke pangkal buahnya seperti mengupas pisang (mangga pisang). Aromanya yang harum bagai aroma terapi dan daging buahnya yang lembut membuat lumer saat dimakan. Dengan keunikan buahnya tersebut banyak pedagang/eksportir buah yang tertarik untuk memasarkannya di pasar modern bahkan untuk diekspor. Untuk tujuan ekspor, mangga Agri Gardina 45 ini akan dipromosikan sebagai buah mangga yang bisa dimakan tanpa dikupas kulitnya, karena buah yang sudah matang kulitnya tidak terasa getir. Hal ini terinspirasi karena orang luar negeri lebih menyukai makan buah dengan cara yang praktis, yaitu tanpa mengupas kulitnya. Buah mangga merupakan salah satu buah yang sangat penting di dunia dan diakui bahwa mangga memiliki warna menarik, rasa enak, aroma eksotik, kaya nutrisi, sebagai sumber karoten yang tinggi, mengandung asam askorbat dan senyawa fenolik. Di samping itu juga telah dilaporkan bahwa pada kulit buahnya terdapat kandungan senyawa yang bermanfaat untuk kesehatan, antara lain serat, polyphenol dan flavonoid. Senyawa yang bermanfaat tersebut adalah norathyriol, mangiferin, quercetin dan resveratrol yang dapat menangkal radikal bebas, menghambat penuaan dan mencegah kanker. Karena peluang pasar cukup besar, pedagang/eksportir buah berharap ada pekebun atau kawasan pengembangan mangga Agri Gardina 45 yang dapat mensuplai pasokan buah untuk memenuhi pasar modern atau  ekspor.

Pengembangan

            Mangga Agri Gardina 45 terlahir di IP2TP Cukurgondang, Pasuruan pada ketinggian 50 m dpl dengan agroklimat kering. Mangga ini mempunyai daya adaptasi cukup luas yaitu mulai dari 1-500 m di atas permukaan laut dengan agroklimat kering. Pengembangan di daerah beriklim basah menunjukkan bahwa mangga ini masih bisa beradaptasi dan berproduksi dengan baik, dengan demikian mangga ini mampu beradaptasi secara luas di daerah lain di Indonesia.

Penanaman mangga di lapang sebaiknya dilakukan pada musim hujan. Mangga ini mempunyai tajuk rendah, oleh karena itu  penanaman bisa dilakukan dengan jarak tanam rapat 3 x 6 m. Saat awal pertumbuhan, mangga ini masih bisa ditumpangsarikan dengan pepaya atau tanaman semusim agar lahan yang masih kosong bisa menghasilkan. Pada saat tanam sebaiknya menggunakan pupuk kandang ± 10 kg/lubang tanam, dan penggunaan mulsa sangat bermanfaat pada tahun-tahun awal pertumbuhan karena sangat membantu untuk menjaga kelembaban pada musim kering. Disarankan untuk memberikan pupuk berimbang pada saat tanam dan diulang setiap tahun. Pemberian pupuk NPK (15-15-15) dengan dosis 0,5 kg per pohon diberikan 2 kali pada periode pertumbuhan aktif pada tanaman umur 1-2 tahun. Pemupukan selanjutnya dosisnya bertambah  mengacu pada dosis pemupukan pada varietas mangga lainnya. Pemangkasan awal diperlukan untuk pembentukan tajuk, sedangkan pemangkasan pemeliharaan diperlukan untuk membuang cabang kering/mati, tunas air dan cabang-cabang yang tumpang tindih, serta  cabang utama yang ke atas (top) agar cahaya bisa masuk ke tajuk tanaman. Pencahayaan ini diperlukan agar buah bisa berwarna merah, karena jika buah ternaungi (kurang cahaya) maka buahnya menjadi berwarna kuning atau pucat. Tanaman ini mulai berbuah pada umur 2 tahun,  pada umur 3 tahun buahnya bisa mencapai 50-150 buah/ph (7-21 kg/ph) dan pada umur 4 tahun bisa mencapai 100-300 buah/ph (14-42 kg/ph). Untuk mempertahankan agar tajuknya tetap rendah, maka cabang yang mengarah ke atas perlu dipangkas agar tingginya berkisar 2-2,5 m dan cahaya matahari bisa masuk sehingga kualitas buahnya bisa bagus. Pemangkasan ini tidak akan mempengaruhi produksinya karena pada cabang yang dipangkas akan muncul bunga yang bisa menghasilkan buah.

Narasumber: Karsinah

Pin It