JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Dalam rangka percepatan pengembangan tanaman buah, Kepala Balitbu Tropika menyerahkan benih durian, salak, mangga, pete, dan jengkol masing-masing 1.500 batang, 1.000 batang, 2.000 batang, 500 batang dan 500 batang kepada Great Giant Food (GGF) tanggal 20 Februari 2019. 

Terdapat 250 – 300 ribu spesies tumbuhan di dunia, ± 10 ribu spesies diantaranya termasuk dalam katagori yang dapat dimakan (edible crop). Sekitar 10 spesies dapat menyediakan kalori dan protein untuk 60% penduduk dunia. Beberapa spesies tergolong dalam tanaman buah yaitu sebanyak 400 jenis. Kelompok tersebut terbagi lagi dalam katagori buah yang dibudidayakan sebanyak 45%, sedangkan 55% termasuk tumbuhan liar. Sebanyak 45-50% spesies memiliki nilai ekonomi dan menyediakan vitamin dan mineral tinggi (FAO, 2012). Dengan iklimnya yang tropis, Indonesia menjadi salah satu negara Megabiodiversity yang menjadi pusat buah tropika (center of origin). Buah tropika yang terdapat di Indonesia diantaranya yaitu manggis, mangga, pisang, durian, salak, rambutan, duku-langsat, nangka, dan lainnya.  

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu Tropika) sebagai salah satu instansi pemerintah di bawah koordinasi Puslitbang Hortikultura Kementerian Pertanian memiliki tugas salah satunya yaitu melakukan konservasi sumber daya genetik (SDG) buah tropika melalui ekplorasi dan seleksi varietas unggul. Koleksi SDG buah tropika berada di kebun percobaan yang terletak di beberapa wilayah Indonesia. Jumlah koleksi buah tropika yang dimiliki oleh Balitbu Tropika diantaranya 190 aksesi pisang, 33 aksesi manggis, 298 aksesi (1.148 tanaman) mangga, 136 aksesi durian dan plasma nutfah salak. Melalui kegiatan pengelolaan SDG dan pemuliaan tanaman di Balitbu Tropika telah menghasilkan varietas unggul baru komoditas pisang Kepok Tanjung, pisang INA 03, pepaya Merah Delima, salak Sari Intan, mangga Arumanis 143, mangga

Gadung 21, Mangga Manalagi 69, mangga Agri Gardina, mangga Garifta Merah, mangga Garifta Gading, mangga Garifta Kuning, mangga Garifta Orange,  mangga Marifta, dan hasil seleksi variietas unggul seperti: alpokat Mega Gagauan, alpokat Mega Murapi, manggis Ratu Kamang, manggis Ratu Paninggahan, durian dan lain-lain yang dikelola dalam berbagai kawasan kebun induk. 

SEBARAN INOVASI TEKNOLOGI BUAH TROPIKA

Pisang Kepok Tanjung 

Berasal dari Maluku Tengah memiliki nama daerah pisang Amorang, pengembangannya hamper merata di seluruh Indonesia. Namun terdapat pengembangan yang cukup besar dibeberapa wilayah diantaranya di Kabupaten Pasir Kaltim, Lampung, Sumut. Pisang jenis ini tahan terhadap layu fusarium, tidak berjantung dan beranya bias mencapai 60 kg pertandan. Permasalahan penyakit layu bakteri sudah menjadi masalahan nasional bagi perpisangan di Indonesia, terutama pisang Kepok. Penyakit ini sudah ditemukan di hampir seluruh wilayah pengembangan tanaman pisang. Berdasarkan hal tersebut, Balitbu Tropika mengadakan survey keragaman pisang dan ditemukan satu kultivar pisang Kepok yang tidak berjantung dan bisa digunakan untuk mengendalikan peyebaran penyakit layu bakteri, yaitu Kepok Tanjung. Saat ini permintaan akan benih Kepok Tanjung makin meningkat dan sejalan dengan itu diperlukan kebun induk Kepok Tanjung yang teregistrasi BPSB untuk menjaga kemurnian Kepok Tanjung. Oleh karena dibuat kebun induk Kepok Tanjung di KP Aripan. Kelas benih yang dihasilkan adalah label biru, dimana tanaman yang dihasilkan oleh rumpun ini adalah digunakan sebagai tanaman induk Kepok Tanjung.   

Ina 03 Pisang Tahan Penyakit Layu Fusarium

Selain masalah layu bakteri, perpisangan di Indonesia juga menghadapi permasalahan penyakit layu fusarium yang tidak kalah bahayanya. Penyakit ini juga telah tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia. Beberapa pisang komersial yang rentan penyakit ini adalah Ambon Kuning, Raja Serai, Ambon Hijau, Barangan, Mas dll. Untuk mengatasi permasalahan penyakit layu fusarium, mulai tahun 1999 Balitbu Tropika telah mulai melakukan persilangan antara pisang komersial dengan pisang liar yang toleran layu fusarium. Dari beberapa persilangan, diperoleh satu progeni pisang yang toleran layu fusarium, yaitu INA 03. Keunggulan dari INA 03 selain toleran layu fusarium adalah tanaman tidak terlalu tinggi, cepat berbuah, dan  citarasa buah pisang enak, dan kulit buah kuning terang. Saat ini benih sumber dari INA 03 juga sedang disiapkan untuk didistribusikan ke pengguna. 

Selain itu Balitbu Tropika telah menjalin kerjasama dengan Institute Teknologi Bandung dan institusi Internasional untuk melakukan eksplorasi dan pemetaan pisang yang akan digunakan sebagai komponen penyusunan BIG Data komoditas pisang. 

Video klik disini

Mangga

Terdapat 35 spesies manga di dunia dan 24 spesies berada di Indonesia terutama di Kalimantan. Balitbu memiliki koleksi 298 aksesi (1.148 tanaman) di KP Cukur gondang. Varietas unggul Mangga diantaranya arummanis 143, Golek, Garifta, Agri Gardina 45 (manga pisang) dan Gadung 21 (mangga alpukat) 

Awal tahun 2019 Badan Litbang Pertanian akan membuat pulau mangga di Kabupaten Sumenep

Madura dengan membukan 600 hektar kebun manga berbagai varietas unggul hasil inovasi Badan Litbang Pertanian seperti varietas Agri Gardina (manga pisang), Gadung 21 (mangga alpokat), Arumanis 143, Manalagi dan lain-lain bekerjasama dengan pemda dan swasta. Melalui kerjasama ini, petani mendapat jaminan pasar atas produksi yang dihasilkan. Sementera pemerintah dan swasta menyediakan benih berkualitas dan pendampingan agar produksi dapat terjamin kualitas dan kontinuitasnya. 

Pepaya Merah Delima

Pepaya merah delima memiliki keunggulan Provitas tinggi (70/90 ton/ha), warna daging orange merah, rasa manis (11-13 ° Brix), kekerasan daging buah masak (0,5-0,7 kg/cm2) dan kekerasan kulit buah masak 0,68-0,88 kg/cm2  ,daya simpan lama 7-10 hari. Dilepas pada tahun 2011, penyebaran papaya ini  hampir di seluruh Indonesia, terdistribusi kurang lebih 30 Provinsi (kalimantan , NAD, Sumut, Riau, Sumbar, Jambi, Bengkulu, Palembang, Babel, lampung, DKI Jakarta, Jabar, Jateng, Yogya, Jatim, Kalbar). Namun untuk skala agribisnis diantaranya Serang Banten, Papua, Banyuwangi Jawa Timur, Cianjur Jawa Barat, Riau dan lan-lain. Pepaya Merah Delima yang masuk ke pasar swalayan diberi merk California Super atau Sweet California.

Sukun

Sukun merupakan trend masa depan. Sukun dapat diolah menjadi berbagai jenis pangan dan dapat dimanfaatkan sebagai tepung sukun, substitusi tepung terigu. Balitbu tropika menginisiasi pembentukan kampung sukun di daerah sijunjung Sumatera Barat dengan membuka 50 hektar tanaman sukun dengan bantuan benih  dari Balitbu Tropika bekerjasama dengan Pemerintah Daerah. Balitbu tropika focus pada penyiapan benih dan pendampingan teknologi. 

Durian

Dari total 30 spesies yang ada, 21 spesies dijumpai di Indonesia. Balitbu memiliki 136 aksesi di KP Subang dan Aripan, 102 diantaranya merupakan varietas unggul. Varietas unggul durian diantaranya Matahari, pelangi, kromo banyumas dll. Pada tahun ini, Balitbu Tropika juga menginisiasi pembentukan kampung durian di Solok Sumatera Barat dengan membuka 60 hektar perkebunan durian unggul Inovasi Balitbangtan, dikenal dengan istilah kebun satelit yaitu menciptakan sentra produksi baru yang mendekatkan pihak swasta atau pasar ke kebun rakyat.  

Manggis

Dari total 400 spesies di dunia, 100 spesies tumbuh di Indonesia. Balitbu koleksi memiliki 33 aksesi. Terdapat 11 varietas unggul dari Balitbu diantaranya Ratu Tembilahan, Ratu Kamang, Wanayasa. Balitbu tropika juga telah mengembangkan pengendalian burik pada buah manggis dengan aplikasi pupuk dan pengendalian getah kuning manggis dengan aplikasi minyak atsiri sereh wangi. Indonesia merupakan negara nomor 2 penghasil manggis di dunia. Sumatera Barat dibawah binaan Balitbu saat ini merupakan penghasil manggis peringkat kedua nasional. Selain itu, Balitbu juga mengembangkan manggis di Palalawan Desa Langgam Riau tersisa 40 hektar dari 100 hektar yang dibuka (kebakaran), Solok Selatan 12 hektar, Pasir Pangarayam Riau 15 hektar. Negara tujuah ekspor utama adalah tiongkok dan Timur Tengah. 

PRODUKSI DAN DISTRBUSI BENIH 

1. Produksi benih APBNP 2017

Pada bulan September 2017 Balitbu Tropika dan BPTP memperoleh mandat untuk memproduksi benih buah tropika yang terdiri dari mangga, durian, manggis, pisang, pepaya, salak, sukun, serta petai dan jengkol melalui APBNP 2017. Jumlah benih yang diproduksi adalah sebanyak 970.500 benih yang terdiri dari 263.500 Benih Sumber dan 707.000 Benih Sebar. Benih Sumber diproduksi oleh Balitbu Tropika, sedangkan Benih Sebar oleh Balitbu Tropika dan BPTP. Total benih yang diproduksi oleb Balitbu Tropika dan BPTP masing- masing adalah sebanyak 478.000 benih sumber dan 492.500 benih sebar.   Diantaranya masih berupa batang bawah yaitu sebanyak 370.000 batang bawah mangga (Tabel 1.).

Tabel 1. Jumlah Produksi benih buah tropika serta petai dan jengkol (APBNP 2017)

2. Produksi dan distribusi benih benih tahun 2017, 2018 dan 2019 

Pada tahun 2018 batang bawah mangga tersebut disambung menjadi benih jadi dan siap salur.  Selain  itu  Balitbu tropika pada  tahun  2018  mendapat  tambahan  produksi  benih dengan realisasi sebanyak 278.390 benih. Selanjutnya tahun 2019 memproduksi sebanyak 39.350 benih dan masih dalam proses. Total benih yang diproduksi Balitbu tropika selama tahun 2017,  2018 dan 2019 adalah sebanyak 535.740 benih (Tabel 2).

Sampai tahun 2019 Balitbu Tropika dan BPTP telah memproduksi 1.028.240 benih tanaman buah, masing-masing sebanyak 535.740 benih dan 492.500 benih. Sampai saat ini Balitbu tropika telah mendistribusikan 278.914 benih (52%) dari produksi tahun 2017 dan 2018. Benih yang belum didistribusikan adalah produksi 2019 yang masih dalam proses serta benih manggis produksi APBNP 2017 dan 2018. Selain itu juga sebagian besar benih sukun produksi 2017 dan 2018. Benih manggis belum didistribusikan karena butuh waktu sampai 2 tahun untuk siap salur, sedangkan benih sukun masih terus diperbanyak karena keterbatasan pohon induk. Sisa produksi benih tahun 2018 dan 2019 yang belum didistribusikan sebagian (18.950 benih)  akan didistribusikan pada acara open house Balitbu Tropika pada musim panen buah yang direncanakan tanggal 12 Februari 2019 (Tabel 3.)

Tabel 3. Rencana distribusi benih pada kegiatan Open House Buah Tropika 23 Februari 2019

Benih sebar manggis produksi Balitbu Tropika

Pin It