JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
Trijaya Agro Mandiri (TAM) - Agriculture Integrator

Budidaya Pepaya Merah Delima dilakukan di Agro Tegalwaru, Ciampea, Bogoroleh team Trijaya Agro Mandiri (TAM) dengan dukungan teknis dari Balitbu Tropika, Balitbang Pertanian  (DR. Panca Jarot Santoso), pada luasan lahan 2.1 Ha. Agro Tegalwaru di desain dengan konsep pertanian  “Sustainable Agroecosystem” oleh Trijaya sebagai kebun produksi ‘Durian Premium’ sebagai produk utama (varian unggul lokal dan unggul interlokal), dan tanaman Pepaya & Pisang sebagai tanaman penunjang Jangka Menengah dengan di tunjang perikanan Tawar (Gurame, Nila dan Mas), yang juga berfungsi sebagai sumber air irigasi dalam skema Drip Irigation System.

Varian Pepaya Merah Delima dipilih berdasar rekomendasi langsung dari DR. Panca Jarot Santoso (Balitbu Tropika) dengan mengacu pada kualitas buah, produktifitas dan aspek teknis lain yang lebih unggul dibandingkan varian populer California (detail spesifikasi Pepaya Merah Delima bisa dibaca di artikel Balitbu). Untuk komoditas pisang, sengaja tidak ditanam varian spesifik, dengan strategi mix varian untuk unggulan buah meja (Barangan, Ambon, Raja Bulu) dan unggulan buah olah (Tanduk, Kapas, Kepok Tanjung)

Desain Lansekap Agro Tegalwaru, April 2016 (doc. Trijaya)

Dimulai dari pengerjaan Desain dan Konsultasi Agro dari awal bulan April 2016, selanjutnya kick-off implementasi lapangan di mulai dari 29 Juli 2016, dengan tahap awal pengerjaan land clearing dan olah lahan sebagai langkah perbaikan kualitas tanah.  Dilakukan dengan pembersihan lahan dari tanaman & vegetasi awal, olah fisik lahan (tilting) secara manual, asupan pupuk organik (kohe ayam petelur dan pedaging) dan perbaikan PH tanah melalui pengapuran (dolomit), dilakukan lebih kurang 3 bulan kerja. Secara paralel dengan pekerjaan olah lahan dilakukan proses pembenihan pepaya Merah Delima, pada periode Oktober 16. Dengan mengacu pada desain di atas, deployment Merah Delima akan menempati lebih kurang separoh luasan lahan, atau rencana tanam 704 batang.

Persiapan lahan untuk penanaman pepaya Merah Delima (doc. Trijaya)
.
Persiapan benih pepaya Merah Delima, penyemaian biji (kiri) benih pepaya Merah Delima yang sudah tumbuh (kanan) (doc. Trijaya)

Penentuan jumlah target tanam Merah Delima penting dilakukan di awal proses, untuk menentukan jumlah benih yang harus di semai. Dari pengalaman, untuk target 704 batang, di perlukan 2 bibit di setiap titik atau 1508 batang bibit sehat (akan di seleksi 1 berdasar pertumbuhan dan hasil bunga hemaprodit), kegagalan benih awal semai lebih kurang 10% (gagal semai, tumbuh kerdil dan sebagainya), dan kemudian setelah awal tanam ada penyulaman lebih kurang 20-30% pada 1-2 bulan pertama (sakit, tumbuh buruk, dan sebab lainnya). Secara total di perlukan 2100 benih semai atau 140% dari target bibit sehat siap tanam.

Penananam Merah Delima di lahan di mulai pada 16 November 2016 dengan realisasi tanam 412 batang (58% dari target), dan selanjutnya dilakukan penanaman bibit Durian di periode Desember 16 – Januari 17. Dengan kondisi awal lahan yang sangat miskin hara, upaya perbaikan di lakukan secara homogen di semua area tanam dengan asupan pupuk organik yang intensif (digunakan kohe Ayam Petelur dan Pedaging), dan hal ini memberikan beberapa dampak positif dan negatif. Pada blok area tanam Durian - Pisang, pertumbuhan Durian - Pisang sangat cepat di luar normal dan kondisi tanaman sehat (akan di berikan dalam artikel terpisah), sedangkan di pertumbuhan blok Durian - Pepaya terjadi pertumbuhan vertikal (vegetatif) yang kelewat cepat pada Pepaya sehingga cenderung tinggi dan muncul bunga awal di Februari (3.5 bulan) dengan tingkat kerontokan sangat tinggi. Diskusi lebih lanjut dengan team Balitbu Tropika, di indikasikan tanah kelewat kaya kandungan Nitrogen, dan harus di imbangi dengan asupan pupuk Phosphat dan Kalium yang tinggi untuk mengerem pertumbuhan vertikal dan sekaligus menurunkan level kerontokan bunga.

Pepaya Merah Delima yang baru di tanaman tumpangsari dengan durian (doc. Trijaya)

Pertanaman mudah Merah Delima tumpangsari dengan sayuran menggunakan system spray irigation (kanan)

Perbaikan pola pemupukan dan perawatan dilakukan dengan intensif selama Februari, dan berhasil menekan rontok bunga dan pertumbuhan vertikal. Di akhir Februari, mulai dilakukan seleksi akhir tanaman, dari 2 tanaman per titik tanam menjadi 1 tanaman per titik tanam dengan jenis pepaya Hemaprodit, dengan menghilangkan Pepaya Jantan dan Betina, sekaligus dilakukan penyulaman untuk titik tanam yang gagal menghasilkan pepaya Hemaprodit.

Pepaya Merah Delima sudah berbuah dan siap menunggu panen,
Salah satu owner Trijaya Agro Mandiri Hendra Gunawan Hatmidireja (berkaos hijau)
.
Merah Delima tumpang sari dengan durian
Dua orang founder Trijaya Agro Mandiri : Arie MP. Rachmadie (kiri) Hendra Gunawan Hadmidiredja (kanan)

Pada saat laporan ini diturunkan (20 April 2017), sekitar 95% tanaman Merah Delima sudah berbuah penuh, dimana sekitar 5-10% sisa adalah tanaman muda hasil penyulaman. Panen perdana pada beberapa unit mulai bisa dilakukan pada awal April 2017 (40-50 butir per-minggu, dengan berat rata-rata 1.5 kg), sehingga total periode dari tanam sampai produksi sekitar 6 bulan. Dalam panen perdana, kualitas buah belum mencapai standar Merah Delima yang diharapkan (warna merah dan tingkat kemanisan). Perawatan pemupukan lanjutan untuk perbaikan kualitas buah mulai menunjukkan hasil positif, dan ditargetkan pada Mei 2017, kuantitas produk tercapai 350-400 butir per minggu (sekitar 500 kg/minggu) dan kualitas produk prima sesuai standar Merah Delima.

 

Artikel dan foto : Arie MP. Rachmadie
Editor : Tim Web
26 April 2017

Pin It