JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Pendampingan Teknologi Dalam Pengembangan Manggis Di Palalawan

Manggis Ratu Tembilahan dan Ratu Kamang merupakan varietas unggul yang telah dilepas Balitbu Tropika yang bekerjasama dengan Pemda Kab. Indragiri hilir, BPSB Riau dan Kab. Limapulu Kota. Sejak dilepas  pada tahun 2009 kedua varietas tersebut telah menarik minat masyarakat untuk dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari permintaan benih yang cukup banyak dan terus menerus. Dalam mendukung program pengembangan sentra manggis,  Pemda Kab. Palalawan pada tahun 2009 sangat tertarik dan mulai mengembangkan  manggis Ratu Tembilahan dan  Ratu Kamang.

Lokasi yang dijadikan sentra pengembangan manggis di Kab. Palalawan adalah di Kecamatan Langgam. Daerah ini merupakan sentra pengembangan kelapa sawit, namun pemerintah setempat mulai menginisiasi perkebunan manggis sebagai penyangga dan pelengkap sumber pertumbuhan pendapatan baru.

Luas kebun manggis di daerah ini pada saat penanaman tahun 2009-2010 mencapai sekitar 100 hektar, namun saat ini hanya tersisa 50 hektar karena terbakar lima tahun yang lalu disaat musim kemarau terlalu lama.

Hamparan manggis yang telah berumur 8 tahun

Hamparan manggis yang cukup luas ini jarang sekali ditemukan di daearah lain. Umurnya seragam, berasal dari sumber bibit yang sama dan cara pengelolaanya juga relatif tidak berbeda meskipun pemiliknya beberapa orang. Tanaman manggis ini sudah belajar berbuah semenjak tiga tahun yang lalu meskipun masih sedikit, yaitu berkisar 3-5 kg perpohon. Selain manggis  Ratu Tembilahan dan Ratu Kamang, juga dikembangkan manggis Kali Gesing. Masyarakat Langgam berharap tanaman manggis ini menjadi sumber pendapatan penyangga di samping komoditi lainnya. Ada beberapa alasan megapa petani dan pemda  setempat berkeinginan besar untuk mengembangkan manggis karena tanaman ini tidak memerlukan perawatan yang intensif, seperti pemupukan dan sanitasi. Tanaman manggis yang berumur panjang ini diharapkan mampu menyimpan air terutama di saat musim kering yang  lama. Tanaman manggis dapat dipertahankan untuk selama-lamanya dan tidak mengalami  fase penuaan dan regenerasi atau penanaman ulang setelah tidak produkstif.

Saat ini manggis tersebut sudah berumur 8 tahun dan sudah mulai berproduksi sejak berumur lima tahun. Pertumbuhan mangggis dilokasi ini tergolong bagus dan cepat berbuah dibanding pertumbuhan dilokasi lain. Hal ini menunjukkan kedua varietas manggis tersebut dapat beradaptasi dengan baik di Palalawan. Balitbu Tropika sebagai penyedia benih manggis ini telah berkontribusi sejak awal penanaman. Peran Balitbu adalah dalam pendampingan teknologi budidaya saat awal tanam seperti penentuan jarak tanam, pupuk dasar dan pemberian naungan. Selanjutnya koordinasi dan pendampingan budidaya yang lebih intensif baru dapat dilakukan mulai tahun 2015. Beberapa hasil penelitian telah diterapkan guna mendukung pertumbuhan tanaman antara lain pemupukan, pemberian amelioran, pemangkasan, pengendalian  hama dan sanitasi parsial.

Pemerintah Kabupaten Pelalawan tahun 2015 telah mencanangkan gerakan penanaman manggis pola pekarangan untuk mendukung pengembangan sentra menggis di daerah ini. Daerah ini ditargetkan pada tahun 2020 menjadi salah satu sentra produksi yang terluas untuk Provinsi Riau. Apabila sebagian besar manggisnya sudah berproduksi akan didukung oleh industri pengolahan, baik berskala industri rumah tangga maupun berorietasi pasar.

Pencanangan gerakan penanaman manggis pola pekarangan

Pendampingan budidaya manggis oleh peneliti Balitbu Tropika Dr. Martias

Tahun 2017 ini juga telah diinisasi pembuataan demplot percontohan untuk dua lokasi, masing-masing teridiri dari 100 tanaman (1 hektar). Pada demplot ini diaplikasi cara pemupukan,  pembentukan arsitektur tanaman (pemangkasan), pengendalian hama dan penyakit tanaman manggis serta pengendalian gulma secara parsial (terbatas di bawah tajuk tanaman). Dalam kegiatan ini petani secara aktif terlibat langsung dalam pengelolaan tanaman dan tentunya demplot ini menjadi percontohan bagi petani yang lain di sekitar kawasan manggis pada Kecamatan Langgam Kabupaten Pelalawan Riau.

Sumber: Martias
Editing: Tim Website
02 Maret 2017


 

Pin It