JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Sosialisasi Program Pengembangan Pisang Kepok Tanjung Di Di Yogjakarta

Pada tanggal 23-25 Januari 2017, dua orang peneliti Balitbu yaitu Kepala Balai Dr. Mizu Istianto dan Dr. Agus Sutanto berkunjung ke DI Yogjakarta yaitu ke desa Terbah kec. Patuk kab. Gunung Kidul, lokasi TTP Nglanggeran dan kebun plasma nutfah pisang Dinas Pertanian Tanaman Pangan kota Yogjakarta. Maksud dari kunjungan tersebut adalah untuk sosialisasi Varietas Unggul Baru (VUB) pisang yang telah dilepas oleh Balitbu Tropika.  VUB Kepok Tanjung mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan Kepok biasa, yaitu tidak memiliki bunga jantan (sisa jantung) sehingga peluang terserang oleh penyakit darah (layu bakteri) lebih kecil. Pada tahun 2017, Balitbu Tropika melakukan kegiatan on farm conservation pisang yang salah satu lokasinya  adalah desa Terbah kec. Patuk kab. Gunung Kidul dan kultivar yang akan ditanam adalah Kepok Tanjung.

Koordinasi dengan BPTP dan Aparat Daerah Kab. Gunung Kidul
Pada kesempatan tersebut, peneliti Balitbu Tropika didampingi oleh Dr. Tri Martini, peneliti dari BPTP DIY. Sebelum ke desa Terbah, terlebih dahulu diadakan pertemuan singkat dengan camat Patuk Bapak Haryo Ambar Suwardi di kantor Camat Patuk. Selanjutnya dilakukan pertemuan dengan Ka Desa Terbah beserta jajarannya untuk sosialisasi program On Farm Conservation pisang Kepok  Tanjung. Dengan adanya program tersebut di desa Terbah, diharapkan desa Terbah yang menurut Bapak Camat Patuk adalah desa yang paling tertinggal dari desa lainnya, dapat berkembang terutama pertanian dan pariwisatanya.

Setelah pertemuan dilanjutkan kunjungan ke calon lokasi penanaman di dusun Kayu Gerit, Karang dan Pudak. Melihat topografi daerah yang berbentuk lereng, dan kebanyakan lahan dalam bentuk teras, oleh karena itu lokasi penanaman tidak dalam satu hamparan, tetapi dibagi dalam beberapa lokasi dengan kepemilikan lahan yang berbeda. Dengan pembagian yang menyebar tidak dalam satu lokasi, diharapkan penyebaran dan pengembangan Kepok Tanjung akan lebih cepat. Pada kesempatan itu diinformasikan juga, kemungkinan penanaman akan dilakukan pada bulan April 2017. Selain itu juga meminta kepada BPTP untuk menunjuk satu orang peneliti yang bisa ikut terlibat dalam kegiatan On Farm Conservation di desa Terbah, Patuk, Gunung Kidul.

Koordinasi Kepala Balitbu, Peneliti BPTP DIY, Camat Patuk, Kepala Desa Terbah membahas rencana kegiatan On Farm Conservation Kepok Tanjung di desa Terbah, kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul, DIY

Kunjungan ke lokasi Taman Teknologi Pertanian Nglanggeran
Lokasi kedua yang dikunjungi adalah TTP Nglanggeran. Core bisnis dari TTP Nglanggeran telah berjalan yaitu produksi olahan susu kambing PE dan kakao. Selain itu TTP Nglanggeran juga menjadi tujuan wisata karena selain sebagai wisata teknologi pertanian juga menyajikan pemandangan alam sekitar TTP yang sangat indah berupa areal perbukitan yang berpadu dengan dinding batu dan goa alami. Selain itu di lokasi TTP Nglanggeran juga terdapat wisata Kebun Buah yang menyajikan pertanaman durian di lereng embung yang ditumpangsari dengan tanaman pisang dan rumput gajah. Namun demikian pemanfaatan lokasi pertanaman durian masih belum tertata secara optimal dan masih banyak lahan yang terlihat kosong di sekitar tanaman durian. Oleh karena itu direncanakan akan ditanam lagi tanaman pisang sebagai koleksi plasma nutfah pisang komersial, yang pada tahap awal akan ditanam 5 kultivar pisang yaitu pisang Raja Kinalun, Roti, Barangan, Ambon Hijau dan Ketan, masing-masing 200 tanaman. Benih pisang tersebut telah dikirim dari Balitbu Tropika dan saat ini telah ditranplanting ke media baru. Untuk selanjutnya sedang disiapkan Kepok Tanjung yang akan dikirim bersamaan dengan benih untuk kegiatan on farm di desa Terbah.

Kunjungan ke Kebun Plasma Nutfah Pisang Dinas Pertanian Tanaman Pangan kota Yogjakarta.
Salah satu kebun koleksi plasma nutfah pisang di Indonesia adalah Kebun Plasma Nutfah Pisang yang berada di kota Yogjakarta, yang mengkonservasi sebanyak 346 aksesi pisang dari seluruh Indonesia. Selain sebagai kebun koleksi tempat ini juga menjadi sarana pendidikan pelajar dan mahasiswa. Kendala yang dihadapi adalah biaya perawatan serta serangan penyakit utama pisang, seperti layu fusarium, layu bakteri dan virus BBTV. Dari kebun ini telah dilepas salah satu kultivar unggul yaitu pisang Raja Bagus. Pada kesempatan tersebut Kepala Balitbu bersama pengelola kebun koleksi bapak Bambang Dwi Hatmoko membicarakan peluang kerjasama di bidang pertukaran plasma nutfah dan teknologi pengelolaan plasma nutfah pisang yang bisa dilakukan untuk menjamin kelestarian plasma nutfah pisang Indonesia.

Pertanaman durian yang akan disisipi beberapa kultivar pisang di TTP Nglanggeran (kiri) dan.calon lokasi penanaman Kepok Tanjung pada kegiatan On Farm Conservation tanaman pisang di desa Terbah (kanan)

Bersama dengan Bapak Bambang, pengelola Kebun Plasma Nutfah Pisang

02 Februari 2017


Pin It