JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

Percepatan Hilirisasi Teknologi Melalui Pengembangan Sentra Industri Kecil Menengah (Sikm) Berbasis Kerabat Manggis Di Kabupaten Sijunjung,  Sumatera Barat

Latar belakang pendirian Sentra Industri Kecil Menengah (SIKM) dimulai dari kegiatan konservasi kerabat manggis berbasis masyarakat yang dilakukan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura melalui Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika di Nagari Latang, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat pada tahun 2013. Tanaman kelompok kerabat manggis ini keberadaannya  mulai langka dan selama ini dianggap tidak memiliki nilai ekonomi. Karenanya masyarakat agak sulit diajak untuk melakukan konservasi jika tidak diiringi dengan usaha pemanfaatannya dalam perekonomian. Produk pertama yang dihasilkan dari pemanfaatan kerabat manggis ini adalah Garci-Tea. yang berbentuk teh berbahan baku daun dan buah kerabat manggis yaitu asam gelugur (Garcinia atroviridis) dan asam kandis (Garcinia xanthocymus) yang tumbuh di pedalaman Kabupaten Sijunjung.  Produk ini terbentuk pada tahun ketiga (2015) dari rangkaian kegiatan yang diberi nama Garci-Tea, karena berasal dari kerabat manggis (Garcinia sp.). Produk ini  diproduksi oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) Komunitas Lokal Bioversity (Gambar 1.), suatu kelembagaan yang lahir untuk mewadahi peran serta masyarakat dalam  konservasi dan pemanfaatan kerabat manggis. Sampai saat ini telah diproduksi dan dipasarkan sebanyak 14.130  kotak  teh dengan  jangkauan pemasaran sampai ke seluruh Indonesia dan juga mulai dipasarkan ke mancanegara.

Gambar 1. Komunitas Lokal Bioversity dan produk unggulannya teh asam kandis dan asam gelugur (Garci-Tea).

Dalam satu tahun terakhir keberhasilan tersebut telah menarik perhatian kepala pemerintahan (Bupati) daerah kabupaten Sijunjung H.Yuswir Arifin Datuak Indo Marajo untuk mengembangkan produk yang unik dan berdaya saing ini ke tingkat yang lebih tinggi.  Maksud tersebut ditindaklanjuti oleh Bapak Bupati Sijunjung melalui pertemuan dengan Kementrian Perindustrian RI yang membahas tentang pengajuan proposal pengembangan industri teh gelugur ini. Pada kesempatan ini Bapak Bupati Sijunjung didampingi oleh ketua DPRD, Mukhlis Rasyid,  Kepala Dinas Koperindag, Febrizal Ansori dan Kabid Industri Hendri Nurka. Rencana pengembangan usaha ke depan adalah melalui pembentukan sentra IKM berbasis kerabat manggis yang difasilitasi oleh Kementrian Perindustrian Republik Indonesia.

Berbagai persiapan telah dilakukan oleh Kementrian Perindustrian RI dalam mendukung industri ini, diantaranya adalah kunjungan Direktur Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) wilayah dua (Sumatera dan Kalimantan) Kementerian Perindustrian, Dr. Ir. Busharmaidi MS dan rombongan ke rumah produksi sederhana pembuatan teh asam gelugur di Nagari Latang, Kecamatan Lubuk Tarok, Kabupaten Sijunjung pada tanggal 4 April 2015. Pada kesempatan ini juga hadir wakil ketua tim penggerak PKK Sumbar Ny. Hj. Wartawati Nasrul Abit, ketua tim penggerak PKK Kabupaten Sijunjung Ny. Hj. En Yuswir Arifin, Kepala Dinas Koperindag Febrizal Ansori, kepala Dinas Tanaman Pangan dan Perkebunan (Distambun), Kabid Industri Hendri Nurka, Kepala Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika yang diwakili oleh Dr. Ellina Mansyah, Muspika Lubuk Tarok, walinagari serta tokoh dan pemuka masyarakat Nagari Latang.

Gambar 2. Kunjungan Direktur Pengembangan Perwilayahan Industri (PPI) wilayah dua  Kementerian Perindustrian, Dr. Ir. Busharmaidi, MS. (tengah, batik putih) dan rombongan ke rumah produksi sementara pembuatan teh asam gelugur, di Nagari Latang Kabupaten Sijunjung.

Persiapan lainnya adalah Pembentukan Tim Kajian Pola Pengembangan sentra IKM berbasis kerabat manggis yang terdiri dari Staf Kementrian Perindustrian, konsultan Kementrian Perindustrian dan Peneliti Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika. Kegiatan dimulai dengan kunjungan kehormatan Tim Kajian kepada Bupati Sijunjung pada tanggal 13 Juli 2016. Tujuan kunjungan adalah untuk mendiskusikan tentang arah pembangunan SIKM dan image SIKM yang akan dibangun, serta dukungan dan komitmen dalam pembangunan SIKM ke depan (Gambar 3). Pada tanggal  14 Juli 2015 kegiatan dilanjutkan dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dihadiri olehKetua DPRD Kab Sijunjung, Asisten III , SKPD terkait, Balitbangtan, LSM dan tokoh masyarakat Kec. Lubuk Tarok. Peninjauan lokasi lahan yang akan dijadikan sebagai sentra IKM di Nagari Latang, Kabupaten Sijunjung. Tim Kajian mengumpulkan data melalui, penyebaran kuisioner dengan purposive sampling, dan wawancara terbatas dengan, pengambil kebijakan daerah, peran serta SKPD terkait, diskusi rinci tentang lokasi SIKM, komitmen daerah terhadap, program SIKM, rencana/program pendukung dari SKPD terkait.

Gambar 3. KunjunganTim Kajian Pembentukan Sentra IKM kepada wakil Bupati Sijunjunjung.  Dari kiri ke kanan Kepala Dinas Kopperindag Kabupaten Sijunjung Febrizal Anshori ,SH.MSi, Ajeng Praharti Widyaningsih, Drh. Zulmanery Manir, Msi., Wakil Bupati Sijunjung H. Arrival Boy, SH., Dr. Ellina Mansyah, Mukhlis Pribadi, dan Kabid Industri Dinas Kopperindag Hendri Nurka S.Sos.

Bukti nyata dari kegiatan ini adalah telah  mulai dikonservasi dan dimanfaatkannya sumberdaya genetik tanaman buah lokal (kerabat manggis). Secara fisik  terlihat dari kegiatan perbanyakan benih dan pemanfaatan tanaman tersebut  menjadi  olahan teh asam kandis dan asam gelugur (Garci- Tea). Komunitas lokal Sijunjung sebagai penerima manfaat dari aktivitas ini telah menggunakan sumberdaya genetik lokal yang selama ini belum dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. Kegiatan hilirisasi teknologi Badan Litbang Pertanian ke ranah industri ini diharapkan terlaksana secara berkelanjutan untuk menunjang terciptanya pembangunan bioindustri dan lapangan kerja baru di perdesaan serta dalam jangka panjang dapat memperbaiki ekosistem.

Naskah dan Foto: Ellina Mansyah
29 Juli 2016


Pin It