JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

BADAN PELAKSANA PENYULUH DAN KETAHANAN PANGAN  (BP2KP) PEMERINTAH KOTA SUNGAI PENUH MENGGANDENG BALITBU TROPIKA UNTUK  PENGEMBANGAN TANAMAN BUAH

Balitbu Tropika 2016. Potensi   pengembangan tanaman buah Pemda Kota Sungai Penuh sangat besar sehingga mendorong Badan Pelaksana Penyuluh Dan Ketahanan Pangan  (BP2KP) Pemerintah Kota Sungai Penuh menjalin kerjasama untuk mendukung pengembangan tanaman buah di wilayah tersebut. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan penyuluh ( BP2KP) Pemda  Kota Sungai Penuh telah mengundang peneliti Balai Penelitian Tanaman Tropika Ir. Irwan Muas, MP untuk menjadi narasumber pada Pelatihan Penyuluhan dan Pendampingan  Teknik Budidaya Manggis dan Buah Naga. Kegiatan tersebut  pada tanggal 11-12 Mei 2016 di BP2KP Kota Sungai Penuh. Tindak lanjut kegiatan tersebut BP2KP Kota Sungai Penuh mengirim beberapa penyuluh untuk kunjungan lapangan  di Balitbu Tropika.

Kunjungan penyuluh BP2KP Kota Sungai Penuh dilaksanakan pada hari Senin, 30 Mei 2016. Rombongan sebanyak 12 orang penyuluh dari empat kecamatan dipimpin oleh Kabid P.Penyuluh Ir. Afrijol, disambut oleh Plh. Kepala Balitbu Tropika Ir. Yeni Meldia didampingi Koordinator Program Dr. Ellina Mansyah dan staf Jasa Penelitian. Pada kesempatan tersebut staf Jasa Penelitian Ir. Ucu Rusdianto mempresentasikan profil Balitbu Tropika dan inovasi teknologi hasil penelitian.

(Kiri) sambutan oleh Plh. Kepala Balitbu Tropika Ir. Yeni Meldia didampingi Koordinator Program Dr. Ellina Mansyah dan staf Jasa Penelitian. (Kanan) Foto bersama didepan kantor Balitbu Tropika

Tim penyuluh BP2KP menyampaikan kondisi perkembangan tanaman buah di Sungai Penuh. Menurut Ir. Afrijol di Kota Sungai Penuh telah berkembang komoditas manggis. Populasi tanaman manggis banyak yang sudah berumur puluhan bahkan ratusan tahun. Produktivitas manggis cukup tinggi mencapai 80-100 kg/pohon pada tanaman yang sudah tua. Pemasaran manggis masih mengalami hambatan dan kurang lancar menyebabkan  harga tidak stabil. Pengembangan sirsak Ratu sebanyak 10.000 pohon mulai tahun 2014. Permasalahan yang dihadapi ketidaksesuaian agroekosistem tanaman sirsak pada ketinggian di atas 900 dpl. Sirsak akan mengalami gangguan pada fase pembungaan dan produksi. Oleh karena itu perlu ditinjau ulang pengembangan sirsak. Selain itu juga telah berkembang salak, pisang dan buah naga. Rencana tindak lanjut lainnya yaitu akan mengirim petani untuk pelatihan budidaya buah tropika pada tahun 2017. Selain itu akan mengadopsi benih tanaman buah untuk dikembangkan di Kota Sungai Penuh.

Kunjungan Tim penyuluh BP2KP kelapangan didampingi narasumber Ir. Irwan Muas, MP dan Ir. Ucu Rusdianto

Foto dan Naskah:Tim Web
30 Mei 2016


Pin It