JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

PENANAMAN PERDANA PEPAYA MERAH DELIMA PADA GELAR TEKNOLOGI  PERTANIAN 

Balitbu Tropika, 2016. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika - Badan Litbang Pertanian yang ikut dilibatkan dalam kegiatan ini akan menanam beberapa varietas tanaman buah tropika, salah satunya adalah penanaman pepaya Merah Delima, dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan VUB tanaman buah-buahan yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Penaman perdana ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan hari berdirinya FAO ( Food and Agriculture Organization of the United Nations). Negara- negara anggota  FAO  memiliki pandangan ke depan dan memahami peran penting pangan dan pertanian dalam pembangunan manusia secara luas, dan bagi masyarakat internasional untuk menangani tantangan kerawanan pangan dan kekurangan gizi. Peringatan HPS di Indonesia tahun 2016 akan dilaksanakan di Kabupaten Boyolali.

Salah satu rangkaian kegiatan HPS yaitu Gelar Teknologi Pertanian dengan tema “Inovasi  pertanian lahan kering untuk kesejahteraan petani”. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika berpartisipasi pada kegiatan gelar teknologi tersebut dengan membuat demplot Budidaya Pepaya Merah Delima. Pepaya dapat tumbuh dengan baik di Kabupaten Boyolali. Selain itu Kabupaten Boyolali merupakan produsen pepaya terbesar kedua di Jawa Tengah, setelah Kabupaten Purworejo. Menurut data BPS 2013 produksi pepaya terbesar di Jawa Tengah berasal dari Kabupaten Boyolali yaitu 307 687 ton, sedangkan produksi pepaya Kabupaten Purworejo 535.053 ton. Pepaya yang banyak dibudidayakan di Kabupaten Boyolali yaitu varietas MJ9. Nama tersebut diambil dari nama kecamatan yang berada di Kabupaten Boyolali yang merupakan sentra pepaya yaitu Mojosongo.  Oleh karena itu perlu diperkenalkan pepaya Merah Delima yang mempunyai keunggulan ukuran buah sedang, rasa manis dan tahan simpan.

 

Benih pepaya Merah Delima yang akan ditanam di Kab. Boyolali

Gelar teknologi budidaya pepaya Merah Delima bertujuan untuk memperkenalkan varietas unggul tersebut kepada masyarakat. Selain itu masyarakat juga dapat mengetahui teknologi budidaya pepaya agar produksinya menjadi lebih tinggi. Dengan kegiatan ini diharapkan masyarakat akan tertarik untuk mengembangkan pepaya Merah Delima disertai inovasi teknologi budidayanya. Koordinasi persiapan pelaksanaan HPS dilakukan oleh beberapa institusi yang terlibat diantaranya Badan Litbang Pertanian, Badan Ketahanan Pangan, Dinas PU dan Pemda Kab.. Boyolali.

Persiapan benih pepaya dilakukan di KP Subang mulai Maret 2016. Benih pepaya yang sudah berumur 1,5 bulan dikirim ke Boyolali. Demplot pepaya Merah Delima direncanakan seluas kurang lebih 1 Ha. Kegiatan pengolahan lahan, penanaman dan perawatan tanaman melibatkan petani, PPL, Babinsa, siswa SMK dan staf BPTP Jawa Tengah. Penanaman perdana dilakukan pada 8-13 April 2016  di kebun milik petani sekitar Komplek Perkantoran Pemda Kab. Boyolali. Penanaman perdana dihadiri oleh Kepala Pustaka Balitbang Pertanian Ir. Gayatri K. Rana MSc dan Kabid Kerjasama dan Pendayagunaan Hasil Penelitian BP2TP Dr. Ir. Retno SHM.

Kegiatan gelar teknologi budidaya Pepaya Merah Delima melibatkan petani, PPL, Babinsa dan siswa SMK N 1 Mojosongo

Penanaman perdana pepaya Merah Delima oleh Pustaka Balitbang Pertanian Ir. Gayatri K. Rana MSc didampingi Kabid Kerjasama Pendayagunaan Hasil Penelitian BP2TP Dr. Ir. Retno SHM.

Foto dan naskah : Tri Budiyanti
15 April 2016

PENANAMAN PERDANA PEPAYA MERAH DELIMA PADA GELAR TEKNOLOGI PERTANIAN

Balitbu Tropika, 2016. Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika - Badan Litbang Pertanian yang ikut dilibatkan dalam kegiatan ini akan menanam beberapa varietas tanaman buah tropika, salah satunya adalah penanaman pepaya Merah Delima, dengan tujuan untuk lebih memperkenalkan VUB tanaman buah-buahan yang dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian. Penaman perdana ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Pangan Sedunia (HPS) yang diperingati setiap tanggal 16 Oktober merupakan hari berdirinya FAO ( Food and Agriculture Organization of the United Nations). Negara- negara anggota  FAO  memiliki pandangan ke depan dan memahami peran penting pangan dan pertanian dalam pembangunan manusia secara luas, dan bagi masyarakat internasional untuk menangani tantangan kerawanan pangan..



Pin It