JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

KUNJUNGAN ROMBONGAN DINAS PERTANIAN TINGKAT I PROPINSI SULAWESI SELATAN KE BALITBU TROPIKA

Kunjungan rombongan dinas pertanian tingkat I propinsi Sulawesi Selatan tanggal 27 Oktober 2015 yang dipimpin oleh Ir. Maryam, M,Si berjumlah 14 orang, terdiri dari para pengambil kebijakan lingkup pertanian, perwakilan penyuluh pada berbagai kabupaten yang ada di Sulawesi Selatan. Kegiatan diawali dengan ucapan selamat datang di Balitbu Tropika oleh Plh. KaBalai yaitu Bapak Sudjijo sekaligus menyampaikan profil Balai termasuk program kegiatan yang telah dilakukan selama ini. Plh Ka Balai sendiri didampingi ketiga Ketua Kelti (pemuliaan, ekofisiologi dan hama penyakit).

Pimpinan rombongan menyampaikan bahwa komoditas tanaman buah merupakan salah satu  komoditas unggulan Dinas Pertanian di Sulawesi Selatan, meliputi pisang, manggis, mangga, durian, markisa, jeruk dan buah lainnya. Dalam upaya meningkatkan produksi, kualitas dan pengembangannya maka Diperta merasa perlu untuk menambah wawasan dan meningkatkan kerja sama di masa datang. Sehingga kunjungan ke Balitbu Tropika merupakan momen yang sangat penting untuk meningkatkan kerjasama yang telah ada di masa datang, baik dalam bentuk pelatihan, pendampingan, maupun dalam pembinaan kawasan buah di Sukawesi Selatan.

Mangga telah lama dikembangkan di Sulawesi Selatan dan permasalahan yang menonjol adalah adanya gangguan OPT, melimpahnya pruduksi di saat panen raya serta harganya sangat murah. Dr. Muryati menjelaskan bahwa untuk pengendalian OPT perlu dilakukan secara terpadu, berkelanjutan dan ramah lingkungan, yaitu memperiritaskan penggunaan pestisida nabati.  Dalam Pengembangan pisang, masalah yang dihadapi di Sulawesi Selatan adalah penyakit dan pemasaran yang belum menggembirakan. Dr. Agus Sutanto menjelaskan bahwa penyakit pisang yang krusial di Sulsel adalah penyakit darah, fusarium, dan banci top. Kunci keberhasian usaha tani pisang yaitu penggunaan varietas tahan, teknik budidaya pisang sehat. Untuk meningkatkan nilai jual yaitu pemilihan varietas yang sesuai dengan selera konsumen Suwesi Selatan. Manggis sebagai salah satu aikon Kabupaten Bulu Kumba juga memerlukan pembinaan. Penyediaan bibit, terutama lambatnya pertumbuhannya menjadi kendala dalam Pengembangan manggis. Masalah produksi yang menonjol yaitu rendahnya kualitas buah. Dr. Martias menjelaskan beberapa teknologi yang telah dihasilkan Balitbu Tropika untuk pemacuan pertumbuhan bibit, antara lain penggunaan akar ganda, penyekapan CO2, dan bioriza. Dalam peningkatan kualitas, terutama untuk meminimalkan getah kuning yaitu dengan pengairan, penggunaan dolomite, dan pupuk lengkap.

Sedangkan untuk pengendalian burik dengan penggunaan minyak sere wangi dan mulsa. Balitbu Tropika juga telah melepas dua varietas manggis, yaitu Ratu Kamang dan Tembilahan yang minimum getah kuning dan edible portion nya relative tinggi.

Diskusi dari kedua belah pihak berlangsung hangat dalam suasana kekeluargaan, dan sepertinya belum tuntas karena terbatasnya waktu. Sehingga masih diperlukan komunikasi dan kerjasama yang lebih intensif di masa mendatang. Kegiatan kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan kunjungan lapang ,berpamitan untuk selanjutnya meneruskan perjalanan keliling Sumatera Barat sebelum kembali ke Sulawesi Selatan.

28 Oktober 2015


Pin It