JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

PENGAWALAN PENERAPAN SOP/GAP JERUK DI SUMATERA BARAT

Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, meskipun di dalam mandat penelitiannya tidak menangani komoditas jeruk, namun sampai saat in masih sering diminta untuk pendampingan penerapan teknologi inovasi untuk komoditas jeruk terutama di wilayah Sumatera Barat.  Hal ini bisa dimaklumi, karena Balitbu Tropika sampai pada awal tahun 2000an menangani komoditas ini sampai akhirnya jeruk menjadi mandat komoditas dari Balitjestro (Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropis).  Selain itu, kedekatan wilayah juga menjadi alasan kenapa Balitbu Tropika yang diminta untuk pendampingan tersebut.

Di dalam menghadapi pasar bebas Asia (MEA) yang akan segera tiba waktunya, Dinas Pertanian Tanaman Pangan Sumatera Barat sedang giat melaksanakan registrasi kebun jeruk yang ada di wilayahnya.  Untuk persiapan registrasi tersebut telah disusun Standar Prosedur Operasional (SOP) yang spesifik lokasi untuk diterapkan di wilayah pengembangan jeruk.  Di dalam penerapan SOP dan untuk implementasi Good Agricultural Practices (GAP) jeruk, Balitbu Tropika diminta untuk memberikan penjelasan kepada petani jeruk di wilayah  Pesisir Selatan yang merupakan wilayah pengembangan baru untuk jeruk ± 100 Ha dan wilayah Lima Puluh Kota tentang cara-cara budidaya jeruk sesuai SOP dan pentingnya implementasi GAP di dalam menghadapi pasar ke depan. Pendampingan penerapan SOP/GAP dilaksanakan pada tanggal 22 September 2015 untuk wilayah Pesisir Selatan dan pada 28 September 2015 untuk wilayah Lima Puluh Kota.

Gambar 1. Suasana diskusi penerapan SOP/GAP jeruk di Pesisir Selatan

Gambar 2. Petani jeruk peserta diskusi implementasi SOP/GAP di Lima Puluh Kota

30 September 2015


Pin It