JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

PENANDATANGANAN PRASASTI DAN SOSIALISASI HASIL-HASIL KEGIATAN “ KONSERVASI DAN
PEMANFAATAN GARCINIA SP DAN NEPHELIUM SP DI KABUPATEN SIJUNJUNG,
SUMATERA BARAT 14 SEPTEMBER 2015

Aktivitas Konservasi dan Pemanfaatan Garcinia sp dan Nephelium sp di Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat merupakan bagian dari kegiatan “CONSERVATION and SUSTAINABLE USE of Cultivated and Wild Tropical Fruit Diversity IN WEST SUMATERA: Promoting Sustainable Livelihoods, Food Security and Ecosystem Services”. Kegiatan ini didanai oleh Bioversity Internasional, UNEP (United Nations Environtment Programme), dan GEF (Global Environtment Facility), serta dana ON TOP Badan Litbang Pertanian yang telah dimulai sejak tahun 2013.

Aktivitas ini dilaksanakan untuk mengelola sumberdaya genetik tanaman buah tropika lokal yang terancam kepunahan untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, ketahanan pangan, mengatasi dampak perubahan iklim serta memperbaiki ekosistem. Sumberdaya genetik lokal yang ditangani adalah kerabat mangis dan rambutan. Lokasi kegiatan berada di  Kabupaten Sijunjung yang merupakan salah satu pusat keragaman kerabat manggis  dan rambutan (Garcinia sp dan Nephelium sp). Dijumpai 5 Garcinia sp di daerah ini yaitu G. mangostana, G, atroviridis, G. xanthocymus, G, nervosa, dan G. macrophylla. Dua diantara spesies Garcinia ini telah dimanfaatkan turun temurun  sebagai bumbu masakan  tradisional Minangkabau, yaitu asam gelugur (Garcinia atroviridis) dan asam kandis (Garcinia xanthocymus). Selain itu G. atroviridis dan G. macrophylla juga telah digunakan sebagai obat batuk oleh masyarakat lokal di sekitar tempat tumbuhnya. Sebagian besar Garcinia sp dan Nephelium sp didaerah ini dijumpai di hutan disekitar area pemukiman. Keberadaan tanaman ini mulai langka karena banyak ditebang dan selama ini dianggap tidak benilai ekonomis. Konservasi dilaksanakan dengan metode berbasis komunitas lokal (Community Based Management).

Konservasi on farm merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keragaman sumberdaya genetik lokal. Metode ini dan merupakan cara praktis dalam  melestarikan, memanfaatkan dan mempromosikan sumberdaya genetik lokal untuk meningkatkan pendapatan dan perbaikan ekosistem secara berkelanjutan. Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah: 1). Mengembangkan 2 buah  community nursery, 2). Meningkatkan pengetahuan petani, 3)  Registrasi pohon induk 7 pohon induk Garcinia sp dan 3 Nephelium sp, 4). Pemetaan jumlah pohon Garcinia sp dan Nephelium sp, 5). Menyusun buku katalog  Garcinia sp dan  Nephelium sp , dan 6). Distribusi benih dan pameran produk olahan,dan 7). Pengembangan produk olahan asam gelugur. Walaupun lokasi di Kabupaten Sijunjung baru dilaksanakan selama tiga tahun beberapa kemajuan yang berarti telah terlihat. Salah satu contoh adalah pengembangan community nursery untuk memperbanyak tanaman kerabat manggis dan rambutan dan inisiasi produk olahan teh asam gelugur yang diberi nama Garci-tea. Kegiatan ini mendukung program Kementan dan Balitbangtan yaitu pembangunan pertanian bioindustri berbasis sumberdaya genetik lokal seperti yang tercantum dalam SIPP 2015-2045.

Saat ini kegiatan Bioversity ini telah memasuki tahun ke tiga. Oleh sebab itu dirasa perlu untuk menyampaikan dan mensosialisasikan hal-hal yang telah dicapai sampai saat ini serta mengidentifikasi aspek-aspek yang masih dibutuhkan agar kegiatan ini dapat terlaksana secara berkesinambungan dan dikukuhkan dengan penandatanganan prasasti. Kegiatan sosialisasi berlangsung dilokasi kegiatan yaitu di Nagari Latang, kecamatan Lubuk Tarok. Kabupaten Sijunjung pada tanggal 14 September 2015. Tema dari kegiatan sosialisasi ini adalah : Konservasi Dan Pemanfaatan Berkelanjutan Tanaman Buah Tropika Nusantara untuk Mendorong Sumber Pertumbuhan Ekonomi Baru Di Perdesaan". Tujuan kegiatan adalah

  1. Menyebarluaskan informasi keragaman sumberdaya genetik lokal buah-buah Tropika Inonesia terutama kerabat liarnya dalam bentuk publikasi cetak dan elektronik
  2. Mensosialisasikan hasil kegiatan yang telah diperoleh baik berupa koleksi plasmanutfah maupun pemanfatannya untuk meningkatan pendapatan, ketahanan pangan dan perbaikan ekosistem
  3. Mempromosikan produk-produk yang telah dihasilkan agar dapat dikembangkan dan dikomersialisasikan
  4. Menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait baik pemerintah daerah maupun swasta untuk dapat ikut serta dalam kegiatan konservasi dan memfasilitasi pengembangan produk yang telah dihasilkan ke arah komersial

Acara sosialisasi Dihadiri oleh Kapuslitbanghortikultura, Kepala Balai Penelitiam Buah Tropika beserta staf peneliti, Bupati Sijunjung beserta jajarannya, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Tingkat I Sumatera Barat dan Tingkat II Kabupaen Sijunjung, Kepala Dinas Kehutanan kabupaten Sijunjung, Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Sijunjung, Komnas dan Komda Plasmanutfah, Kepala STIPER Sijunjung, Wali Nagari, dan kelompok tani. Acara dimulai dengan Sambutan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Sijunjung Ir. Nizam Ul Muluk MSi, Kepala Pusat penelitian dan Pengembangan Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy, dan Bupati Sijunjung yang diwakili oleh Asisten II Yoserizal SE. Acara dilanjutkan dengan penanda tanganan pasasti kegiatan konservasi dan terbentuknya usaha pengolahan asam gelugur oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura dan Bupati Sijunjung serta bincang-bincang dengan wakil kelompok tani serta penyerahan bantuan alat pengering teh. Acara ditutup dengan  kunjungan ke pabrik mini pengolahan teh asam gelugur dan makan siang dan ramah tamah. Pada kesempatan ini juga dipamerkan produk olahan teh dari daun asam kandis dan gelugur yang diberi nama Garci-tea, serta hasil olahan lainnya berbahan baku kerabat manggis.

Sambutan oleh Kapuslitbang Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy

Penandatangan prasasti kegiatan konservasi dan usaha produk olahan  Garci-tea oleh Kapuslitbang Hortikultura Dr. M. Prama Yufdy, didampingi oleh Dr. Mizu Istianto (Kepala Balitbu Tropika), Yoserizal SE (Asisten II, Bupati Sijunjung), Ir. Nizam Ul Muluk MSi (Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Sijunjung), dan Dr. Idha Widi Arsanti selaku penanggung jawab kegiatan.

(Kiri) Teh asam kandis dan gelugur (Garci-tea)  produksi Kelompok Tani Nagari latang Ka. Sijunjung, binaan Balitbu Tropika. (Kanan) Buah asam gelugur (Garcinia atroviridis)

Sebelum kegiatan ini komunitas belum mengetahui keragaman SDG yang dimiliki, belum memanfaatkan SDG lokal untuk meningkatkan perekonomian, terjadi penebangan pohon buah-buahan langka, tanaman berada dihutan, belum ada partisipasi pemerintah daerah. Pada tahun ke tiga kegiatan terlihat beberapa manfaat antara lain komunitas mengenal keragaman SDG lokal yang dimiliki,  mulai memanfaatkan asam gelugur dalam bioindustri skala rumah tangga (olahan kering dan teh asam gelugur), bekurangnya penebangan pohon, tersedia benih  untuk ditanam dilokasi konservasi, tanaman ditanaman dipekarangan agar mudah dimanfaatkan, dan pemerintah daerah mulai  berpartisipasi.

Kegiatan konservasi ini perlu dipertahankan keberlanjutannya dan perlu difasilitasi dengan sarana dan prasarana pengolahan untuk menginisiasi pengembangan produk bioindustri berbasis tanaman buah tropika, termasuk kerabat liarnya. Kegiatan penting lainnya adalah promosi produk olahan dan menghubungkan petani dengan pasar. Dalam mewujudkan pembangunan bioindustri tanaman potensial ini diperlukan kolaborasi pemerintah, komunitas, dan swasta melalui pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya genetik lokal yang pada akhirnya memberikan manfaat terhadap  ekologi, ekonomi dan sosial.

Diharapkan kegiatan ini dapat disambut baik oleh Pemerintah Daerah dan dilanjutkan oleh masyarakat itu sendiri.  Dukungan dari Pemerintah Daerah dan insititusi-institusi terkait sangat diperlukan. Dengan demikian keberlanjutan dari pemeliharaan keanekaragaman buah-buahan tropika lokal kita dapat terjaga dan masyarakat dapat mengambil keuntungan bagi kehidupannya. Kedepan diharapkan masyarakat dapat melaksanakan kegiatan ini dengan mandiri. Sebagai modal awal Puslitbanghortikultura telah memberikan fasilitasi berupa pengetahuan, dana awal untuk produksi teh, desain kemasan, dan bantuan alat pengering. Dinas Kehutanan Kabupaten Sijunjung juga ingin mengembangkan komoditas asam gelugur dan telah memesan benih sebanyak 10.000 benih. Hal ini juga membuka lapangan kerja baru dalam usaha pembibitan. Dalam waktu tiga tahun kegiatan ini telah menunjukkan hasil antara lain : dapat mendorong sumber pertumbuhan ekonomi baru di perdesaan, khususnya di Nagari Latang Kabupaten Sijunjung dan berhasil mengajak pemerintah daerah untuk berkontribusi dalam kegiatan ini.

22 September 2015


Pin It