JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

PENGUSAHA TAMBANG YANG INGIN BERAGRIBISNIS
MENGUNJUNGI BALITBU TROPIKA

Pada tanggal 7 September 2015 Balitbu Tropika kedatangan 4 orang tamu  pengusaha yang sebelumnya bergelut dibidang tambang dan perusahaan swasta yang  sangat tertarik untuk berusaha dibidang agribisnis. Saat ini telah  memulai usaha  dibidang  sayuran dan  juga ingin membuka agroestate yang luas untuk tanaman buah tropika di daerah Lido, Sukabumi. Lahan seluas 60 ha telah disiapkan untuk mengembangkan  agribisnis buah-buahan  beserta industrinya. Rombongan ini terdiri dari Bapak Agus M. Fajri, Prijang Mangku, Edi  K dan Stephen Lo .

Maksud kedatangan rombongan ini adalah ingin mendapatkan informasi tentang  bagaimana mewujudkan agroestate tanaman buah tropika masa depan termasuk produk olahannya. Saat ini ketersediaan buah-buahan yang berkualitas sangat sedikit sedangkan permintaan sangat besar. Oleh sebab itu buah-buahan yang akan dihasilkan harus berkualitas premium, tersedia dalam jumlah yang cukup, mempunyai kemasan yang menarik serta disukai oleh konsumen.  Pada kesempatan ini ketua rombongan bapak Agus M. Fajri menyampaikan harapan untuk dapat bekerjasama dengan Balitbu Tropika dalam hal pendampingan mulai dari perbenihan sampai panen.

Kunjungan berlangsung selama 2 hari, hari pertama rombongan diterima oleh Pjs Kepala Balitbu Tropika Ir.Joko Sudarso, Msi yang didampingi oleh Kasie Jasa Penelitian Ir. Harlion, MSc, Koordinator Program, Ketua Kelompok Peneliti Pemuliaan Tanaman, Ekofisologi dan Hama Penyakit serta staf peneliti. Pertemuan dilanjutkan dengan  penayangan profil Balitbu Tropika dan diskusi (Gambar 1)

Gambar1: Rombongan diterima oleh Pjs Ka. Balitbu Tropika Ir. Djoko Sudarso MSI dilanjutkan dengan diskusi dengan staf peneliti

Dari hasil diskusi ini rombongan tertarik mengembangkan beberapa komoditi buah tropika seperti alpukat, pisang, manggis, dan pepaya. Saat ini pasar alpukat sangat bagus karena populer digunakan untuk diet. Tanaman ini sangat prospektif dikembangkan di Indonesia karena saat ini peluang ekspornya sangat besar. Saat ini pengekspor alpukat  terbesar adalah Mexico sedangkan Thailand tidak menghasilkan alpukat. Selain itu juga ingin memproduksi pisang dengan penampilan prima untuk kebutuhan ekspor. Peneliti pisang Balitbu Tropika Dr. Agus Sutanto menjelaskan bahwa Pisang Mas Kirana sangat disukai dan mempunyai prospek bagus untuk ekspor disamping Cavendish. Untuk manggis kebutuhan semakin meningkat dan belum terpenuhi baik dalam maupun luar negeri. Informasi lain yang diinginkan adalah jenis tanaman buah yang bisa dipanen paling cepat dan yang paling lama. Dijelaskan bahwa tanaman buah naga merupakan jenis yang cepat berbuah dengan nilai jual yang tinggi. Pepaya dan pisang dapat ditanam sebagai tanaman sela selama tanaman buah berumur panjang (manggis, durian) belum menghasilkan.

Pada hari ke 2 dilanjutkan dengan kunjungan lapang ke Kebun Percobaan Balitbu Tropika di Aripan dan Sumani didampingi oleh staf peneliti Balitbu Tropika.  Di KP Aripan Kunjungan dimulai dari kebun buah naga, dilanjutkan ke kebun alpukat dan kebun tumpang sari manggis dan pisang. Di KP Sumani rombongan mengunjungi kebun koleksi pisang, kebun pepaya dan Unit Produksi Benih Sumber (UPBS) (Gambar 2).  Rombongan tertarik untuk mengembangkan manggis pendek hasil sambungan untuk agrowisata, pepaya untuk diambil papain, alpukat, pisang dan beberapa buah tropika lainnya. Rombongan merasa puas dengan informasi dan pelayanan yang diberikan dan berharap dapat berkunjung kembali. Rombongan juga mengharapkan agar Balitbu Tropika dapat berkontribusi mewujudkan rencana pengembangan tanaman buah ini melalui pendampingan serta penyediaan benih.

Gambar 3. Rombongan mengunjungi kebun buah naga, tumpang sari manggis dengan pisang dan kebun pepaya

10 September


 

Pin It