JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Berita

KUNJUNGAN TIM BADAN LITBANG PERTANIAN KE KABUPATEN PEGUNUNGAN ARFAK
Tim Badan Litbang Pertanian tersebut adalah Puslitbanghorti, Balitbu Tropika, Balitsa, Balithi, Balitjestro, Balitpalma, dan BPTP Papua Barat. Lokasi pegunungan Arfak sekitar 75 km dari Manokwari dengan lama tempuh sekitar 4 jam. Pegunungan arfak memiliki ketinggian sekitar 2.500 dpl. Target perjalanan adalah untuk eksplorasi tanaman hias serta melihat potensi pengembangan tanaman sayuran dan buah. Dalam perjalanan tersebut ditemukan tanaman hias inpassion merah, pink, dan putih, anggrek tanah dimana Balithi masih belum memiliki koleksinya. Selain itu juga ditemukan 1 pohon tanaman mangga yang terus berbuah. Buah dari mangga tersebut diambil dan akan ditanam untuk dijadikan materi persilangan mangga untuk menghasilkan varietas unggul baru dengan karakter masa berbuah lebih lama dan tahan rontok. Buah lain yang juga dikembangkan pada ketinggian sekitar 1.500 dpl adalah nenas yang memiliki rasa manis dan juicy. Di lokasi tersebut, nenas bisa dikembangkan sebagai produk nanas olahan. Hasil pengamatan sementara menyimpulkan bahwa untuk pengembangan hortikultura yang memungkinkan dilakukan di daerah ini adalah tanaman hias, sayuran dan sedikit tanaman buah terutama nenas dan alpukat.

Tim eksplorasi Badan Litbang Pertanian

Tanaman mangga dengan karakter unggul berbuah terus menerus

Durian Pelangi dijadikan ikon buah unggulan khas Papua Barat
Dalam kunjungan ke Papua Barat, kepala Balitbu Tropika yang tergabung tim Badan Litbang Pertanian mengunjungi lokasi tempat pengembangan  komoditas durian. Petani binaan , yaitu bapak Narto, menginformasikan bahwa di Papua Barat terdapat 1 varites unggul buah durian yang memiliki kekhasan pada warna buah yang mirip pelangi sehingga disebut durian Pelangi. Selain warna daging buah yang unik, durian ini memiliki rasa manis dan dagingnya tidak lengket di tangan. Mengingat pohon induk tunggalnya dalam kondisi merana, bapak Narto dibantu Dinas pertanian dan lembaga penelitian termasuk Balitbu Tropika telah mempebanyak bibit durian ini sebagai Duplikat Pohon Induk Tunggal (DPIT).

Mengingat keunikan durian ini serta memiliki karakter yang disukai konsumen maka diusulkan durian Pelangi segera dikembangkan dalam areal luas dan dijadikan ikon buah Papua Barat.

03 Juni 2015


 

Pin It