JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sampai saat ini di Indonesia telah terdaftar varietas unggul mangga sebanyak 36 varietas, yang terdiri dari: 3 varietas untuk batang bawah, 3 varietas untuk olahan dan 30 varietas untuk buah segar. Dari 36 varietas unggul tersebut, 18 varietas dihasilkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), yaitu 16 varietas berasal dari hasil seleksi plasma nutfah mangga di KP. Cukurgondang dan KP. Kraton, dan 2 varietas berasal dari hasil persilangan, sedangkan 18 varietas lainnya berasal dari hasil seleksi mangga lokal dari berbagai daerah di Indonesia. Mangga Garifta merupakan varietas unggul produk Balitbangtan yang diusulkan oleh Balitbu Tropika tahun 2009 terdiri dari 4 varietas, yaitu:  (1) Garifta Merah, (2) Garifta Kuning, (3)  Garifta Gading, dan (4) Garifta Orange, masing-masing dilepas melalui SK Mentan  No.: 3344/Kpts/SR.120/9/2009,  3345/Kpts/SR.120/9/2009, 3346/Kpts/SR.120/9/2009, dan 3347/Kpts/SR.120/9/2009. Mangga Garifta Merah memiliki karakter, antara lain: bentuk buah jorong, bobot buah 220-320 g, tekstur daging buah agak lunak berserat halus, warna kulit buah merah, rasa manis segar dan aromanya harum; Garifta Kuning:  bentuk buah jorong, bobot buah 320-400 g, tekstur daging buah agak lunak berserat kasar, warna kulit buah kuning orange, rasa manis segar dan aromanya harum; Garifta Gading:  bentuk buah jorong, bobot buah 190-230 g, tekstur daging buah agak lunak berserat kasar, warna kulit buah merah, rasa manis dan aromanya harum; dan Garifta Orange: bentuk buah agak bulat, bobot buah 235-365 g, tekstur daging buah agak lunak berserat agak kasar, warna kulit buah merah orange, rasa manis agak asam dan aromanya harum.   Kulit buah berwarna merah - merah orange dengan citarasa manis agak asam – manis segar dan  beraroma harum merupakan daya tarik yang sangat diminati oleh sebagian besar konsumen baik dalam negeri maupun luar negeri, sehingga mangga ini sangat menjanjikan sebagai komoditas andalan untuk pemenuhan pasar dalam negeri maupun ekspor.
Pengembangan mangga Garifta, khususnya Garifta Merah dan Garifta Orange mendapat dukungan dari Direktorat Jenderal Hortikultura, yaitu ke depannya akan dijadikan sebagai komoditas ekspor. Dukungan tersebut diwujudkan dalam bentuk penyediaan benih, baik benih sumber maupun benih sebar yang didistribusikan ke berbagai wilayah pengembangan mangga di Indonesia. Dukungan pengembangan juga berasal dari Pemerintah Daerah maupun Kementerian Pertanian melalui Balitbangtan dengan penyediaan benih yang didistribusikan ke petani di daerah pengembangan mangga. Di samping penyediaan benih, dukungan juga berbetuk bimbingan teknis budidayaya. Sasaran wilayah pengembangan  mangga Garifta meliputi daerah dengan agroekologi rendah kering pada ketinggian tempat 1-500 m dpl dengan curah hujan < 1.500 mm/tahun. Wilayah pengembangan mangga tersebut meliputi 12 propinsi, yaitu: Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, D.I.Yogyakarta, DKI. Jakarta, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan D.I. Aceh.
Berdasarkan data distribusi benih, pengembangan mangga Garifta ke berbagai wilayah yang dilakukan mulai tahun 2009 hingga tahun 2019 meliputi benih sumber Garifta Merah sebanyak 8.586 batang,  Garifta Orange sebanyak 6.236 batang, Garifta Kuning sebanyak 105 batang, dan Garifta Gading sebanyak 45 batang, sedangkan benih sebar Garifta Merah sebanyak 155.652 batang, Garifta Orange sebanyak 115.389 batang, Garifta Kuning sebanyak 17.689 batang, dan Garifta Gading sebanyak 13.390 batang. Pada awal pengembangannya tahun 2011 mangga  Garifta Merah  dan Garifta Orange ini dikembangkan di Kab. Pasuruan dan Kab. Situbondo. Di Kab. Pasuruan berlokasi di Desa Oro-oro Ombo, Kec. Rembang dan di beberapa desa di Kec. Grati, sedangkan di Kab. Situbondo berlokasi di Desa Sopet, Kec. Jangkar dan Desa Jatisari, Kec. Arjasa.
Pengembangan mangga Garifta Merah di Kab. Situbondo dari tahun 2011-2015 sebanyak 4.773 batang, sedangkan Garifta Orange sebanyak 3.623 batang. Mangga  Garifta Merah mulai berbuah pada umur 3 tahun, pada umur 4 tahun sudah berproduksi dengan baik, sedangkan mangga Garifta Orange mulai berbuah pada umur 4 tahun setelah tanam. Mangga Garifta di Situbondo mulai dikenal setelah mangga Garifta Merah meraih juara I pada Festival Buah dan Bunga Nusantara yang diselenggarakan oleh Institut Pertanian Bogor pada bulan Nopember  2015. Buah yang diikutkan festival tersebut adalah milik Abdul Gani  dari Desa Sopet, Kec. Jangkar. Sejak saat itu mangga Garifta dari Kab. Situbondo banyak dicari konsumen karena kualitas buahnya bagus, warnanya merah cerah. Dengan prestasi yang telah diraih tersebut menjadi pemicu petani untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas buah mangganya. Produk mangga Garifta ini telah memasuki pasar modern di Jawa Timur, Yogyakarta dan Jakarta dengan harga bervariasi dari Rp. 15.000,- - Rp. 50.000,- sesuai klas ukuran dan kualitas buahnya.  Dari budidaya mangga ini petani telah merasakan besarnya peningkatan pendapatan, sehingga sangat antusias untuk memperluas penanamannya. Antusias petani ini telah mendapatkan dukungan dari Pemda Situbondo dan Balitbangtan dalam bentuk penyediaan benih sebar Garifta Merah sebanyak 8.227 batang yang didistribusikan pada tahun 2018-2019. Keberhasilan pengembangan mangga Garifta Merah ini juga dirasakan setelah Kelompok Tani Makmur Jaya I dari Desa Sopet meraih juara III pada Lomba Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Jawa Timur 2019 yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur. Dengan keberhasilan tersebut saat ini di Kabupaten Situbondo telah dibentuk Asosiasi Mangga Situbondo (AMS). Di samping itu di Desa Sopet juga telah menjadi destinasi wisata petik buah mangga Garifta yang sudah banyak dikenal oleh masyarakat yang ingin melihat kebun dan memetik buahnya.

Sumber : Rebin dan Karsinah

 

Pin It