JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Desa Lurah Nan Tigo Kenagarian Selayo, Kec. Kubung, Kab. Solok, Prov. Sumbar

Dalam rangka penjajakan untuk pengembangan lapang komoditas pisang Varietas Kepok Tanjung, pada minggu pertama di bulan Januari 2017, tim peneliti pisang Balitbu Tropika melakukan kunjungan ke lokasi salah satu kelompok tani di Jorong Lurah Nan Tigo, Kenagarian Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok. Salah satu agenda kunjungan adalah mempromosikan komoditas lokal dan sarasehan bersama jajaran Pemda Kabupaten Solok dan masyarakat sekitar Kecamatan Kubung. Sarasehan dihadiri pula oleh Bupati Kabupaten Solok Gusmal, SE, MM dan staff SKPD lingkup Kab. Solok.
Bersama 2 peneliti komoditas pisang, Kepala Balitbu Tropika hadir menyampaikan rencana program pengenalan dan pengembangan salah satu varietas pengganti pisang kepok yang layu, hancur diserang penyakit layu bakteri (penyakit darah) 20 tahun yang lalu. Varietas ini dikenal dengan nama Kepok Tanjung atau Kepok Tanpa Jantung. Hal ini sesuai dengan harapan Balitbu tropika, Pemda dan masyarakat Selayo yang ingin mengembalikan kejayaan Kenagarian Selayo sebagai penghasil utama pisang kepok di Kab. Solok.
Rencana dan Program Mendukung Pengembalian Nagari Selayo Sebagai Penghasil Utama Pisang Kepok Varietas Tanpa Jantung direalisasikan dengan tanam perdana 450 batang rumpun pisang pada bulan April 2018, yang juga merupakan awal kegiatan ini dimulai. Penanaman pisang kepok tanjung di Jorong Lurah Nan Tigo dilaksanakan bersama Balitbu Tropika, Jajaran Pemda Kabupaten Solok dan masyarakat Kenagarian Selayo.
Pada minggu ketiga dibulan Februari 2020, waktunya bagi populasi Pisang Kepok Tanjung diperkenalkan pada masyarakat Sumatera Barat. Dengan acara panen perdana pisang kepok tanjung bertajuk mendukung gerakan tiga kali ekspor komoditas pertanian untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Acara ini dihadiri Bupati Kab. Solok, Bank Indonesia Sumatera Barat, Kepala Badan Litbang Pertanian, Dirjen Tanaman Pangan dan Hortikultura yang Diwakili oleh Direktur Buflori, serta masyarakat dan Kelompok Tani Se-Kab. Solok.
Varietas Kepok Tanjung sendiri merupakan pisang kepok dengan bobot buah mencapai 25 – 35 kg per tandan, jumlah sisir 10 hingga 12 sisir per tandan, jumlah buah 150 – 175 dengan nilai jual Rp. 75.000,- - Rp. 100.000,- di kebun. Dengan jarak tanam 3,5 – 3,5 m dan populasi 900 batang per hektar, pisang varietas kepok tanjung dapat dipanen dengan umur berkisar antara 12 -13 bulan. Berdasarkan data, pisang varietas kepok tanjung ini layak dikembangkan untuk masyarakat, dengan SOP Budidaya sebagai acuan bagi petani di lapangan.
Penyediaan benih yang baik, sehat dan berkualitas diperlukan untuk peningkatan pendapatan petani pisang dan masyarakat. Berdasarkan data dan prospek ekonomi, maka penangkar benih pisang kepok tanjung yang berdedikasi baik dan taat aturan sangat dibutuhkan. Maka dari itu Balitbu Tropika mendukung program perbentukan kebun induk pisang kepok tanjung dan mengusulkan pembinaan penangkar baru untuk mendukung penyediaan benih pisang kepok tanjung ke depan, dengan langkah awal penataan kebun induk dan determinasi pohon-pohon induk bersama BPSB Sumatera Barat.
Varietas Kepok Tanjung diperloeh oleh Tim Peneliti Pisang Balitbu Tropika pada tahun 1996 di Desa Makariki, Maluku Tengah, Pulau Seram, Provinsi Ambon. Pisang varietas ini kemudian di observasi di lahan Balitbu Tropika Balitbangtan selama 11 tahun. Kemudian pada tahun 2007 diusulkan kepada Kementerian Pertanian untuk didaftarkan sebagai varietas baru. Hingga pada tanggal 23 Januari 2009 Pisang Kepok Tanjung terdaftar dengan SK. NO. 378/Kpts/SR. 120/ 1/ 2009. Peneliti yang mengusulkan antara lain Agus Sutanto, Edison HS, Catur Hermanto, dan Sudarmadi Purnomo
Demikianlah narasi dan kronologi dari tanaman Pisang Varietas Kepok Tanjung yang ditanam pada lahan Kelompok Tani Serba Usaha di Jorong Lurah Nan Tigo Kenagarian Selayo, Kecamatan Kubung Kab. Solok, Sumatera Barat.

 

Pin It