JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Keindahan Kota Solok terlihat sempurna saat berada di kawasan Agrowisata Payo di ketinggian 900 m dpl. Payo ditetapkan sebagai kawasan agrowisata oleh Pemkot Solok karena keindahan alam dan potensinya dalam pengembangan berbagai komoditas baik perkebunan, hortikultura, pangan dan tanaman rempah.

Hari ini, Rabu 5 Desember 2018 kawasan Agrowisata Payo dilauncing secara resmi oleh Dirjen Hortikultura Dr. Suwandi. Hadir pada acara ini Kapuslitbang Hortikultura Dr. Hardiyanto yang secara simbolis menyerahkan Buku 600 Teknologi Balitbangtan kepada Walikota Solok. Kepala Balai Penelitian Buah Tropika (Balitbu Tropika), Kepala BPTP Sumatera Barat dan peneliti dari Balithi, Balitro serta beberapa pihak terkait juga hadir untuk mensukseskan kegiatan tersebut.

Dukungan Balitbangtan dalam pengembangan Agrowisata Payo telah dimulai sejak program ini dicanangkan pada tahun 2017 lalu.  Dimulai dengan kajian kesesuaian lahan, pemetaan komoditas dan kajian sosial ekonomi. Dukungan  berupa transfer teknologi juga telah diberikan melalui BIMTEK kepada penyuluh dan petani  untuk beberapa komoditas buah, tanaman hias, tanaman rempah dan industri pada pertengahan tahun 2018 ini.

Komoditas buah terutama alpukat dan manggis, serta pisang adalah komoditas unggulan dalam pengembangan kawasan  agrowisata Payo. Ketiga komoditas buah ini peluang pasarnya cukup besar, tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Solok tetapi juga menjadi komoditas ekspor. Dukungan kongkrit Balitbangtan terhadap pengembangan agrowisata Payo  berupa plot percontohan budidaya pada tiga komoditas unggulan tersebut, yaitu pisang Kepok Tanjung yang ditumpangsarikan  dengan alpukat seluas 2 ha dan plot percontohan budidaya manggis seluas satu hektar.

Harapan ke depan dengan dukungan inovasi teknologi Balitbangtan Agrowisata Payo di Kota Solok dapat   menjadi destinasi wisata dan dapat mendongkrak perekonomian masyarakat di sekitarnya

Foto dan naskah : Tim Web

Editor : Tim Web

Pin It