JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Menyusuri daerah pinggir pantai selatan di Kabupaten Kebumen dan Cilacap Jawa Tengah, dengan mudah kita menemukan hamparan kebun pepaya. Lahan dan agroekosistem pada beberapa wilayah di kedua kabupaten tersebut sangat cocok untuk pengembangan pepaya. Beberapa tahun yang lalu Kebumen merupakan salah satu sentra pepaya terbesar di Jawa Tengah. Serangan bakteri Erwinia dan penyakit lain di tahun 2013 menyebabkan berkurangnya luas pengembangan pepaya di kabupaten tersebut.

Pengembangan pepaya di daerah ini mulai menggeliat kembali sejak 1-2 tahun terakhir. Pada tahun 2017, melalui sinergi antara BPTP Jawa Tengah, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika dan Dinas Pertanian dan Perkebunan Kab. Banyumas mulai merintis pengembangan pepaya varietas Merah Delima hasil inovasi Balitbu Tropika Balitbangtan. Pepaya dengan perfoma buah mirip Calina tetapi lebih manis ini mulai ditanam dan disukai beberapa petani di Kebumen.

 

Ruslan salah satu petani pepaya di Desa Petikusan Kec. Merit Kebumen mulai mengembangkan pepaya Merah Delima di lahan berpasir pada akhir tahun 2017. Sejak September 2018 Ruslan dan beberapa petani lainnya telah merasakan manisnya berbudidaya pepaya tersebut. Omset yang sudah diperoleh selama 2 bulan panen sudah mencapai Rp.30 juta, padahal Ruslan hanya menanam 700 pohon. Contoh sukses ini membuat petani di sekitarnya tertarik untuk menanam varietas pepaya unggul Balitbu Tropika ini.

Di penghujung tahun 2018 ini, BPTP Jawa Tengah dan Balitbu Tropika kembali hadir untuk mendukung pengembangan pepaya Merah Delima di daerah ini melalui kegiatan "Bimbingan Teknis Produksi Benih Pepaya Merah Delima". Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan teknik produksi benih dan memacu semangat petani dan penangkar untuk memproduksi sendiri benih pepaya dengan metode yang tepat. Kegiatan Bimtek ini berlangsung di Desa Adipala Kabupaten Cilacap dan di Desa Petikusan Mirit Kabupaten Kebumen. Pada kesempatan tersebut Tri Budiyanti peneliti pepaya Balitbu Tropika sebagai narasumber menyampaikan bahwa pepaya Merah Delima merupakan varietas bersari bebas sehingga benih dari pohon induk dapat ditanam kembali melalui metode isolasi penyerbukan bunganya secara tepat.

Kegiatan yang diikuti oleh lebih kurang 60 petani dari dua kabupaten tersebut mendapatkan respon yang baik dari peserta. Diskusi dan tanya jawab seputar budidaya pepaya sangat menarik dan bermanfaat untuk menambah wawasan petani. Pada kesempatan tersebut Tri Budiyanti juga menyampaikan informasi tentang penyakit utama pepaya dan langkah-langkah pengendaliannya. Penentuan pohon induk pepaya Merah Delima dilaksanakan di kebun milik Ruslan dan akan dikoordinasikan dengan BPSB Kab. Kebumen agar dapat menjadi sumber benih. Semoga dengan meningkatnya pengetahuan petani tentang cara produksi benih pepaya dapat mempercepat perluasan pengembangan pepaya Merah Delima di Jawa Tengah.

 

Sumber : Tri Budiyanti dan Jumjunidang

Pin It